• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Hukrim
  • Dumai

Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan

PantauNews

Kamis, 23 April 2026 00:46:00 WIB
Cetak

PANTAUNEWS, DUMAI —  Ratusan  warga yang tergabung dalam Forum Pejuang Tanah Sudirman (FPTS) menggelar aksi di depan Kantor Pertamina Hulu Rokan( PHR)  , Jalan Soekarno-Hatta Kota Dumai , Rabu (22/4/2026), menuntut kejelasan dan pengembalian hak atas tanah yang selama ini mereka tempati di sepanjang Jalan Sudirman koya Dumai -Riau. 

Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ia adalah akumulasi kekecewaan warga yang merasa hak kepemilikannya “dihapus secara administratif” setelah kawasan tersebut ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN) oleh Kementerian Keuangan dan Pertamina Hulu Rokan (PHR). 

Di bawah terik matahari, suara lantang massa menggema. Spanduk-spanduk tuntutan dibentangkan, menegaskan satu hal: negara dinilai hadir bukan sebagai pelindung, melainkan sebagai pihak yang mengambil alih ruang hidup masyarakat. 

Konflik yang Mengakar 

Persoalan ini berawal dari klaim negara atas lahan di sepanjang Jalan Sudirman swpanjang 100 meter kiri kanan  jalan  yang selama puluhan tahun telah dihuni dan dikelola masyarakat. Penetapan sebagai BMN berdampak langsung pada pemblokiran akses administrasi pertanahan, termasuk pengurusan dan penerbitan sertifikat. 

Akibatnya, warga tidak hanya kehilangan kepastian hukum, tetapi juga terjebak dalam ketidakpastian ekonomi. Tanah yang sebelumnya memiliki nilai kini menjadi “beku”—tidak bisa diagunkan, diperjualbelikan, bahkan diwariskan secara sah. 

“Ini bukan sekadar tanah, ini soal kehidupan kami,” teriak salah satu peserta aksi. 

Desakan Tiga Tuntutan Utama 

Dalam aksinya, FPTS membawa tiga tuntutan tegas: 

• Mengembalikan hak atas tanah masyarakat yang diblokir akibat status BMN 

• Membatalkan surat dari Kementerian Keuangan terkait penetapan kawasan sebagai BMN 

• Membuka kembali akses pengurusan sertifikat tanah bagi warga melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) 

Bagi warga, kebijakan ini dinilai sepihak dan tidak mempertimbangkan fakta sosial di lapangan. 

Jalur Politik dan Administratif Ditempuh 

Sebelum turun ke jalan, FPTS telah menempuh berbagai upaya formal. Mereka mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I DPRD Provinsi Riau, yang turut menghadirkan Biro Hukum Setdaprov Riau, pihak PHR, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) baik tingkat provinsi maupun Kota Dumai. 

Tak hanya itu, perwakilan warga juga telah bertemu dengan Direktur Penilaian Kekayaan Negara (PKN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) guna mencari solusi atas sengketa ini. 

Namun hingga kini, belum ada keputusan konkret yang mampu menjawab keresahan masyarakat. 

DPRD Riau Pasang Badan 

Komisi I DPRD Provinsi Riau menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan warga. Mereka menilai persoalan ini harus diselesaikan secara adil dengan mempertimbangkan aspek historis dan sosial masyarakat yang telah lama menempati kawasan tersebut. 

DPRD juga mendesak agar pemerintah pusat tidak gegabah dalam menetapkan status aset tanpa verifikasi menyeluruh di lapangan. 

Negara vs Rakyat? 

Kasus ini membuka kembali perdebatan klasik: ketika negara mengklaim aset, di mana posisi rakyat yang telah lebih dulu hidup dan menggantungkan masa depannya di atas tanah tersebut? 

Jika tidak ditangani secara bijak, konflik ini berpotensi menjadi bom waktu sosial di Dumai. 

Aparat Siaga, Situasi Kondusif 

Di tengah memanasnya isu, Polda Riau memastikan kesiapan menjaga keamanan dan ketertiban. Aparat tampak berjaga selama aksi berlangsung untuk mengantisipasi potensi gesekan. 

Meski berlangsung dengan tensi tinggi, aksi berjalan relatif tertib. 

Konflik tanah Sudirman  Kota Dumai kini menjadi ujian serius bagi pemerintah—apakah mampu menghadirkan keadilan, atau justru memperdalam jurang ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.
 


Sumber : Pantaunews /  Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Polres Dumai dan Bhayangkari Bagikan Sembako Untuk Masyarakat

Komitmen Perangi Narkoba, Polres Rohil Musnahkan Barang Bukti Sabu- Sabu Dengan Berat Bersih 79,98 Kg

Arogansi Security DIC Berbuntut Panjang, Masyarakat Hukum Adat Dumai Bawa Kasus ke DPRD

Pelaku 'Pembobol Dana Umat' ini Resmi Ditahan, Berikut Ungkapan Kajari Dumai

LAMR Kota Dumai Hadiri Deklarasi Kampung Bebas Narkoba, Dukung Peringatan Hari Bhayangkara ke-79

Penuh Catatan Kriminal, Satu Anggota KKB Tewas Ditembak Aparat TNI-Polri

Kurang Dari 24 Jam, Polsek Dumai Timur Amankan 2 Pelaku Curat

Terkait Tenaga Kerja, Hakim PHI Menangkan Gugatan LBH Hm. Fozanolo Laia

Membongkar Jejak Kosmetik Ilegal: Kasus Penggerebekan Gudang di Pekanbaru Riau

Imam Nahrawi Divonis 7 Tahun dan Hak Politik Dicabut 4 Tahun

Sontak Warga Kaget, Melihat Kapolres Dumai 'Berjibaku' Menolong Korban Lakalantas

Aktivis Anti Korupsi Minta Seret Pelaku Lain Skandal Kasus Mantan Bupati Bengkalis

Terkini +INDEKS

Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan

23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026
Wakil Ketua DPRD Rohil Maston Gelar Reses di Desa Bagan Sinembah Barat
21 April 2026
Reses Di Bagan Punak Meranti, Anggota DPRD Rohil Sutiyo Pramono Jalin Silaturahmi
21 April 2026
Komut PT PPN Tinjau Operasional Kilang Pertamina Dumai, Tekankan Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
20 April 2026
Undang Kaum Milenial, Reses Anggota DPRD Rohil Partai PKS Herkoni, S.Pd.l Sampaikan Bahaya Narkoba
20 April 2026
Pasar Murah Digelar Koperasi Merah Putih Teluk Binjai, Warga Berburu Minyak Goreng di Tengah Harga Melonjak
18 April 2026
Warga dan PPN RU II Dumai Laksanakan Gotong Royong Bersama , R. Cepih H.N : Pentingnya Menjaga Silaturahmi
18 April 2026
Laka Kerja Di PT Ivo Mas Tunggal Tinggalkan Duka Mendalam, Ismunandar : Dugaan Kelalaian Atau Kesengajaan
18 April 2026

Terpopuler +INDEKS

FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses

Dibaca : 1124 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 701 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 898 Kali
Diduga Abai Keselamatan, Jalur Licin Ramayana Dumai Kembali Makan Korban
Dibaca : 278 Kali
Apical Wujudkan Kebersamaan Lewat Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Duma
Dibaca : 521 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved