• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Opini
  • Pekanbaru

The Power of "Hedonisme"

PantauNews

Ahad, 31 Maret 2024 11:58:48 WIB
Cetak
Wahyudi El Panggabean

"Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas 'kekuasaan' yang korup..." (Julius Caesar_Pemimpin Militer dari Romawi). 

PANTAUNEWS.CO.ID, PEKANBARU - TANGGAl 29, yang hanya muncul sekali lima tahun-an di bulan Februari,  jadi catatan
manis politik Regional-Riau, tahun ini. 

Bagi SF Haryanto, selaku birokrat misalnya, Kamis nan indah itu, adalah hari keberuntungan, kala Mendagri, Tito Karnavian, melantiknya sebagai Pejabat Gubernur Riau. 

Acara pelantikan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, bukan saja, menyentakkan banyak pihak. Juga bukti "ketangguhan" seorang SF Haryanto. 

Setidaknya, ingatan publik Riau, masih membekas jejak-jejak digital seputar gaya hidup keluarga SF Haryanto, saat masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda Riau). Yang dinilai nun jauh dari  dialektika cerminan Melayu: sederhana, adem & religius. 

Sebuah ironi pun, kembali mengemuka. Klimaksnya: Persis sebelas bulan sebelum melantik SF Haryanto, Tito Karnavian sendirilah yang sesumbar kepada pers: 

"Saya telah perintahkan Inspektorat periksa Sekda Riau, SF Haryanto," katanya seraya menyinggung berita viral putri SF Haryanto, yang ber-Ultah di Hotel Berbintang-5 dengan sedotan fulus, kisaran Rp 500 juta. 

Merespon berita viral hedonisme putrinya kala itu, SF Haryanto berujar enteng: "Hanya ultah di ruko. Bukan di Hotel Mewah". 

Padahal, media-media profesional yang  menyebut acara ultah putrinya itu, diselenggarakan dengan acara "wah" di Ritz Carton Hotel, Jakarta. Heboh. Hedonisme itupun viral di berbagai media. 

Tetapi, perbincangan hedonisme itu pun, akhirnya,  bagai banjir bandang doank. Hanya sekejap. 

Lantas, pemberitaan pun langsung sepi. Menyusul,  pemeriksaan di Inspektorat Kemendagri, itu pun tiba-tiba senyap. 

Nah, serangan kembali muncul. Kali ini, tentang dugaan plesiran dan plexing istrinya, saat berlibur ke luar negeri. 

Tuduhan pihak anti-hedonis menyasar tas pribadi yang ditenteng sang-Istri, ber-merek "Hermes". Harganya, ditaksir mencapai Rp 650 juta. 

Tak hanya menuai berita viral. Malah, vulgar. Hingga institusi Anti-Rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kontan: berreaksi. 

SF Haryanto dan istri, keburu dipanggil KPK. Mereka dimintai klarifikasi, seputar gaya hidup: supermewah itu. Pers pun kembali heboh se-jagad. 

Lagi-lagi, SF Haryanto, dengan remeh menyebut, tas yang dipakai istrinya, hanya barang "KW" yang di beli di Kawasan Mangga-Dua, Jakarta. 

"Hanya barang 'kawe' harganya juga cuma dua jutaan. Tetapi, karena istri saya yang make, dikira barang mewah. Coba kalau wartawan yang make. Pastilah diyakini barang murahan," katanya menohok telinga wartawan. 

Gaya bicara SF Haryanto itu,  tidak hanya ditengarai melakukan pembohongan publik atas komentarnya itu. Malah, salah satu organisasi pers melaporkannya ke Polda Riau atas penghinaan terhadap wartawan. 

Tetapi, SF Haryanto memang piawai. Baik ihwal pemamggilan KPK, pun laporan ke Polda Riau, ujung-ujungnya, kembali sepi. 

Padahal, media berita sekelas Kompas.Com, perlu membentuk Tim Investigasi, mengungkap fakta di balik dugaaan klarifikasi hoax itu. 

Seperti diberitakan kemudian, investigasi jurnalis yang menyisir toko-toko penjualan  tas "KW" itu, mengungkap informasi bertolak belakang dengan klarifikasi SF Haryanto. 

Tak pelak. Ketua Umum, Relawan Indonesia Bersatu, Lisman Hasibuan, pun merespon. Ia melaporkan SF Haryanto ke Bareskrim, Mabes Polri atas dugaan melakukan pembohongan publik. 

Begitu seru. Begitu hebohnya. Dari maraknya pemberitaan Media On-Line hingga ambisi para Conten Creator di Channel-Channel You Tube. Wajah SF Haryanto beserta istri dan putrinya, ter-promosi gratisan. 

Dari dunia Medsos beranjak ke demo Komunitas Melayu Anti-Hedonis, semarak popularitas putri & istri Sekda Riau. Ramai bangeeettt. Sayang, ending-nya, juga: lenyap. 

Akumulasi masalah tuduhan hedonis dan plexing inilah kemudian yang membuat Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) menolak pengusulan SF Haryanto menjadi Pejabat Gubernur Riau. 

Malah, Pimpinan Komunitas Melayu Riau yang mengutamakan marwah itu, mengancam akan melakukan aksi demo setiap pekan andai SF Haryanto disetujui jadi Pejabat Gubernur Riau. 

Nyatanya, gema  ancaman komunitas masyarakat Riau itu tidak sampai ke istana. 

Tanggal, 29 Februari 2024, semua riak protes dan berita viral tentang tuduhan hedonisme itu mewujud jadi resistensi, saat SF Haryanto dilantik jadi Pejabat Gubernur Riau. 

Tampaknya, gaya hidu hedon, justru mewujud jadi kekuatan. "The Power of Hedonisme". 

Pelantikan itu, sekaligus mencatat sejarah baru dalam perebutan kursi Gubernur Riau sepanjang provinsi ini berdiri. 

"Tahun inilah Pejabat yang menduduki "Kursi" Gubernur muncul dari keluarga yang dituduh menganut hedonisme," ungkap seorang politisi senior. 

Lantas, bagi jurnalis, apa yang urgen dilakukan? Kesatu,  mesti dipahami, gejala awal dari dugaan korupsi mengemuka dari gaya hidup. Hedonisme adalah salah satu buah dari korupsi. 

Bagi jurnalis yang masih setia pada profesi yang kewenangannya diberi undang-undang untuk melakukan kontrol dan mendorong penegakan supremasi hukum, semoga terpanggil untuk mengawasi aktivitas pembangunan di Riau. 

Kedua, jurnalis sudah semestinya melakukan investigasi secara intensif pada rute perjalanan jabatan para eksekutif ini di masa silam, yang selalu bersentuhan dengan sumber-sumber dana publik melaui pendanaan proyek. 

Tahun ini,  APBD Riau, berada di atas angka Rp 11 Trilyunan rupiah. Angka pantastis dari keringat rakyat itu,  sangat menggiur untuk flexing rutin dan melanggengkan  hedonisme.

Catatan: Wahyudi El Panggabean

 

TERKAIT
  • PDI Perjuangan Kota Dumai melaksanakan Bakti Sosial Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila
  • DPW PKS Provinsi Riau dan Partai Demokrat Dumai Bangun Komunikasi
  • Arif Fadhilah Mundur dari ASN dan Siap Hadapi Petahana


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pancasila dan Pembumian Sikap Toleransi Beragama

MERANTAU

Rapid Test

KOTA KU

Kenapa Lebih Senang Melaksanakan Rapat Malam hingga Dini Hari?

Sempat Langka Cukup Lama, Presiden Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng

PESIAR || PANTAI SELAT BARU

Prof || Riau Berduka

Dukungan Sanksi Pemecatan Sari Antoni Semakin 'Mengganas', Thabrani Al-Indragiri: Pak Syamsuar, Anda Itu Ketua Golkar Riau

Harga BBM Meningkat Berdampak Terhadap APBN dan Mendorong Terjadinya Inflasi

Mengenal Dehga Arul Nasruloh Pramugara KAI dan Content Creator Asal Bandung

Rancangan Peraturan Presiden tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas Sebuah Langkah Anti Demokrasi

Terkini +INDEKS

Sari Dumai Oleo Tingkatkan Akses Jalan bagi Masyarakat Lubuk Gaung

27 Juli 2026
Merasa Bahagia dan Bangga diIkut Sertakan Tarian Zapin Bagan, Pengawas Dlh Rohil Berikan Klarifikasi
24 Juli 2026
STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Gandeng Guru Besar UIN Suska Riau
24 Juli 2026
Melebihi Standar, Kabupaten Rohil Berhasil Pecahkan Rekor MURI Melalui Tari Sapin Bagan
24 Juli 2026
Jawaban Bupati Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Pandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Rohil Atas Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Rapat Paripurna DPRD Rohil Dengan Agenda Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Oleh Bupati
21 Juli 2026
Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi
20 Juli 2026
STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Pembekalan Dosen dan Mahasiswa KKN-PPL Angkatan XIV
20 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 309 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 306 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 240 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 354 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 389 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved