DItemukan Ribuan Tengkorak Manusia yang tersusun di Gudang Al- Zaytun, Adalah Berita Bohong
PANTAUNEWS.CO.ID, JAKARTA - Viral disebuah konten di media sosial ditemukan ribuan tengkorak manusia yang tersusun di sebuah gudang bawah tanah yang menurut video tersebut berada dipondok pesantren Al Zaytun di Indramayu Jawa Barat.
Berdasarkan hasil penelusuran cek fakta yang di klarifikasi Diskominfo, gambar tengkorak pada video tersebut bukanlah berasal dari kuburan massal di gudang Ponpes Al-Zaytun.
Foto tersebut ditemukan dalam artikel The Independent yang rilis pada 14 Agustus 2018. Tengkorak tersebut berada di Katakombe Paris, Perancis. Katakombe merupakan ruangan bawah tanah yang menampung tulang enam juta orang yang dipindahkan dari kuburan di Paris pada abad ke-18.
Dari Rilis kominfo menyebutkan Sejauh ini, tidak ditemukan informasi valid terkait penemuan kuburan massal di Ponpes Al-Zaytun.
Semua informasi yang di sebarkan itu adalah berita Bohong atau Hoaks
Masyarakat dimainta berhati hati dan jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya.


Berita Lainnya
KPK Diminta Usut Tuntas Perkara Gratifikasi Eks Bupati Bengkalis Amril Mukminin
Diduga Edarkan Pil Ekstasi, Seorang Pemuda Dibekuk Satres Narkoba Polres Dumai
FORMASI Minta KPK Selidiki Dugaan Korupsi di Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru
DPRD Rohil Gelar Rapat Dengan Agenda Pokok Penyampaian Ranperda 2025-2029 Dan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2025
Penuh Catatan Kriminal, Satu Anggota KKB Tewas Ditembak Aparat TNI-Polri
RN Pelaku Curas Sadis Dibekuk Polsek Tenayan Raya
2 Mantan Pengurus Baznas Resmi Ditahan Kejaksaan, Agustinus Herimulyanto: Tersangka Kita Titip di Rutan Dumai
Lampaui Target Operasi Antik Lancang Kuning 2021, Polda Riau Amankan 463 Pelaku
Ketua Komisi I DPRD Dumai Desak Pertamina: Segera Tuntaskan Buffer Zone, Jangan Hanya Janji
Pastikan Kesiapsiagaan Operasi Lilin 2025, Kapolres Rohil Kunjungi Pos Terpadu Perbatasan Bagan Sinembah
Polsek Sungai Sembilan Amankan Seorang Pelaku Pencurian
PT MSSP Diduga Merampas Lahan Kelompok Tani Manunggal, Kuasa Hukum Siap Mengadukan ke Presiden