Skandal PT KPI RU II Dumai: Dugaan Rekayasa Fitnah Rp 2,3 Miliar Masuki Babak Baru
PANTAUNEWS, DUMAI– Awan gelap kembali menyelimuti kilang raksasa PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI) RU II Dumai. Sebuah laporan pengaduan masyarakat (Dumas) terkait dugaan pemalsuan, penipuan, dan fitnah yang menyeret sejumlah pimpinan perusahaan kini memasuki babak baru. Jum'at, (15/08/2025).
Pada 11 Agustus 2025, Polres Dumai resmi menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) Nomor SP2HP/164.A/VIII/RES.1.24./2025/Reskrim, menandai langkah tegas penyidik dalam menguak kasus yang disebut-sebut bisa menjadi skandal besar di tubuh perusahaan energi plat merah ini.
SP2HP ini adalah yang kedua, setelah sebelumnya, pada 05 Mei 2025, SP2HP Nomor SP2HP/164N/RES.1.24./2025/Reskrim lebih dulu dikeluarkan. Artinya, penyelidikan terus bergerak, dan lingkaran kasus mulai mengerucut.
Ketua Umum Forum Aksi Peduli Tenaga Kerja Lokal (Fap Tekal), Ismunandar, menjadi motor penggerak laporan ini. Ia tak segan menyebut bahwa korban utama dalam pusaran ini adalah Andi Setiawan, mantan pekerja yang kehilangan pekerjaan dan nama baiknya akibat dugaan fitnah yang direkayasa.
“Alhamdulillah, proses Dumas kita berjalan sesuai regulasi. Harapan kami, Polres Dumai bisa mengkonfrontir para pihak. Jika ada unsur pidana, proses ini harus lanjut hingga meja hijau. Tidak boleh berhenti di tengah jalan,” tegas Ismunandar.
Benang Merah yang Terkuak
Dalam SP2HP, terungkap bahwa dengan keluarnya Surat Perintah Penyelidikan SP.LidW179N/RES.1.24./2025/Reskrim, 01 Mei 2025, penyidik Sat Reskrim Polres Dumai telah memeriksa 11 saksi kunci, termasuk Ismunandar dan Andi Setiawan, serta beberapa nama lain seperti DY, SA, RK, A, DTA, IS, S dan D.
Namun, saksi hanyalah pintu awal. Akar masalahnya jauh lebih dalam. Menurut laporan, kasus ini bermula dari proyek tanpa kontrak senilai Rp 2,3 miliar pada tahun 2021. Dalam pusaran itu, Andi Setiawan diduga menjadi kambing hitam oleh sejumlah pimpinan perusahaan.
Nama-nama yang disebut dalam laporan, meski masih berstatus terlapor, bukanlah orang sembarangan. Mereka antara lain berinisial DB (General Manager), OW (Manager HSSE), DS (Section Head Security), RK (Manager HC), DS (Pjs SVP HSSE), JM (Investigator), dan S (Investigator). Semua jabatan itu mereka pegang di PT KPI RU II Dumai pada 2021, tahun yang kini menjadi sorotan.
“Kami menduga ada rekayasa untuk menutupi kasus pekerjaan tanpa kontrak itu. Andi Setiawan dikorbankan demi melindungi kepentingan tertentu. Kami siap membuka semua bukti,” kata Ismunandar dengan nada tegas.
Menunggu Ledakan di Pengadilan
Jika penyelidikan menemukan unsur pidana, kasus ini berpotensi menjadi sidang besar yang membuka borok tata kelola di salah satu entitas strategis BUMN energi. Bagi Ismunandar, langkah ini bukan hanya soal keadilan untuk Andi Setiawan, tapi juga peringatan keras bahwa hukum harus tegak di atas semua kepentingan—termasuk di tubuh perusahaan raksasa sekalipun.
“Insyaallah kami akan terus kawal kasus ini. Kebenaran harus terungkap, apapun taruhannya,” pungkasnya.***


Berita Lainnya
Polres Dumai Ungkap Pemalsuan Surat Tanah, Bersama Tersangka Turut Diamankan Barang Bukti
Salurkan Bantuan Ke Masyarakat Kurang Mampu, Polres Dumai Gelar Bhakti Sosial dan Kesehatan Polres Dumai
Polsek Tampan Ringkus Komplotan Pelaku Bongkar Rumah dan Penadah
Terkait Vonis Bebas Mak Gadih, Humas PN Rengat: "Silahkan Melaporkan ke KY"
Dugaan Investasi Bodong, Oknum Guru Honorer Dilaporkan ke Polres Dumai
Damai Tak Hapus Pidana! Kasus Laka Kerja PT Ivomas Resmi Dilaporkan ke Polisi
Kemen-LHK Periksa Pengelola Usaha Arang Sungai Sembilan Dumai
Tim Gabungan Bersama Bea Cukai Dumai dan Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu
Polda Riau Musnahkan 82,94 Kg Sabu
TNI Gagalkan Penyelundupan Ganja di Perbatasan RI-PNG
Tim Opsnal Polsek Dumai Barat Bekuk Seorang Tersangka Pengedar Sabu
Tak Ada Kesepakatan, SPN Minta Disnaker Riau Selidiki PT. Siprama Cakrawala