Polda Riau Diminta Segera Tuntaskan Penyelidikan Kasus Perampasan Dump Truck Milik Ernawati
PANTAUNEWS, PEKANBARU — Kuasa hukum Ernawati dari Kantor Hukum Yudi Krismen US, SH., MH., menyesalkan tindakan Polda Riau yang menunda penyelidikan atas laporan pencurian yang dilakukan oleh AG pada 3 Juli 2024. Laporan tersebut diajukan Ernawati, pemilik dump truck tronton, setelah kendaraannya diambil paksa di jalan raya Pekanbaru-Bangkinang.
"Penundaan penyelidikan ini sangat kami sayangkan. Unit dump truck yang diambil paksa adalah milik sah klien kami, dibuktikan dengan dokumen lengkap seperti BPKB, STNK, surat pelepasan hak, dan kuitansi pembelian," ujar Dr. Yudi Krismen kepada media, Minggu (3/11/2024).
Perjalanan Kasus: Pembelian Sah Hingga Perampasan
Menurut Yudi Krismen, Ernawati membeli dump truck berpelat BE 9478 Y dari Rahmadani Nasution pada 28 Januari 2024 seharga Rp346 juta. Kendaraan tersebut dibayar tunai setelah Rahmadani melunasi kredit di lembaga pembiayaan. Transaksi ini didukung bukti kuitansi serta surat-surat kendaraan yang diserahkan kepada Ernawati.
Setelah pembelian, Ernawati bekerja sama dengan Rahmadani dalam mengelola dump truck tersebut dengan sistem bagi hasil. Namun, beberapa bulan setelah itu, seseorang yang mengaku sebagai mantan istri Rahmadani melakukan perampasan terhadap mobil dari sopir Ernawati di jalan raya.
Laporan Polisi dan Kekecewaan Terhadap Penegakan Hukum
Merasa dirugikan, Ernawati melaporkan dugaan pencurian tersebut ke Polda Riau pada 12 September 2024, mengacu pada Pasal 362 KUHP. Namun, hingga kini, pihak berwenang belum memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada kliennya.
"Laporan sudah diajukan sesuai saran pihak kepolisian, namun sampai hari ini SP2HP belum diterima. Padahal, semua bukti kepemilikan yang sah, termasuk kesaksian Rahmadani, sudah disampaikan di hadapan penyidik," jelas Dr. Yudi Krismen.
Permintaan Kepada Polda Riau dan Kritik terhadap Aksi Premanisme
Yudi Krismen menegaskan bahwa Ernawati tidak memiliki hubungan dengan harta bersama Rahmadani dan mantan istrinya. Ia meminta Polda Riau segera menemukan dan mengembalikan dump truck kepada Ernawati, sesuai hak kepemilikannya.
"Kejadian ini mencederai kepentingan publik dan penegakan hukum di Riau. Jika dibiarkan, akan menjadi preseden buruk, seolah-olah tindakan perampasan di jalan raya sah-sah saja. Kami berharap aparat kepolisian bertindak tegas agar tidak terkesan permisif terhadap aksi premanisme," tutup Yudi Krismen.


Berita Lainnya
Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Dumai Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang
Polda Riau Musnahkan 13 Kg Sabu serta 269 Pil Ektasi Milik 15 Orang Kurir Jaringan Internasional
Update Penanganan Kasus Penyulingan Minyak Illegal Di Dumai
Kasus Buk Inong: Menanti Fakta dan Proses Hukum yang Berjalan
Grebek Gudang CPO Ilegal, Ditreskrimum Polda Riau Tangkap 2 Pelaku
Kasat Narkoba Polres Subulussalam Ajak Masyarakat Jauhi Narkoba
Rutan Dumai Jalin Kerjasama dengan POSBAKUMADIN Kota Dumai
Perkuat Layanan Rehabilitasi, Rutan Dumai dan BNNK Dumai Teken PKS
Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai Kembali Bekuk Pengedar Sabu
Tim Satres Narkoba Polres Dumai Kembali Bekuk Seorang Tersangka Pengedar Sabu
Satreskrim Polres Dumai Amankan 3 Pelaku Curas
Unit Reskrim Polsek Dumai Timur Bekuk Seorang Tersangka Pengedar Pil Ekstasi