• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Jack Ma Mundur dari Perusahaan Internet Terbesar di Dunia 'Alibaba', Rebecca Fannin : "Ia tidak ada duanya"

PantauNews

Rabu, 11 September 2019 18:35:00 WIB
Cetak


Dumai (PantauNews.co.id) - Pemimpin Alibaba, Jack Ma, mundur dari perusahaan yang didirikannya pada Selasa (10/09/2019) kemarin, momen yang menandai berakhirnya sebuah era pada perusahaan tersebut.

Ia mendirikan Alibaba pada tahun 1999 dan sejak itu perusahaannya menjelma menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di dunia.

Keberhasilan dan gayanya yang penuh semangat membuat Jack menjadi salah satu pengusaha asal China yang paling terkenal.

Daniel Zhang, yang menjabat sebagai direktur utama, menggantikannya sebagai presiden direktur.

Perusahaan tersebut kini bernilai US$480 miliar (sekitar Rp6.750 triliun), di mana Jack menjadi pria terkaya di China dengan kekayaan senilai US$38,6 miliar (sekitar Rp542 triliun) menurut majalah Forbes.

Ia juga menjadi pendiri pertama di antara generasi pengusaha internet terkemuka di China yang mundur dari perusahan yang dibangunnya.

"Saya rasa akan sangat sulit menggantikan sosok seperti Jack Ma," ungkap Rebecca Fannin, penulis buku tentang raksasa teknologi China. "Ia tidak ada duanya. Ia adalah Steve Jobs-nya China."

Siapa Jack Ma?

Lahir di tengah keluarga miskin di timur Hangzhou, Jack memulai karirnya sebagai seorang guru.

Ia membeli komputer pertamanya saat berusia 33 tahun dan terkejut saat tak ada merek bir China yang muncul saat ia mencoba mencari kata "beer" pada mesin mencari online.

Tanpa latar belakang ilmu komputer, Jack mendirikan Alibaba di apartemennya, setelah meyakinkan sejumlah temannya untuk berinvestasi pada usaha pasar online (marketplace) ciptaannya.

Itu bukan kali pertamanya mencoba untuk mendirikan sebuah perusahaan start-up.

"Alibaba adalah upaya ketiganya di perusahaan, ia pernah dua kali mencoba sebelumnya," ungkap Duncan Clark yang telah menulis buku tentang Jack dan juga merupakan kepala konsultan investasi BDA China.

"Ia cukup awal melihat potensi menjanjikan internet, namun butuh waktu lama baginya untuk memiliki 'kendaraan' yang diperlukan."

Selama bertahun-tahun, Alibaba tumbuh dari sebuah pasar online menjadi raksasa e-commerce dengan lini usaha bervariasi, dari layanan keuangan hingga kecerdasan buatan (AI).

Awalnya, Alibaba didirikan sebagai platform jual-beli bagi para pengusaha, sebelum melebarkan sayapnya menjadi e-commerce bagi konsumen pada tahun 2003 dan kemudian meluncurkan platform pembayaran digital, Alipay.

Minimnya latar belakang teknologi dan tanpa adanya kekuatan pendanaan, Clark mengatakan bahwa kharisma dan visi strategis menjadi modal terbesar seorang Jack Ma.

"Pesonanya menjadi bagian besar dari kepemimpinannya, kemampuannya untuk meyakinkan orang, baik itu konsumen, pegawai, atau pun para pemegang saham yang kritis," katanya.

Sang penulis pertama kali bertemu Jack dua dekade lalu dan pengusaha ulung itu berkata bahwa ia berencana menjadikan Alibaba sebagai satu dari 10 perusahaan internet terbesar di dunia dalam sepuluh tahun.

"(Hal itu) semacam ambisi yang tidak mungkin terwujud, tapi entah bagaimana ia berhasil membuat orang mempercayai itu," ujar Clark.

Jack kemudian memang berhasil menjadikan Alibaba sebagai perusahaan internasional kelas berat dan nilai sahamnya di New York kala itu mencatatkan rekor sebagai penjualan saham perdana ke publik dengan nilai terbesar di dunia.

Awal tahun ini, ia menunjukkan dukungannya terhadap "sistem 996" di mana karyawan diharapkan dapat bekerja 12 jam per hari, enam hari seminggu--sebuah topik perdebatan panas di media China.

Pebisnis flamboyan itu juga dikenal karena menikmati posisinya yang menjadi pusat perhatian. Pada sebuah acara Alibaba tahun 2017, Jack tampil dengan mengenakan kostum bertema Michael Jackson.

Apa yang akan dilakukan Jack Ma?

Pria berusia 55 tahun itu diperkirakan akan memfokuskan diri pada kegiatan amal dan pendidikan setelah mundur dari posisinya.

Clark mengatakan bahwa Jack telah secara bertahap membawa para pakar teknologi dan keuangan ke perusahaannya, dan baru-baru ini, Jack telah "secara sadar menyingkir perlahan".

Langkah-langkah itu diduga dilakukan untuk memastikan proses transisi yang mulus bagi Alibaba ke masa depan tanpa pendirinya.

Tenang, sederhana dan dikenal menghindari sorotan, Daniel Zhang sangat berbeda dari sosok pendahulunya.

Di dalam Alibaba, Daniel kabarnya dikenal dengan sebutan Xiaoyaozi, sebuah nama karakter novel bela diri China. Nama itu berarti "yang tidak terkekang"--seseorang yang berada di luar pertarungan, namun mahir dalam melatih orang lain.

Reputasi tersebut akan berguna ketika ia harus mengendalikan Alibaba mengarungi masa-masa terberatnya. Pasar China, di mana dua pertiga keuntungan Alibaba berasal, tengah melemah.

Di saat bersamaan, upaya untuk melakukan ekspansi global juga tengah menghadapi kesulitan.

Pengawasan AS terhadap perusahaan-perusahaan China menghalangi pertumbuhan Alibaba di Barat. Di beberapa kawasan Asia Tenggara dan India, para pengamat mengatakan bahwa memahami cara kerja pasar lokal dan bagaimana bekerja dengan pekerja lokal menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asal China itu.

Kemudian juga terdapat penundaan penjualan saham ke publik di Hong Kong yang kabarnya disebabkan aksi unjukrasa pro-demokrasi di sana.

Meski demikian, mungkin, tantangan terbesar bagi Daniel adalah untuk bisa memenuhi ekspektasi citra seorang Jack Ma, sebagai sosok yang menikmati penghormatan dan kasih sayang dari pegawainya, begitu juga masyarakat internasional.

Sumber : inilah.com



[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

PAC Pemuda Pancasila Bagi bagi Takjil Berbuka Puasa

Belum Launching, Komunitas Tingwe 3421 di Cimone Jaya Kota Tangerang Diserbu Pembeli

Netizen Penghina Risma Ditangkap di Bogor

GRIB JAYA Dumai Berkomitmen Lawan Politik Uang, Siapkan Langkah Strategis di Lapangan

Acap Diadakan Reses Anggota DPRD, Namun Sejak dari Tahun 1992 Jalan di Kelurahan Bagan Besar Masih Cukup Memprihatinkan

Dikejar dan Acungkan Pistol ke Polisi, Dua Bandar di Dumai Ditembak Mati

Angin Puting Beliung Hantam Bangunan SMPN 5 Lamba Leda

PT KPI RU Dumai Lakukan Penanaman 1.000 Pohon, Hasil Dari Antusias Masyarakat Mengikuti Program Sedekah Jelantah

Ade Armando Bikin Petisi Desak Presiden Jokowi Pecat Menteri Yasonna Laoly

Rayakan HUT Kemenkumham RI Ke-79, Rutan Dumai dan DWP Gelar Bakti Sosial

Menjaga Keamanan dan Ketertiban Menjelang Pemilihan Kepala Daerah, Polsek Dumai Barat Gelar FGD

Tanpa Walikota , Dumai Expo 2019 Resmi Ditutup Asisten III Setda Dumai

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 226 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1887 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 502 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved