Berorganisasi || Kebutuhan dan Kepentingan?
Penulis: Drs.Sofyan, M.Si (Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau)
Perbincangan dan berdiskusi tentang organisasi senantiasa menjadi topik yang menarik, hal ini tidak terlepas dari adanya manusia dalam beraktivitas di organisasi.
Namun kadang-kadang ditengah masyarakat terdapat beraneka bentuk organisasi dengan tujuan yang beragam pula, dengan demikian dapat dikatakan dalam kehidupan manusia tidak terlepas dari organisasi.
Pada realitanya ada pula terlihat plang nama organisasi ada sementara aktivitas organisasi tidak terlihat nyata ditengah kehidupan masyarakat.
Dalam perbincangan tentang organisasi ada juga berpandangan bahwa dalam berorganisasi terdapat perbendaan yang tipis antara kebutuhan dan kepentingan dengan berbagai argumentasinya. Pada hal dua kosa kata tersebut memiliki makna yang berbeda bila ditusuri dalam perspektif berorganisasi.
Ketertarikan mencermati kebutuhan dan kepentingan dalam berorganisasi teringat pandangan teori Maslow yang dikutip dalam buku Psycologi Industri & Organisasi karangan Sutarto Wijoyo (2010 : 28-31) yang mengatakan " Tingkat kebutuhan menurut Tingkat Kepentingan adalah : 1).Kebutuhan Fisiologis,2).Kebutuhan Keamanan,3).Kebutuhan Sosial,4).Kebutuhan Harga diri,5).Kebutuhan Aktualisasi Diri "
Dilihat dari tingkat kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa memang banyak macam kebutuhan manusia ada yang bersifat materil dan non materil dan diperlukan dalam kehidupan.
Disatu sisi untuk menperoleh hal tersebut jelas didalamnya ada unsur kepentingan yang ingin diraih, sehingga dalam kebutuhan terdapat pula kepentingan dalam berbagai dimensinya.
Untuk mewujudkan kebutuhan dan kepentingan rasanya diperlukan mengikuti dan memahami norma-norma,nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam organisasi.
Sementara kalau dilihat pada organisasi yang bersifat sosial kebutuhan yang bersifat materil bukanlah tujuan dan lebih mengedepannya kebutuhan bersifat materil.
Dengan pada organisasi yang bersifat sosial diperlukan pemahaman maksud,tujuan dan fungsi organisasi sosial terlebih dahulu,dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan berorganisasi yang lebih diutamakan....


Berita Lainnya
Kasus yang Menjerat Walikota Dumai, "Cukuplah Pak Zul AS Pertama dan Terakhir"
Hari Buruh, Ancaman Pengangguran, dan Masa Depan Buruh Indonesia
Hajatan Rakernas I PJS di Kota Sriwijaya Palembang
Heboh, Warga Binaan Bermesraan Di Lapas Bangkinang
Fenomena || Berorganisasi
EVALUASI ORGANISASI
Satu Jam Bersama Gubernur Riau Edy Natar, Mimpi Sang Visioner Nan Agamis
Bisnis Penguasa dan Pengusaha Dalam Demokrasi
Pilkada dan Calon Tunggal, Kotak Kosong Bukan Pilihan Kosong
Antara Modernitas dan Nostalgia: Kisah Warga Tepian Sungai Siak di Pekanbaru
Proses Tahapan Pemilu Awal Menuju Indonesia Maju
Gema