• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Hukrim
  • Dumai

Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan

PantauNews

Kamis, 23 April 2026 00:46:00 WIB
Cetak

PANTAUNEWS, DUMAI —  Ratusan  warga yang tergabung dalam Forum Pejuang Tanah Sudirman (FPTS) menggelar aksi di depan Kantor Pertamina Hulu Rokan( PHR)  , Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai , Rabu (22/4/2026), menuntut kejelasan dan pengembalian hak atas tanah yang selama ini mereka tempati di sepanjang Jalan Sudirman koya Dumai -Riau. 

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ia adalah akumulasi kekecewaan warga yang merasa hak kepemilikannya “dihapus secara administratif” setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN) oleh Kementerian Keuangan dan Pertamina Hulu Rokan (PHR). 

Di bawah terik matahari, suara lantang massa menggema. Spanduk-spanduk tuntutan dibentangkan, menegaskan satu hal: negara dinilai hadir bukan sebagai pelindung, melainkan sebagai pihak yang mengambil alih ruang hidup masyarakat. 

Konflik yang Mengakar 

Persoalan ini berawal dari klaim negara atas lahan di sepanjang Jalan Sudirman swpanjang 100 meter kiri kanan  jalan  yang selama puluhan tahun telah dihuni dan dikelola masyarakat. Penetapan sebagai BMN berdampak langsung pada pemblokiran akses administrasi pertanahan, termasuk pengurusan dan penerbitan sertifikat. 

Akibatnya, warga tidak hanya kehilangan kepastian hukum, tetapi juga terjebak dalam ketidakpastian ekonomi. Tanah yang sebelumnya memiliki nilai kini menjadi “beku”—tidak bisa diagunkan, diperjualbelikan, bahkan diwariskan secara sah. 

“Ini bukan sekadar tanah, ini soal kehidupan kami,” teriak salah satu peserta aksi. 

Desakan Tiga Tuntutan Utama 

Dalam aksinya, FPTS membawa tiga tuntutan tegas: 

• Mengembalikan hak atas tanah masyarakat yang diblokir akibat status BMN 

• Membatalkan surat dari Kementerian Keuangan terkait penetapan kawasan sebagai BMN 

• Membuka kembali akses pengurusan sertifikat tanah bagi warga melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) 

Bagi warga, kebijakan ini dinilai sepihak dan tidak mempertimbangkan fakta sosial di lapangan. 

Jalur Politik dan Administratif Ditempuh 

Sebelum turun ke jalan, FPTS telah menempuh berbagai upaya formal. Mereka mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Provinsi Riau, yang turut menghadirkan Biro Hukum Setdaprov Riau, pihak PHR, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) baik tingkat provinsi maupun Kota Dumai. 

Tak hanya itu, perwakilan warga juga telah bertemu dengan Direktur Penilaian Kekayaan Negara (PKN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) guna mencari solusi atas sengketa ini. 

Namun hingga kini, belum ada keputusan konkret yang mampu menjawab keresahan masyarakat. 

DPRD Riau Pasang Badan 

Komisi I DPRD Provinsi Riau menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan warga. Mereka menilai persoalan ini harus diselesaikan secara adil dengan mempertimbangkan aspek historis dan sosial masyarakat yang telah lama menempati kawasan tersebut. 

DPRD juga mendesak agar pemerintah pusat tidak gegabah dalam menetapkan status aset tanpa verifikasi menyeluruh di lapangan. 

Negara vs Rakyat? 

Kasus ini membuka kembali perdebatan klasik: ketika negara mengklaim aset, di mana posisi rakyat yang telah lebih dulu hidup dan menggantungkan masa depannya di atas tanah tersebut? 

Jika tidak ditangani secara bijak, konflik ini berpotensi menjadi bom waktu sosial di Dumai. 

Aparat Siaga, Situasi Kondusif 

Di tengah memanasnya isu, Polda Riau memastikan kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban. Aparat tampak berjaga selama aksi berlangsung untuk mengantisipasi potensi gesekan. 

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi berjalan relatif tertib. 

Konflik tanah Sudirman  Kota Dumai kini menjadi ujian serius bagi pemerintah—apakah mampu menghadirkan keadilan, atau justru memperdalam jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.
 


Sumber : Pantaunews /  Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Polda Riau Musnahkan 82,94 Kg Sabu

Dipolisikan Fredy Kusnadi, Dino Patti Djalal: Dalang Sindikat Mulai Panik

Gara-gara Fortuner, Pemuda Ini Tega Gugat Ibu Kandung di PN Salatiga

Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai Kembali Bekuk Dua Tersangka Pengedar Sabu

Larshen Yunus: Putusan Hakim PN Pekanbaru Tak Rasional dan Ciderai Citra Polri

Terkait Tenaga Kerja, Hakim PHI Menangkan Gugatan LBH Hm. Fozanolo Laia

Satu Orang Pria di Inhu Tewas Usai Ditikam

Aktivis 98 Erwin Sitompul: Penangkapan Gubernur Riau Jadi Peringatan bagi Pemimpin yang Zalim

Gunakan Uang Palsu Bayar Teman Kencan, Seorang Pria Diamankan Polisi

Polsek Bukit Kapur Ringkus Satu Orang Tersangka Kasus Perjudian Jenis Togel

Datang dari NAD ke Inhu, Iir Jadi Pengedar Sabu

Tragedi kecelakaan kerja di PT Kilang Pertamina Internasional, FAP Tekal siap menyurati Ketua DPRD Kota Dumai

Terkini +INDEKS

Merasa Bahagia dan Bangga diIkut Sertakan Tarian Zapin Bagan, Pengawas Dlh Rohil Berikan Klarifikasi

24 Juli 2026
STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Gandeng Guru Besar UIN Suska Riau
24 Juli 2026
Melebihi Standar, Kabupaten Rohil Berhasil Pecahkan Rekor MURI Melalui Tari Sapin Bagan
24 Juli 2026
Jawaban Bupati Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Pandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Rohil Atas Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Rapat Paripurna DPRD Rohil Dengan Agenda Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Oleh Bupati
21 Juli 2026
Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi
20 Juli 2026
STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Pembekalan Dosen dan Mahasiswa KKN-PPL Angkatan XIV
20 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026
Cari Pengalaman dan Harumkan Nama Kampus, Mahasiswa STAI Ar-Ridho Ikuti KKN Internasional KIPSM 2026 di Malaysia
18 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 309 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 306 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 240 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 354 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 389 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved