Waspada, Modus Penipuan Mengatasnamakan Pemko Tangerang
TANGERANG, PANTAUNEWS.CO.ID - Pengelola Lembaga atau Yayasan pendidikan informal khususnya yang bergerak di bidang keagamaan harus waspada karena saat ini terindikasi kuat ada modus penipuan mengatasnamakan Pemko Tangerang dengan sasaran pengelola Lembaga Pendidikan Islam yang bersifat informal.
Hal itu terjadi terhadap Pengelola Rumah Tshfidz Al-Mardiyah, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang dihubungi dan dijanjikan akan mendapatkan bantuan puluhan juta rupiah dari APBD Kota Tangerang oleh seseorang yang mengaku dirinya sebagai staf keuangan Pemko Tangerang.
" Assalamualaikum Wr, Wb
Saya Amiruddin staf dari Pemkot Tangerang... Alhamdulillah ada 10 Rumah Tshfidz yang mendapatkan Bantuan APBD senilai Rp.10.000.000 salah satunya Rumah Tshfidz Al-Mardiyah.
Untuk Persyaratannya adalah
1.Profil Rumah Tahfidz Al - Mardiyyah
2.Fhoto kegiatan Rumah Tshfidz Al - Mardiyyah
3. No Rekening Rumah Tahfidz Al - Mardiyyah
Nanti Hari Senin akan ada kunjungan... Barokah semoga bermanfaat" kata seorang yang mengaku bernama Amiruddin, staff Pemko Tangerang disampaikan melalui WhatsApp, Kamis (7/4/2021).
Pada awalnya pengelola Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah percaya dan membalasnya dengan ucapan rasa syukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Tangerang yang dipandang telah peduli terhadap Rumah Tahfidz yang dikelolanya.
Namun beberapa jam kemudian kecurigaan mulai timbul setelah mereka kembali menghubungi melalui WhatsApp dan meminta agar pengelola Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah terlebih dahulu mengirimkan uang sebesar dua juta rupiah kepada mereka.
"Tidak mungkin staff dan bagian keuangan Pemko Tangerang meminta kiriman uang kepada kami selaku pengelola Rumah Tahfidz, saya yakin staff pegawai Pemko Tangerang tidak akan pernah berani melakukan hal tersebut," tutur pengelola Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah, Jum'at (9/4/2021)
Jelas ini modus apalagi mereka yang mengaku dirinya staff keuangan Pemko Tangerang menolak diajak ketemuan dengan alasan faktor kesibukan, ini jelas Penipuan.
Mendengar informasi tersebut, mantan aktivis Lembaga Pemerhati Pendidikan (LPP) Kota Tangerang yang tidak mau disebutkan namanya terpanggil untuk membantu Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah yang nyaris menjadi korban penipuan.
"Sungguh apa yang mereka lakukan terhadap Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah sangat tidak punya perasaan. Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah kondisinya cukup memprihatinkan, dikelola oleh seseorang yang hanya sekedar pengemudi ojek online (Ojol) mereka tulus dan tidak kenal pamrih".
Modus penipuan ini harus terungkap siapa pelakunya?
Bila tidak, dikhawatirkan kejahatan mereka terus berkembang dan yang akan jadi korban adalah para pengelola yayasan atau lembaga pendidikan informal yang bergerak di bidang keagamaan.
"Pihak-pihak terkait harus bisa menjerat mereka dan memberikan hukuman sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan," tegas aktivis Lembaga Pemerhati Pendidikan (LPP) yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Rencananya hari Senin (11/4/2021), pengelola Rumah Tahfidz Al-Mardiyyah bersama mantan aktivis Lembaga Pemerhati Pendidikan (LPP) Kota Tangerang akan mendatangi kantor Pemko Tangerang untuk menyampaikan adanya modus penipuan yang mengatasnamakan Pemko Tangerang.
"Insyaallah kami akan mendatangi Kantor Pemerintah Kota Tangerang untuk menyampaikan modus penipuan tersebut, karena bagaimanapun juga mereka (para penipu) sudah sangat berani mengatasnamakan Pemko Tangerang. Mudah-mudahan Pemko Tangerang tidak tinggal diam mendengar informasi ini," tutup aktivis Lembaga Pemerhati Pendidikan (LPP) Kota Tangerang. (*)
Penulis: Asep WW


Berita Lainnya
Buruh Dibuang, Keselamatan Diabaikan: Fap Tekal Seret PT Pacifik Indopalm ke DPRD Dumai
Polres Dumai Bekuk 2 Kurir Bersama 14 Kg Sabu
Ungkap Peredaran Narkoba, Polsek Medang Kampai Bekuk Tiga Tersangka
Kasus Teror Pemuda Perbaiki Jalan Di Pekanbaru Riau, Ketua KNPI Riau Buka Sayembara Berhadiah Umrah Gratis
Polres Dumai Menggulung 4 tersangka Pengedar Narkotik Dengan Barang Bukti ±5.000 Gram
Pencurian Kabel Di RSUD Dumai Diamankan Pihak Berwajib
Diduga Abai Keselamatan, Jalur Licin Ramayana Dumai Kembali Makan Korban
Pekerjaan JIAT tahap II di Rangsang Barat kontraktor dari PT. Trisakti manunggal perkasa international engan membayar hak Subkon.
Penjual Video Porno Di Gulung Polisi Dumai, Dominan Film Anak Dibawah Umur
Empat Tersangka Korupsi dan Tiga Orang Tersangka Pungli Diserahkan Jaksa Penyidik Kepada JPU
Soroti Beberapa Kasus Dugaan Korupsi di Rohil, Dr. Huda: Jangan Sampai di 'Petieskan'
Ditresnarkoba Polda Riau Musnahkan Barang Bukti 18 Kg Sabu