NIKMATNYA || SECANGKIR KOPI
Penulis: Drs.Sofyan, M.Si (Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau)
Bagi peminum kopi rasanya dalam keseharian tidak meminum kopi dirasakan belum lengkap, sehingga ada kebiasaan diantara sesama peminum kopi menawarkan untuk mengajak mengopi telah menjadi tradisi mengawali pertemuan yang kadang kala juga membahas berbagai persoalan dan isu-isu terkini. Sehingga timbul istilah cerita di kedai Kopi.
Dalam perkembangan saat ini para penikmat ngopi tidak lagi dibatasi usia ada orang tua, anak muda dan malahan kaum hawa juga ada penikmat kopi, namun bedanya tempat dan suasananya yang telah berubah yakni penikmat ngopi lebih mencari Caffe dengan berbagai fasilitas yang disediakan, juga trend bisnis caffe telah menjamur dikota-kota dengan mengemas dan menetapkan segmen dan target calon pengunjung dari caffe yang didirikan dengan menyediakan peralatan modern utk mengolah kopi yang dirajik para Barista yg terampil dengan dalam menyajian kopi rajikan yang menarik dan menciptakan citra rasa tersendiri bagi penikmat ngopi.
Namun dalam usaha yang bersifat ekonomi krearif ini ada kalanya caffe yang tumbuh dan berkembang dan ada pula yang pada akhirnya tutup akibat kurang diminati oleh penikmat ngopi.dilihat dari fenomena ini perlu dicermari apakah pemiliki caffe memang ingin meraih peluang usaha atau disebabkan sekedar hobby saja, atau memang ikut-ikutan melihat trend perkembangan caffe ada dimana-mana.
Sementara jika dilihat bisnis caffe dari aspek strategi pemasarannya seharusnya diperlukan pemahaman awal tentang manajemen pemasaran, minimal dalam pembuat perencanaannya yang meliputi Segmentasi, Targeting dan Positioning. Disamping mengkaji segi Produk yang ditawarkan, Harga yang bersaing, promosi dan juga pelayanan yang disediakan, dengan harapan penikmat ngopi nantinya dapat menjadi pelanggan tetap dan mengajak rekan kerja untuk membahas berbagai hal di Caffe.
Namun demikian keberanian menghadapi tantangan dan resiko memulai usaha caffe khususnya kaula muda dapat dikatakan telah memiliki jiwa kewirausahaan dan kemandirian dengan membuka usaha yang bagaimanapun juga juga menyerap tenaga kerja. Yang jelas secangkir kopi manis dan secangkir kopi pahit tersedia di Caffe...


Berita Lainnya
Antara Modernitas dan Nostalgia: Kisah Warga Tepian Sungai Siak di Pekanbaru
Takabbur Littawadhdu'
Nikel Sultra: Potensi Terpendam di Antara Kemiskinan dan Bencana
Setelah Diperiksa KPK, Jonli: Saya Tau Persis, Pak Suparman Niatnya Baik
KESIBUKAN || SILATURAHMI
Dampak Covid-19 Terhadap Perekonomian Di Indonesia, Pemerintah Harus Mengambil Langkah
Tantangan Pendidikan Filsafat dan Perlunya Polisi Berkarakter
Dibalik Langkanya Minyak Goreng, Pemerintah Harus Memberi Solusi
Pendidikan Politik Anak Sekolah, Walikota Pariaman 'Stop BaPer'
Kenaikan Harga Minyak Goreng, Ini Tanggapan Winda Azura
Penataan Organisasi
Antara Modernitas dan Nostalgia: Kisah Warga Tepian Sungai Siak di Pekanbaru