PILIHAN
Kearagonan Kepsek SMPN 15 Dumai, Berujung Mosi Tidak Percaya
![]() |
| Foto Kepala SMPN 15 Dumai, Elly Sukelawati (Baju Merah motif bunga sebelah kanan nomor dua) bersama para guru saat kegiatan Pasentren Kilat bebeberapa bulan yang lalu. (Sumber Foto : Net) |
Dumai, Pantaunews.co.id - Mosi tidak percaya adalah sebuah prosedur parlemen yang digunakan kepada parlemen oleh parlemen oposisi dengan harapan mengalahkan atau mempermalukan sebuah pemerintahan.
Ternyata bukan diparlemen saja ada istilah ‘mosi tidak percaya’, Kepala SMPN 15 Dumai, Elly Sukarelawati Simangunsong (ESS) disurati dengan Mosi Tidak Peraya oleh sejumlah tenaga pengajar dan wali murid yang diduga berawal dari kearoganan seorang kepala sekolah tersebut.
Mosi Tidak Pecaya terhadap ESS dengan pembubuhan tanda tangan sejumlah tenaga pengajar dan wali murid ini, dilanjutkan kepada Walikota Dumai, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dumai, Ketua DPRD Dumai dan juga Ketua DPH LAMR Dumai.
Pantauan awak media, sekolah yang berada di Kelurahan Bukit Timah ini, ESS yang sebelumnya juga pernah dilaporkan ke Bawaslu Kota Dumai terkait netralitas ASN saat masa kampanye Pemilu Pileg 17 April 2019 silam.
Ketika dikonfirmasi Zulherman, Ketua Komite SMPN 15 membenarkan bahwa adanya mosi tidak percaya kepada ESS.
Zulherman yang juga ikut menandatangani petisi mosi tidak percaya ini, juga menyesalkan adanya aksi tersebut.
“Memang benar adanya pembubuhan tanda tangan mosi tidak percaya sejumlah tenaga pengajar dan wali murid kepada Kepala Sekolah SMPN 15 Dumai, saya juga ikut mendukung agar persoalan ini dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana,†ujar Zulherman saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, H. Asyari dan Kepala Bidang Pendidikan SMP, Sarwono belum berhasil dihubungi, Jumat (09/08).
Informasi yang terangkum oleh awak media bahwa benar adanya pengaduan oleh sejumlah wali murid dan tenaga pengajar SMPN 15 Dumai dan dibenarkan adanya surat masuk dari Disdikbud Kota Dumai melalui Bagian Umum pada tanggal 23 Juli 2019.
“Ibu Elly itu orangnya arogan dan tidak transparan dalam penggunaan Dana Bos, dan ini dapat dikonfirmasi kepada seluruh pengurus Komite SMPN 15 Dumai dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan Dana Bos,â€ujar salah satu pengurus Komite SMPN 15 Dumai yang enggan disebutkan namanya, Jumat (09/08) saat dikonfirmasi.
Dengan adanya surat yang sudah dilayangkan kepada instansi yang berwenang dalam penanggangan persoalan ini, sejumlah tenaga pengajar dan wali murid mempertanyakan kelanjutan aduannya.
Informasi yang terpercaya, bahwa ESS sudah dipanggil oleh Disdikbud Kota Dumai terkait aduan tersebut dan LAMR Dumai juga ikut telah menanggapi persoalan kepada dunia pendidikan yang ada dikota Dumai.
Ketika dikonfirmasi ESS, Kepsek SMPN 15 Dumai ini mempersilahkan mendatangi ke sekolah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut Senin (12/08) mendatang. (Tim/Red)








Berita Lainnya
Apakah Pihak Perusahaan yang Dipersalahkan, Jalan Purnama - Lubuk Gaung Langganan Macet ?
Berikan Edukasi Kepada pelajar, Kamsel Satlantas Polres Dumai Sampaikan Pesan Keselamatan
Pemerhati 'Ingatkan' ke Kajari Dumai, Terkait Kasus Dugaan Mark Up Bandwidth Diskominfo pada Tahun 2019 Silam
Man Boww : Menyulap Barang Bekas Menjadi Sepeda Rakit Dayung.
Aktivis Larshen Yunus Segera Siapkan 'Tumpeng', Ucapakan Selamat Datang Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal
DPRD Kota Tangerang Serahkan Rekomendasi LKPj Walikota
Siapa Pemilik Cek Rp 35,9 M yang Ditemukan Cleaning Service Bandara Soetta?
Idul Adha 1446 Tahun 2025, DLH Rohil Mantap Sembelih 13 Ekor Hewan Kurban, Target 15 Ekor Jelang Hari H
Mahasiswa Papua se Jateng Deklarasikan Anti Miras
Anggota DPRD Kubu Raya: Perempuan Berperan Penting Dalam Pembangunan
Dampak Pandemi Covid-19 di Kota Dumai, Ada 20 Ribu KK Menerima Bantuan Sembako
Polres Dumai Ikuti Upacara Hari Bhayangkara Ke-74 Secara Virtual