• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Hukrim
  • Inhu

Orangtua Cekcok, Anak Jadi Korban Penganiayaan Sekelompok Preman

PantauNews

Sabtu, 12 November 2022 21:29:46 WIB
Cetak
Afolindo RD Pandiangan mengalami luka memar di bahu dan sebagian wajah, yakni dibagian rahang sebelah kiri.

INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Seorang anak remaja dibawah umur menjadi korban penganiayaan sekelompok preman yang sehari-hari sebagai tukang parkir di Airmolek, Kecamatan Pasir Penyu.

Afolindo RD Pandiangan (15) mengalami luka memar dibagian bahu dan wajah setelah dianiaya sekelompok preman dan atau tukang parkir pada Kamis (10/11) kemarin.

Wiston Pandiangan, orangtua korban, kepada wartawan menuturkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Kamis petang kemarin sekira pukul 16.00 WIB.

Ketika itu, cerita Wiston, dia akan pulang kerumahnya. Saat melintas disekitar TKP dengan mengendarai mobil, dia dipanggil oleh Zamri dan adiknya Edi, keduanya preman setempat yang kesehatiannya sebagai tukang parkir di Pasar Lama Airmolek.

"Saya dengar dari arah pasar suara  yang memanggil nama saya. Kemudian saya datang dan menghampiri Zamri, yang memanggil tadi. Ketika itu kami, saya dengan Zamri terlibat cekcok mulut. Cekcok itu tepat didepan kedai kopi Asit Airmolek," terangnya, Sabtu (12/11).

Sesaat kemudian, anaknya (korban-red) melintas bersama temannya dari pulang sekolah mengendarai sepeda motor. Saat itu, anaknya yang dibonceng melihat orangtuanya sedang cekcok dihampiri dan mencoba melerainya.

“Kadian itu dialami anak saya pulang dari sekolah yang berboncengan dengan temannya, melintasi pasar Air Molek. Saat itu pula, dia melihat saya sedang bertengkar mulut dengan beberapa orang yang tidak lain adalah pelaku,” jelasnya.

Wiston menambahkan, melihat hal itu, lanjut Wiston, anaknya berhenti dan berusaha melerai. Namun, salah satu dari pelaku langsung memukul dan diikuti oleh pelaku lain.

“Ada beberapa pukulan pelaku yang mengenai anak saya. Karena posisi saya terpojok, sehingga tidak ada cela untuk membantu dan membalas mereka. Namun ada warga sekitar yang melihat kejadian itu datang dan coba melerai,” terangnya.

Akibat kejadian itu, anaknya Afolindo mengalami luka memar pada bagian leher, mata dan rahang sebelah kiri. Tidak itu saja, pelaku juga merusak ponsel milik korban, dan merusak mobil miliknya dengan cara tendang.

Tidak terima atas perlakuan pelaku, dirinya telah melaporkan insiden tersebut ke Polsek Pasir Penyu dengan Nomor:TBL/99/X/2022/SPKT.

“Kejadaian itu sudah saya laporkan ke Polsek Pasir Penyu untuk dilakukan proses hukum,” tambahnya.

Wiston menjelaskan lagi, pelaku berteriak lantang memanggilnya saat melintas dijalan raya. Setibanya ditempat itu pelaku menuduhnya akan menabrak.

Ucapan keras Zamri (pelaku) itu disertai dengan mengejar kearah mobilnya yang juga akan dia hampiri.

Mendengar teriakan tersebut dirinya berupaya menepis dan berhenti. Saat itu pula, pelaku langsung menggedor kaca mobil sambil menyuruhnya turun.

“Begitu saya turun, pelaku langsung mencekik leher saya dan buka baju. Saya yang tidak mengetahui persoalannya dan saya bertanya kepada pelaku, ada apa ini. Pelaku menjawab ‘kau mau membuhuh aku ya’. Mendengar tuduhan itu saya jawab jangan sembarangan menuduh orang. Nanti bisa dilaporkan ke polisi jika tidak ada bukti,” bebernya, meniru ucapan pelaku saat itu.

Seketika itu, Zamri semakin emosi lantas mengajaknya berkelahi. Akan tetapi, Edi, adik Zamri, tiba-tiba dari arah samping mereka, meremas bahunya sambil mengepalkan tangan mau memukulnya.

Saat itu anaknya datang menghampiri dan mencoba melerai. Akibat upaya melerai itu anaknya dianiaya oleh Edi.

Wiston meminta pihak kepolisian Sektor Pasir Penyu yang telah menerima laporannya untuk dapat bertindak tegas dan proporsional dalam melakukan penerapan hukum pelaku.

“Apa yang dilakukan para pelaku terhadap saya dan anak saya, sudah merupakan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan. Jadi kita minta polisi untuk dapat bertindak tegas sesuai hukum yang berlaku, di negeri ini,” tegasnya. 

Hingga berita ini dimuat, kedua pelaku masih belum tertangkap. Konon kedua terlapor kabur dan masih dalam pengejaran polisi. (stone)


 Editor : Pepen Prengky

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Bea Cukai Dumai Perkuat Penegakan Hukum, Empat Perkara Ilegal Dilimpahkan ke Kejaksaan

GM Pertamina Dumai Iwan Kurniawan Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi Minyak Mentah

Seorang Pelaku Pencurian Diamankan Polsek Bukit Kapur

Kapolresta Pekanbaru: Proses Terus Berlanjut, Berkas Perkara Sudah Dikirim Ke Kejaksaan

Polsek Bangko Amankan 2 orang premanisme Pelaku Penganiayaan.

Tiga Pria Ini Diamankan Di Polsek Kuntodarussalam, Simak Kasusnya

Meminimalisir Korupsi Di Pemkab Rohil, Ini Yang Dilakukan Bupati Afrizal Sintong

Terkuak! Dugaan Perambahan Mangrove Dilaporkan, DPRD Dumai Diminta Turun Tangan

LAMR Bengkalis dan Polda Riau Bersinergi Cegah Perdagangan Orang di Wilayah Perbatasan

Dua Pencuri 'Mandi Darah' Dihakimi Massa

Larshen Yunus: Putusan Hakim PN Pekanbaru Tak Rasional dan Ciderai Citra Polri

Belum Genap Dua Bulan Menjabat, Kapolres Kampar Dicopot. Ini Dugaan Penyebabnya

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1258 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 266 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 394 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 265 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved