• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Opini
  • Pekanbaru

The Power of "Hedonisme"

PantauNews

Ahad, 31 Maret 2024 11:58:48 WIB
Cetak
Wahyudi El Panggabean

"Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas 'kekuasaan' yang korup..." (Julius Caesar_Pemimpin Militer dari Romawi). 

PANTAUNEWS.CO.ID, PEKANBARU - TANGGAl 29, yang hanya muncul sekali lima tahun-an di bulan Februari,  jadi catatan
manis politik Regional-Riau, tahun ini. 

Bagi SF Haryanto, selaku birokrat misalnya, Kamis nan indah itu, adalah hari keberuntungan, kala Mendagri, Tito Karnavian, melantiknya sebagai Pejabat Gubernur Riau. 

Acara pelantikan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, bukan saja, menyentakkan banyak pihak. Juga bukti "ketangguhan" seorang SF Haryanto. 

Setidaknya, ingatan publik Riau, masih membekas jejak-jejak digital seputar gaya hidup keluarga SF Haryanto, saat masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda Riau). Yang dinilai nun jauh dari  dialektika cerminan Melayu: sederhana, adem & religius. 

Sebuah ironi pun, kembali mengemuka. Klimaksnya: Persis sebelas bulan sebelum melantik SF Haryanto, Tito Karnavian sendirilah yang sesumbar kepada pers: 

"Saya telah perintahkan Inspektorat periksa Sekda Riau, SF Haryanto," katanya seraya menyinggung berita viral putri SF Haryanto, yang ber-Ultah di Hotel Berbintang-5 dengan sedotan fulus, kisaran Rp 500 juta. 

Merespon berita viral hedonisme putrinya kala itu, SF Haryanto berujar enteng: "Hanya ultah di ruko. Bukan di Hotel Mewah". 

Padahal, media-media profesional yang  menyebut acara ultah putrinya itu, diselenggarakan dengan acara "wah" di Ritz Carton Hotel, Jakarta. Heboh. Hedonisme itupun viral di berbagai media. 

Tetapi, perbincangan hedonisme itu pun, akhirnya,  bagai banjir bandang doank. Hanya sekejap. 

Lantas, pemberitaan pun langsung sepi. Menyusul,  pemeriksaan di Inspektorat Kemendagri, itu pun tiba-tiba senyap. 

Nah, serangan kembali muncul. Kali ini, tentang dugaan plesiran dan plexing istrinya, saat berlibur ke luar negeri. 

Tuduhan pihak anti-hedonis menyasar tas pribadi yang ditenteng sang-Istri, ber-merek "Hermes". Harganya, ditaksir mencapai Rp 650 juta. 

Tak hanya menuai berita viral. Malah, vulgar. Hingga institusi Anti-Rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kontan: berreaksi. 

SF Haryanto dan istri, keburu dipanggil KPK. Mereka dimintai klarifikasi, seputar gaya hidup: supermewah itu. Pers pun kembali heboh se-jagad. 

Lagi-lagi, SF Haryanto, dengan remeh menyebut, tas yang dipakai istrinya, hanya barang "KW" yang di beli di Kawasan Mangga-Dua, Jakarta. 

"Hanya barang 'kawe' harganya juga cuma dua jutaan. Tetapi, karena istri saya yang make, dikira barang mewah. Coba kalau wartawan yang make. Pastilah diyakini barang murahan," katanya menohok telinga wartawan. 

Gaya bicara SF Haryanto itu,  tidak hanya ditengarai melakukan pembohongan publik atas komentarnya itu. Malah, salah satu organisasi pers melaporkannya ke Polda Riau atas penghinaan terhadap wartawan. 

Tetapi, SF Haryanto memang piawai. Baik ihwal pemamggilan KPK, pun laporan ke Polda Riau, ujung-ujungnya, kembali sepi. 

Padahal, media berita sekelas Kompas.Com, perlu membentuk Tim Investigasi, mengungkap fakta di balik dugaaan klarifikasi hoax itu. 

Seperti diberitakan kemudian, investigasi jurnalis yang menyisir toko-toko penjualan  tas "KW" itu, mengungkap informasi bertolak belakang dengan klarifikasi SF Haryanto. 

Tak pelak. Ketua Umum, Relawan Indonesia Bersatu, Lisman Hasibuan, pun merespon. Ia melaporkan SF Haryanto ke Bareskrim, Mabes Polri atas dugaan melakukan pembohongan publik. 

Begitu seru. Begitu hebohnya. Dari maraknya pemberitaan Media On-Line hingga ambisi para Conten Creator di Channel-Channel You Tube. Wajah SF Haryanto beserta istri dan putrinya, ter-promosi gratisan. 

Dari dunia Medsos beranjak ke demo Komunitas Melayu Anti-Hedonis, semarak popularitas putri & istri Sekda Riau. Ramai bangeeettt. Sayang, ending-nya, juga: lenyap. 

Akumulasi masalah tuduhan hedonis dan plexing inilah kemudian yang membuat Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) menolak pengusulan SF Haryanto menjadi Pejabat Gubernur Riau. 

Malah, Pimpinan Komunitas Melayu Riau yang mengutamakan marwah itu, mengancam akan melakukan aksi demo setiap pekan andai SF Haryanto disetujui jadi Pejabat Gubernur Riau. 

Nyatanya, gema  ancaman komunitas masyarakat Riau itu tidak sampai ke istana. 

Tanggal, 29 Februari 2024, semua riak protes dan berita viral tentang tuduhan hedonisme itu mewujud jadi resistensi, saat SF Haryanto dilantik jadi Pejabat Gubernur Riau. 

Tampaknya, gaya hidu hedon, justru mewujud jadi kekuatan. "The Power of Hedonisme". 

Pelantikan itu, sekaligus mencatat sejarah baru dalam perebutan kursi Gubernur Riau sepanjang provinsi ini berdiri. 

"Tahun inilah Pejabat yang menduduki "Kursi" Gubernur muncul dari keluarga yang dituduh menganut hedonisme," ungkap seorang politisi senior. 

Lantas, bagi jurnalis, apa yang urgen dilakukan? Kesatu,  mesti dipahami, gejala awal dari dugaan korupsi mengemuka dari gaya hidup. Hedonisme adalah salah satu buah dari korupsi. 

Bagi jurnalis yang masih setia pada profesi yang kewenangannya diberi undang-undang untuk melakukan kontrol dan mendorong penegakan supremasi hukum, semoga terpanggil untuk mengawasi aktivitas pembangunan di Riau. 

Kedua, jurnalis sudah semestinya melakukan investigasi secara intensif pada rute perjalanan jabatan para eksekutif ini di masa silam, yang selalu bersentuhan dengan sumber-sumber dana publik melaui pendanaan proyek. 

Tahun ini,  APBD Riau, berada di atas angka Rp 11 Trilyunan rupiah. Angka pantastis dari keringat rakyat itu,  sangat menggiur untuk flexing rutin dan melanggengkan  hedonisme.

Catatan: Wahyudi El Panggabean

 

TERKAIT
  • PDI Perjuangan Kota Dumai melaksanakan Bakti Sosial Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila
  • DPW PKS Provinsi Riau dan Partai Demokrat Dumai Bangun Komunikasi
  • Arif Fadhilah Mundur dari ASN dan Siap Hadapi Petahana


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

NIKMATNYA || SECANGKIR KOPI

Sudut Pandang Masyarakat Terhadap Partai Politik

Umat Akhir Zaman

Antara Modernitas dan Nostalgia: Kisah Warga Tepian Sungai Siak di Pekanbaru

PERJUANGAN || LOPER KORAN

Kenapa Lebih Senang Melaksanakan Rapat Malam hingga Dini Hari?

Gema

Mungkinkah Golkar Riau Musdalub Pasca Kalah Pilkada 2020? Ini Kata Pengamat

Tidak Ada Norma Hukum yang Mengatur Batasan Waktu Maksimal Pengisian Jabatan Wakil Kepala Daerah

Rancangan Peraturan Presiden tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas Sebuah Langkah Anti Demokrasi

Fenomena || Berorganisasi

Kemerdekaan Hakiki Impian Insan Pers

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1257 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 264 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 393 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 264 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved