• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Isu Riau Merdeka Menggema Lagi: Klaim Eks-BIN, Bantahan Pemprov, dan Bayang-bayang Sejarah

PantauNews

Kamis, 14 Agustus 2025 12:52:05 WIB
Cetak
Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, yang mengaku mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), mengungkap dugaan adanya “rapat gelap” untuk mempersiapkan deklarasi kemerdekaan Riau pada 17 Agustus 2025.

PANTAUNEWS, DUMAI – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Provinsi Riau kembali dihebohkan oleh isu sensitif: wacana “Riau Merdeka”. Kali ini, isu mencuat setelah Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, yang mengaku mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), mengungkap dugaan adanya “rapat gelap” untuk mempersiapkan deklarasi kemerdekaan Riau pada 17 Agustus 2025. 

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah podcast yang kemudian viral di media sosial, dan dikutip sejumlah media nasional. 

“Saya mendapat informasi dari jaringan lama bahwa ada pertemuan tertutup, dibicarakan soal deklarasi Riau Merdeka. Ini informasi serius dan perlu diwaspadai,” ujar Sri Radjasa, tanpa menyebut lokasi, waktu pasti, atau siapa saja yang hadir. 

Namun, klaim tersebut segera mendapat respons keras dan bantahan resmi dari Pemerintah Provinsi Riau serta pihak yang dituding. 

Pemprov Riau: Isu Hoaks yang Berpotensi Memecah Belah 

Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan tidak ada gerakan politik seperti yang dituduhkan. 

“Itu hoaks. Tidak ada kegiatan atau pertemuan seperti yang disebutkan. Riau adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. Kami minta masyarakat tidak terprovokasi isu ini,” tegas Wahid, dikutip dari Riau Online (7/8/2025). 

Wahid juga meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pihak yang menyebarkan informasi tanpa dasar, apalagi yang menyangkut keutuhan negara. 

PROJO Riau: Tuduhan Keterlibatan Adalah Fitnah 

Nama organisasi PROJO Riau ikut terseret dalam tuduhan eks-BIN ini. Ketua PROJO Riau menegaskan pihaknya tidak pernah terlibat dalam rapat atau pembahasan kemerdekaan Riau. 

“Kami loyal pada Pancasila dan NKRI. Menuduh kami ikut gerakan separatis itu fitnah yang sangat keji. Jika ada bukti, silakan laporkan ke polisi,” ujar Ketua PROJO Riau kepada GagasanRiau.com (8/8/2025). 

Tokoh Lokal: Tantang Tunjukkan Bukti 

Beberapa tokoh masyarakat dan organisasi lokal juga menyayangkan pernyataan Sri Radjasa yang dinilai menggoreng isu tanpa data konkret. 

“Kalau memang punya bukti, buka saja ke publik atau laporkan ke aparat. Jangan melempar isu yang membuat suasana panas di tengah masyarakat,” kata Ismunandar, tokoh masyarakat hukum adat Dumai, kepada CatatanRiau.com (12/8/2025). 

Bayang-bayang Sejarah Gerakan Riau Merdeka 

Meski isu ini dinyatakan tidak berdasar oleh pemerintah, frasa “Riau Merdeka” punya jejak sejarah panjang.
Pada 15 Maret 1999, aktivis Tabrani Rab mendeklarasikan Gerakan Riau Merdeka (GRM) di Pekanbaru, dengan alasan ketidakadilan pusat terhadap daerah penghasil migas ini. Namun, gerakan itu kemudian meredup seiring menguatnya otonomi daerah dan integrasi politik nasional. 

Analisis: Fakta vs Klaim 

• Klaim: Ada rapat tertutup mempersiapkan deklarasi Riau Merdeka (sumber: Sri Radjasa Chandra, eks-BIN). 

• Fakta: Tidak ada bukti terbuka yang dipublikasikan; tidak ada konfirmasi resmi dari aparat. 

• Bantahan: Pemprov Riau, PROJO Riau, dan tokoh masyarakat menyebut isu ini hoaks dan berpotensi memecah belah. 



Isu ini menyentuh tiga lapis penting: 

• Keamanan nasional – klaim separatisme selalu menjadi perhatian serius, tetapi harus diimbangi pembuktian yang kuat. 

• Politik lokal – tuduhan terhadap kelompok tertentu menjelang momen nasional seperti 17 Agustus rentan memicu gesekan. 

• Memori kolektif – sejarah Gerakan Riau Merdeka menjadi latar yang membuat isu ini sensitif di Riau.



Hingga berita ini diturunkan, tidak ada bukti primer yang menguatkan klaim eks-BIN tersebut. Pemerintah daerah dan organisasi yang dituding memilih untuk membantah keras sekaligus mengajak publik tetap fokus pada persatuan menjelang HUT RI ke-80. Aparat keamanan diharapkan bersikap proaktif memeriksa klaim ini untuk memastikan tidak berkembang menjadi kegaduhan yang merusak stabilitas daerah.


 Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Gelar Pembekalan Tata Tertib Berlalu Lintas Kepada Siswa/i SMA/SMK/MA, Polres Dumai Gandeng PT Jasa Raharja

Kasus Penganiayaan Wartawan, Kapolres Labuhanbatu Akhirnya Minta Maaf

Unit Reskrim Polsek Bukit Kapur Bekuk Satu Tersangka Pengedar Sabu

Pelantikan Erisman Yahya Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Riau Dinilai Tidak Sesuai Prosedur, Aktivis 98 Erwin Sitompul Desak

Kanwil DJBC Riau Musnahkan 25,6 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp12,8 Miliar

Pesta Sabu, Dua Warga Inhu Dicokok Polisi

Bea Cukai Dumai Gagalkan Penyelundupan 6.800 Batang Kayu Teki Ilegal dan 13 PMI ke Malaysia

Kasus Maut Cinta Segitiga, Suami Disebut Tak Tahu Istri Bunuh Dini Nurdiani

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

Sat Polairud Polres Dumai Amankan Tersangka Pelaku Pencurian Sampan Kayu

Terkait Tenaga Kerja, Hakim PHI Menangkan Gugatan LBH Hm. Fozanolo Laia

Ditusuk OTK, Syech Ali Jaber Harus Mendapatkan 10 Jahitan

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1257 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 266 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 393 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 265 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved