PAGUYUBAN || GONJONG LIMO DUMAI
Penulis: Drs.Sofyan, M.Si (Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau)
Ditengah-tengah lingkungan kehidupan masyarakat saat ini banyak terdapat bentuk organisasi Paguyuban yang cenderung bersifat informal dalam konteks aktivitasnya berdasarkan pemahaman yang sama dari seluruh anggota dan dikelola oleh pengurus sebagai pemegang amanah untuk mewujudkan tujuan dari pembentukan Paguyuban itu sendiri.
Sebenarnya kata Paguyuban memiliki persamaan makna dengan kata "masyarakat,asosiasi, bangsa, kekerabatan, kelompok" menurut Tesaurus.
Bila dilihat dalam perspektif Kekerabatan dimana-mana daerah biasanya terdapat organisasi yang bersifat kekerabatan dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan dari sesama daerah asal atau kampung halaman.
Perkembangan organisasi Kekerabatan memberikan berbagai manfaat bagi para anggotanya, sebab biasanya organisasi bersifat kekerabatan.mememiliki kegiatan sosial kemasyarakatan yang dibutuhkan para anggotanya.
Organisasi kekerabatan dapat dikatakan sebagai Paguyuban.
Nina Wiranti dan Pujo Sularso (2015 : 70) dalam Jurnal Pendidikan Ekonomi Edisi IX mengatakan " Paguyuban sebuah organisasi Informal yang memiliki cinta Kasih persaudaraan,menghayati Solidaritas,toleransi dalam memanfaatkan segala perbedaan untuk mencapai tujuan bersama,dimana para anggotanya di ikat oleh hubungan bathin yang murni,bersifat alamiah,kekal,sehati dan sejiwa "
Bila dicermati pengertian diatas menunjukkan bahwa paguyuban mencerminan sebagai organisasi sosial kemasyarakat yang keanggotaannya cenderung memiliki hubungan emosional bisa dari segi kekeluargaan, persaudaraan ataupun kekerabatan yang membuat organisasi sukses melaksanakan aktivitasnya.
Paguyuban sebagai suatu organisasi yang dapat bersifaf kekerabatan atau persamaan daerah asal akan lebih memudahlan pengurus yang diberi amanah untuk mengelolanya disebabkan adanya persamaan budaya dan adat istiadat walaupun para anggotanya kadang-kadang memiliki latar belakang sosial ekonomi yang berbeda.
Konsep saling menghormati diantara sesama anggota, misalnya dengan membuat Taglene " Basamo Mako Kajadi" dari organisasi Gonjong Limo Dumai. Menciptakan suasana kekompakan dan keharmonisan dalam berorganisasi, walaupun kelompok keanggotaannya beragam ada orang tua, bundo Kanduang dan Pemuda.
Disamping itu pula eksistensi organisasi kekerabatan ini dengan konsep "Gonjong Limo Dumai Menjadi Rumah Gadang Basamo Dunsanak Luak 50 Payakumbuah di Kota Dumai"
Semoga kehadiran dan berbagai aktivitas G.5 Kota Dumai memberikan sumbangsih bagi pembangunan Kota Dumai dalam berbagai aktivitasnya....


Berita Lainnya
HBD KARANG TARUNA
Tidak Ada Norma Hukum yang Mengatur Batasan Waktu Maksimal Pengisian Jabatan Wakil Kepala Daerah
Memaknai Kata Janji
Gema
Prof || Riau Berduka
Minang Marentak!
MAKNA || BERPIKIR POSITIF
Menjaga Marwah Jurnalisme: Wartawan Tak Bisa Rangkap Jabatan, Apalagi ASN
Pengamat Sebut UU Cipta Kerja Jamin Kepastian Hukum Bagi Tenaga Kerja
Harga BBM Meningkat Berdampak Terhadap APBN dan Mendorong Terjadinya Inflasi
Rancangan Peraturan Presiden tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas Sebuah Langkah Anti Demokrasi
SARJANA || TUGAS AKHIR