• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Dugaan Unprosedural, Dr Yudi Kriemen Minta Propam Mabes Polri Evakuasi Kinerja Subdit I Dit Reskrimum Polda Riau

PantauNews

Rabu, 30 Maret 2022 16:09:39 WIB
Cetak

PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID – Upaya hukum menuntut keadilan terhadap dirinya terus dilakukan oleh Jumadi. setelah mengajukan praperadilan ke Pangadilan Negeri Pekanbaru, kini melalui kuasa hukumnya Dessri Kurniawati, SH.,MH dari Kantor Hukum YK and partner, Jumadi melaporkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau beserata bawahannya ke Propam Mabes Polri.

Surat Laporan itu telah diterima oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri bagian Pelayanan Pengaduan dengan nomor surat SPSP2/1842/III/2022/Bagyanduan pada tanggal 25 Maret 2022 dengan terlapor Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kasubdit I Reserse Kriminal Umum Polda Riau, dan Penyidik Subdit I Dit Reserse Kriminal Umum Polda Riau

Pada surat pengaduannya, Jumadi mengadukan atas Ketidakprofesionalan dan keberpihakan penyidik serta unprosedural dalam penanganan Laporan Polisi nomor LP/B/VIII/2021/SPKT/Riau tanggal 25 Agustus 2021 di Subdit I Dit Reskrimum Polda Riau.

TERKAIT
  • Kodim 0320 Dumai Amankan 23 Pekerja Migran Indonesia
  • Digugat Rp 5 M Soal Dugaan Gelapkan Dana, Ini Tanggapan Yusuf Mansur
  • Patut diapresiasi, Polsek Tandun bantu terlapor pencurian buah sawit Perkebunan

Pengaduan ini berdasarkan adanya beberapa kejanggalan dan Unprosedural atas proses penyelidikan yang dilakukan Penyidik Krimum Polda Riau kepada Jumadi.

Seperti yang dikatakan oleh Kuasa Hukum Jumadi Dr. Yudi Krismen, SH.MH. bahwa pada tanggal 25 Agustus 2021 Jumadi dilaporkankan oleh Suwanto dengan Laporan Polisi Nomor: LP/ B.335/VIII/ 2021/ SPKT/ RIAU, yang diduga Jumadi telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau membuat keterangan palsu yang dilakukan oleh jumadi terhadap Suwanto sebagaimana yang dimaksud Pasal 378 dan atau 220 KUHPidana.

“Atas laporan itu, Jumadi berstatus sebagai Tersangka dan berada dalam tahanan Polda Riau” kata Dr. Yudi Krismen. Senin (29/3/22)

Beberapa kejanggalan yang dirasakan oleh Kusa Hukum Jumadi terhadap perlakuan kepada kliennya dalam proses penyelidikan oleh penyidik polda Riau diantaranya bahwa ada dugaan Unprosedural dalam menetapkan kilennya sebagai tersangka. dimana berdasarkan keterangan Klienya,  Jumadi tidak dijelaskan dan diterangkan kembali terkait keterangannya  yang dimuat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Seharusnya kata Dr. Yudi Krismen, dalam pemeriksaan penyidikan, dicatat dengan teliti oleh penyidik dalam BAP. Prinsip pencatatan keterangan saksi yaitu dicatat sesuai kata yang dipergunakan oleh saksi, dan Saksi menandatangani BAP setelah lebih dulu isi berita acara tersebut disetujuinya.

“Tetapi Prinsip kehati-hatian, ketelitian, Profesionalitas dan transparansi berkeadilan yang seharusnya ditanamkan dalam membuat BAP, kami menduga tidak dilakukan oleh penyidik kepada Klien Kami” beber Advokat yang akrab dengan disapa Doktor YK  itu.

Tindakan dugaan Unprosedural berikutnya yang di ungkapkan Advokat dari Kantor Hukum YK and Partner itu terhadap yang dialami oleh Kliennya, bahwa Jumadi tidak pernah diundang atau di ikut sertakan dalam Gelar Perkara/ Aan Wijzing  dalam perkara a quo dan kuasa hukum tidak pernah diundang  untuk ikut serta dalam proses gelar perkara.


"Padahal kami dari Tim Kuasa Hukum Jumadi telah meminta kepada penyidik untuk di ikutkan gelar perkara, tetapi permintaan kami itu tidak di gubris oleh penyidik" Ungkap Pria yang Tiga belas tahun pernah bertugas sebagai penyidik Ditreskrimsus Polda Riau itu. 


 Dijelaskan oleh Doktor Hukum itu, dalam proses gelar perkara, Pasal 15 Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana (“Perkapolri 14/2012”) gelar perkara merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari penyidikan. dimana sebelum dilakukan Penahanan maka dapat dilakukan mekanisme gelar perkara/ Aan Wijzing" Ucap Dr Yudi Krismen.

“Artinya gelar perkara dilakukan oleh penyidik dengan menghadirkan pihak pelapor dan terlapor. Jika tidak menghadirkan pelapor dan terlapor maka gelar perkara yang dilakukan, dapat cacat hukum”. beber Dr. YK.

Lebih dalam Doktor Hukum itu menjelaskan Dari rangkaian proses yang dilalui oleh Jumadi hingga ditetapkan sebagai tersangka hingga dia berjuang menuntut keadilan sangat beralasan. disampaikan bahwa pihak Dirkrimum Polda Riau dalam menetapkan Kliennya sebagai tersangka dalam perkara a quo telah terjadi Unprosedural sehingga Penetapan Jumadi sebagai tersangka merupakan bentuk kriminalisasi dan pelanggaran Hak Asasi yang telah dijamin oleh konstitusi." Pungkas Advokat Yudi Krismen.

"Dari segi bukti saja  pihak Dirkrimum kami nilai tidak memiliki bukti permulaan yang cukup menetapkan Klien kami sebagai tersangka", sambung Dr Yudi Krismen.

Lebih dalam Kuasa Hukum Jumadi itu mengatakan penetapan kliennya yang sebagai tersangka merupakan tindakan kesewenang-wenangan dan bertentangan dengan asas kepastian hukum.

Ironis nya lagi sambung alumni program Doktoral Universitas Padjadjaran ini, bahwa SPDP yang sudah dikirim penyidik ke Kejaksaan Tinggi Riau dalam perkara a quo, sudah dikembalikan oleh Jaksa penuntut umum? Dan klien kami sempat ditahan tanpa SPDP Selama lebih kurang satu minggu. 

"Jadi penahanan yang dilakukan penyidik sepertinya dipaksakan" Ungkap Kuasa Hukum Jumadi Dr. Yudi Krismen dengan nada kesal.

Dr Yudi Krismen mengklaim bahwa pihaknya memiliki bukti kwitansi  berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru Nomor : 298/Pdt.G/2016/PN.Pbr Tanggal 26 Juli 2017  yang telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht.

"Sehingga keabsahan dan kebenaran bukti tersebut yang telah diputus dalam sidang pengadilan tidak perlu dipertanyakan atau diselidiki lagi kebenarannya diluar pengadilan"

“maka dari itu kami melakukan upaya hukum menuntut keadilan terhadap Jumadi, dengan melaporkan kasus ini ke divisi Propam mabes Polri, karena adanya dugaan tidakan kesewenang wenangan dan unprosedural yang dilakukan oleh Penyidik yang menangani kasus klien kami.” pungkas Kuasa Hukum Jumadi Dr. Yudi Krismen.

“kami meminta agar Propam  Polri segera turun ke Polda Riau untuk mengevaluasi kinerja dari Subdit I Dit Reskrimum Polda Riau agar Kinerja dari Krimum Polda Riau lebih Profesional lagi. sehingga dapat memberi kepastian hukum kepada masyarakat. jika ini tidak segera dilakukan oleh Propam Mabes Polri, kami khawatir, akan menjadi preseden buruk bagi citra Polri, sebegaimana yang di canangkan oleh Bapak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Polisi Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan).” tutup Kuasa Hukum Jumadi dari Kantor Hukum YK And parner Dr. Yudi Krismen.

Ditempat terpisah, melalui pesan singkat Whats App, awak media mengkonfirmasi kepada Direktur Reserse kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan, SH.,S.Ik terkait surat aduan ke Propam Polri tersebut. Selasa (29/3/22). 

Kombes Pol Teddy Menjawab singkat terkait konfirmasi yang di ajukan oleh awak media. " Saya pelajari" Jawabnya singkat.(Rls)


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Diduga Abai Keselamatan, Jalur Licin Ramayana Dumai Kembali Makan Korban

Aksi Penggelapan Henphone, Berujung Penangkapan Sat Reskrim Polres Dumai

Korban Laporkan Pelecehan oleh Dekan FISIP Unri, Sekretaris Jurusan HI Banyak Mengaku Lupa

Diamankan Polres Dumai, Tersangka Kurir Shabu 9 kg Ternyata Seorang Residivis

LAMR Dumai dan Polda Riau Bersinergi Hentikan Pengiriman PMI Ilegal dari Wilayah Pesisir

Kini, Giliran Seluruh Pejabat Provinsi Riau 'Digilir' KPK

Polda Riau Musnahkan 82,94 Kg Sabu

Fakta Baru Terungkap! Dua Transaksi dengan Nilai Sama Picu Dugaan Rekayasa di Lingkungan PT KPI Dumai

Tiga Pelaku Tindak Kejahatan Hipnotis Dibekuk Polsek Simpang Kiri

Satreskrim Polres Dumai Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Di Perumahan Green Athaya

Satreskrim Polres Dumai Amankan 3 Pelaku Curas

Kasus Buk Inong: Menanti Fakta dan Proses Hukum yang Berjalan

Terkini +INDEKS

Bupati Rohil H Bistamam Sampaikan Ucapan Selamat Kepada Sebaya FC Yang Raih Juara Piala Bupati Rohil 2026

15 September 2026
Disaksikan Bupati Bistamam, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bangko Sary Ati Aspri SSos Resmi Dilantik dan Dikukuhkan oleh Ketua Tim PKK Rohil
15 September 2026
Club Bola Rajawali United Raih Juara 3 Turnamen Bhutas Cup III
13 September 2026
Erwin Sitompul Desak KPK Turun ke Dumai, Legalitas Tanah Urug Stadion Dipertanyakan
13 September 2026
Jadi Keynote Speaker Workshop UIR, Karmila Sari Bicara Masa Depan Riset di Era AI
12 September 2026
Rutan Dumai Bagikan Hadiah Lomba Hari Kemerdekaan kepada Warga Binaan dan Petugas
12 September 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Plt Gubernur Segera Ambil Alih Unilak
12 September 2026
Siswa SMA N 2 Tanah Putih Gali Ilmu Budaya di Sekretariat Lembaga Tepak Sirih
11 September 2026
Lestarikan Budaya, Rahmat Pantun Terima Dukungan Penerbitan Buku Pantun dari PHR
11 September 2026
Dari Sungai Pakning ke Pune India: Pertamina Patra Perkenalkan Tata Kelola Ekosistem Gambut Berkelanjutan
11 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Erwin Sitompul Desak KPK Turun ke Dumai, Legalitas Tanah Urug Stadion Dipertanyakan

Dibaca : 327 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Plt Gubernur Segera Ambil Alih Unilak
Dibaca : 220 Kali
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
Dibaca : 395 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 634 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 264 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved