• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Hukrim
  • Siak

Ketua DPRD Tak Ditemui, Muncul Kesan Menghindar.

Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang

PantauNews

Selasa, 09 Juni 2026 21:42:51 WIB
Cetak

PANTAUNEWS, Siak – Kesabaran masyarakat yang memperjuangkan kejelasan status lahan Balai Kayang tampaknya telah mencapai batas. 

Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih, Tatang Syafrawi, bersama puluhan anggotanya mendatangi rumah dinas Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, untuk menyampaikan tuntutan agar DPRD segera membentuk tim penyelesaian persoalan lahan Balai Kayang yang hingga kini masih menyisakan polemik dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.


Kedatangan rombongan tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas lambannya tindak lanjut DPRD Siak setelah berbagai hearing dan pembahasan yang telah dilakukan. Menurut Tatang, masyarakat tidak membutuhkan lagi sekadar rapat dan wacana, melainkan langkah nyata untuk mengungkap fakta dan memberikan kepastian hukum terhadap lahan Balai Kayang.


"Kami datang untuk menagih komitmen DPRD. Jangan sampai hearing hanya menjadi panggung pencitraan tanpa keberanian mengambil keputusan. Jika benar berpihak kepada rakyat, bentuk segera tim penyelesaian lahan Balai Kayang," tegas Tatang di hadapan para anggota kelompok tani.


Menurutnya, pembentukan tim merupakan langkah penting untuk membuka secara terang-benderang sejarah, status hukum, proses penguasaan lahan, hingga berbagai dokumen yang berkaitan dengan Balai Kayang yang selama ini menjadi perdebatan publik. 

"Masyarakat berhak mengetahui siapa yang menguasai lahan tersebut, apa dasar hukumnya, bagaimana proses peralihannya, dan siapa saja pihak yang terlibat. Semua harus dibuka secara transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi," ujarnya. 

Tatang juga menyentil sikap DPRD yang dinilai belum menunjukkan langkah konkret meski persoalan ini telah berulang kali dibahas. 

"Kalau DPRD hanya mampu menggelar rapat demi rapat tanpa menghasilkan keputusan, lalu di mana fungsi pengawasannya? Jangan sampai lembaga yang seharusnya menjadi benteng rakyat justru terlihat tidak berdaya ketika berhadapan dengan persoalan besar yang menyangkut kepentingan masyarakat," katanya.


Kelompok Tani Kenduduk Putih juga meminta DPRD menelusuri secara menyeluruh legalitas penguasaan lahan oleh PT Eka Daya Yakin Mandiri, termasuk proses hibah lahan kepada Pemerintah Kabupaten Siak yang dinilai perlu dikaji secara terbuka dan objektif. 

"Kami meminta DPRD jangan takut membongkar fakta. Bentuk tim, buka seluruh dokumen, telusuri seluruh proses, dan panggil semua pihak yang berkaitan dengan Balai Kayang. Rakyat berhak mengetahui kebenaran," tegas Tatang. 

Ia menilai semakin lama pembentukan tim ditunda, semakin besar pula kecurigaan masyarakat bahwa ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan persoalan tersebut dibuka secara terang.


"Jangan sampai muncul persepsi bahwa DPRD hanya berani berbicara, tetapi tidak berani bertindak. Jika serius membela kepentingan masyarakat, buktikan sekarang juga dengan membentuk tim penyelesaian lahan Balai Kayang. Jangan biarkan persoalan ini terus menjadi warisan konflik tanpa penyelesaian," ujarnya.


Namun dalam kunjungan tersebut, rombongan tidak berhasil menemui Ketua DPRD Siak. Seorang pegawai yang berada di rumah dinas menyampaikan bahwa Ketua DPRD sedang berada di Pekanbaru. 

"Pak Ketua ke Pekanbaru, Pak. Tadi pagi berangkatnya," ujar pegawai tersebut kepada rombongan. 

Tidak ditemuinya Ketua DPRD dalam kunjungan tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan anggota kelompok tani. 

Sebagian bahkan menilai kondisi itu semakin memperkuat kesan bahwa aspirasi masyarakat Balai Kayang belum mendapat perhatian serius dari pimpinan DPRD. 

Tatang menegaskan perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai ada langkah nyata dari DPRD Siak.
"Kami datang bukan untuk meminta belas kasihan. 


Kami datang menuntut tanggung jawab politik wakil rakyat kepada masyarakat. Bentuk segera tim penyelesaian lahan Balai Kayang dan ungkap seluruh fakta yang selama ini masih menjadi tanda tanya besar di Kabupaten Siak," pungkasnya.


Sumber : Rilis /  Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Ancam Sebarkan Video Call Sex, Oknum Mahasiswa Pascasarjana Peras Korban

Curanmor Semakin Berani, Motor Warga di Samping Rumah Lesap

Dua Tersangka Pelaku Curat Diringkus Unit Reskrim Dumai Barat

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Riau Hadiri Pemusnahan BB Narkoba di Polda Riau

Dalam Rangka Operasi Tertib Ramadhan Lancang Kuning 2023, Polres Dumai Laksanakan Patroli Subuh

Polsek Sungai Sembilan Uber Penadah di Kecamatan Pinggir Bengkalis

Polres Bengkalis Musnahkan 17.554,87 Gram Sabu dan 9.798 Butir Happy Five

Pemilik 76.780 Batang Rokok Ilegal Diserahkan ke Kejari Pekanbaru

Masyarakat Dumai Geram, Hutan Mangrove Dirambah untuk Mafia Minyak

Kasus PHK PT PAA Dumai Memanas, Kuasa Hukum Tuding Perusahaan Langgar Regulasi

Dua Provokator Penyerangan Polisi di Pangeran Hidayat Pekanbaru Ditangkap, Keduanya Terancam 7 Tahun Penjara

Kejari Cilacap Tahan Dua Tersangka

Terkini +INDEKS

Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit

10 September 2026
Siap Melahirkan Generasi Akademis Baru. Ketua STAI Ar Ridho Resmi Tutup Sidang Skripsi
09 September 2026
Usbu Ta aruf STAI Ar Ridho Ditutup, Dr. Budi Setiawan Titip Pesan untuk 38 Mahasiswa Baru
09 September 2026
37 Mahasiswa Baru Siap Menapaki Dunia Kampus, STAI Ar Ridho Gelar Usbu Ta aruf 2026
09 September 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam Lantik Bd Marini Winawan Sebagai Ketua TP KK dan Bunda Paud Pekaitan
08 September 2026
Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026 melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp
08 September 2026
DPRD Rohil Gunakan Hak Inisiatif Ajukan Rokan Hilir Hijau
07 September 2026
Karmila Sari Minta Kepala Sekolah Siapkan Data untuk Program Revitalisasi
06 September 2026
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
06 September 2026
Tak Sekadar Lewat, Bupati Bistamam Turun dari Kendaraan Dengarkan Aspirasi Warga Murini Makmur
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu

Dibaca : 365 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 603 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 258 Kali
Aktivis Minta Pers Kawal Pengusutan Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Dibaca : 599 Kali
Atlet Taekwondo Kota Dumai Siap menunjukkan Kemampuan Terbaiknya Dalam Riau Challenge 2026
Dibaca : 233 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved