• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Riau
  • Rohil

Ridayanti SH dan Kawan- Kawan Jangkau Daerah Bencana, Dari Brandan, Sibolga Hingga Ke Aceh Tamiang

PantauNews

Rabu, 17 Desember 2025 20:17:48 WIB
Cetak

ROHIL, PANTAUNEWS - Salah seorang warga Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Ridayanti SH merupakan salah seorang yang berani menjangkau daerah terkena bencana, dirinya melihat langsung di lapangan bagaimana kondisi  yang terjadi salah satunya di Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). 

Ridayanti menuturkan, awalnya mereka tergerak mendatangi daerah terkena bencana dan menyalurkan bantuan setelah mengetahui kejadian banjir bandang dan longsor terjadi di sejumlah daerah di Sumatera. Beberapa teman, yang merupakan alumni Fakultas Hukum, stanbuk 1984 Universitas Medan Area, Medan ada yang tinggal di daerah yang terkena bencana  yakni di Berandan dan Sibolga namun yang paling berat kerusakan bencana menurutnya ada di Aceh Tamiang.

"Yang di Aceh Tamiang ini, ada beberapa hari kami tak bisa menghubunginya, dan setelah ada sinyal mereka pakai starlink katanya, baru kami bisa menghubungi, dan video call. Alhamdulillah teman kami itu, bernama Dahman Siregar selamat," kata Ridayanti.

Namun terangnya seperti dituturkan Dahman, kondisi terkena bencana itu hanya selamat dengan pakaian yang menempel di badan. 

Dahman berhasil menyelamatkan mami-nya, dan isterinya saat banjir bercampur lumpur dan kayu menerjang. Mereka bertiga kemudian berhasil naik di atap seng sebuah rumah dan bertahan selama tiga hari tiga malam di atas sampai akhirnya datang pertolongan dari relawan.

"Dia bersama ibu dan isterinya, tiga hari tiga malam bertahan, tak makan tak minum, dan kondisinya hujan turun," ujar Ridayanti.

Informasi diperoleh terangnya, sebelum banjir bandang, longsor menerjang sudah ada banjir melanda dan masuk ke dalam rumah dengan ketinggian air hingga mata kaki. Namun masyarakat menganggap banjir itu seperti fenomena biasa saja. Tak disangka, pada dini hari sekitar pukul 15.00 WIB banjir, dan lumpur menerjang tak terbendung yang berlangsung dalam waktu yang begitu cepat. 

"Isterinya hampir tak selamat, waktu itu meskipun pandai berenang tapi karena yang datang itu lumpur, bagaimana bisa bergerak. Untunglah dia bisa menyelamatkan isterinya," kata Ridayanti.

Setelah pertolongan tiba, Dahman diungsikan ke masjid di Aceh Tamiang yang keberadaannya tak jauh dari Mapolsek Aceh Tamiang. Namun sehari di tempat pengungsian itu, ibu Darman wafat.

Selanjutnya para alumni mengumpulkan donasi, dan dibelikan pakaian, makanan. Empat orang alumnus hukum tersebut berangkat dan sampai di lokasi pada Ahad (14/12/2025) kemarin.

Bantuan makanan yang telah disediakan kemudian di bagikan di jalan-jalan yang dilintasi, meksipun terangnya hanya sedikit berupa dua butir telur, snack tango, dan minuman mineral. Ekspresi masyarakat yang menerima bantuan menurut Rida, tak dapat dilukiskan bagaimana bahagianya mereka.

Di lapangan tambah pengacara ini, ketinggian lumpur memang luar biasa. Rumah-rumah digenangi lumpur dan tertutup hingga atap, bahkan banjir menutupi hingga ketinggian pohon sawit.  

Hal menyedihkan lainnya para pengungsi tak mendapatkan tempat yang layak, mereka terpaksa di tenda, atau di rumah namun berisikan puluhan orang, atau di masjid dan di fasilitas publik yang masih bisa dipergunakan. 

"Jadi hancur, dan untuk listerik pun sempat menyala tapi  hanya satu jam. Tak ada yang dapat dilakukan, mereka sangat membutuhkan bantuan makanan, kalau pakaian menurut mereka tak butuh lagi, satu-dua pasang pakaian sudah cukup. Yang penting saat ini adalah makanan, minuman, air bersih," katanya. Saat tiba di sana tambahnya, saat itu sudah memasuki hari ke-19 bencana terjadi namun permasalahan dasar seperti air bersih pun tidak tersedia. 

Ridayanti menilai pemulihan daerah bencana itu akan  memakan waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan. Karena kondisi lumpur yang menghantam, telah mengeras. Tanaman-tanaman yang tertimbun mengalami kerusakan, belum lagi kerusakan rumah, fasilitas umum dan lain-lain. 

"Jadi kalau tak ditetapkan sebagai bencana nasional, kami pesimis 10 tahun kedepan bisa terbangun lagi," keluhnya sedih. (HSY)


 Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Tujuh Warga Masyarakat Pekanbaru Teriak Minta Pertolongan Presiden Prabowo

Data BPS, Nilai Tukar Petani Riau Turun 3,38 Persen

Raih Penghargaan Adipura, Walikota Dumai H Paisal Ukir Sejarah Di Masa Kepemimpinannya

Gelar Rapat Papirpuna DPRD, APBD Siak 2022 Capai Rp2,031 Triliun

Atasi Karhutla, Babinsa Se-Kecamatan Bukit Kapur Konvoi Patroli

Pengurus DPC PJS Pekanbaru Resmi Dikukuhkan, Ini Harapan Ketua DPC PJS Pekanbaru

Komitmen Berantas Mafia Tanah, Dr YK Yakin Kepada Polda Riau

Pidsus Kejati Riau Tinjau Lokasi Proyek Jalan Di Kampar

Data BPS, Nilai Tukar Petani Riau Turun 3,38 Persen

HUT KPI ke-5, RU Dumai Gelar Syukuran dan Santuni Panti Asuhan Az-Zahra

Sertijab Kasat Lantas, Ini Pesan Kapolres Inhu

Polda Riau Gelar Vaksin Merdeka, Kapolda: Tren Positifity Dari 31 Persen Menjadi 6 Persen

Terkini +INDEKS

21 Mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

12 Maret 2026
Dirut Agrinas Absen Rapat DPR, Polemik Program Koperasi Desa Merah Putih Menguat
12 Maret 2026
Sah..Usai Terima SK DPC Pekanbaru S Hondro Siap Berbenah
12 Maret 2026
Warga Israel Berebut Keluar Negeri, Bandara Ben Gurion Kacau Usai Rudal Iran Hujani Tel Aviv
11 Maret 2026
Guru Karawang Gugat Negara ke MK, Anggaran Pendidikan Diduga Tergerus Program Makan Bergizi Gratis
11 Maret 2026
252 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Dihentikan Sementara, BGN Temukan Pelanggaran
10 Maret 2026
Safari Ramadan di Dumai, PT Krakatau Bandar Samudra Santuni Yatim dan Pererat Kolaborasi Stakeholder Pelabuhan
06 Maret 2026
Bea Cukai Dumai Tegaskan Kooperatif dan Transparan, Serahkan Dokumen Lengkap kepada Kejagung dalam Penyidikan Kasus CPO
05 Maret 2026
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
05 Maret 2026
Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan
05 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan

Dibaca : 254 Kali
Kasus Laka Maut Bukit Datuk Dumai, Anak Korban Resmi Gandeng Pengacara, Proses Hukum Dikawal Ketat
Dibaca : 302 Kali
Aktivis dan Pengamat pendidikan Riau, Minta PLT Gubernur Riau Segera Copot Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Dibaca : 1504 Kali
kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai: Insan Pers Terus Menjadi Mitra Dalam Menyebarluaskan Informasi
Dibaca : 223 Kali
Dua Bersaudara Harumkan Dumai di Kejuaraan Karate Piala Dandim 0320, Deretan Prestasi Nasional Ikut Mengiringi
Dibaca : 313 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved