• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Ekonomi
  • Pekanbaru

TBS Tidak Mempengaruhi Fluktuatif Nilai Ekonomi

Larshen Yunus: Fakta, Mayoritas Kebun Kelapa Sawit Dimiliki Orang Diluar Provinsi Riau

PantauNews

Jumat, 17 Desember 2021 20:14:25 WIB
Cetak
Foto: Ilustrasi (Net)

PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID - Menanggapi sikap dan pujian yang berlebihan dari kelompok para ‘Badut-badut’ terkait ribuan hektar kebun kelapa sawit di Provinsi Riau, hari ini, Jum'at (17/12/21) Aktivis Larshen Yunus angkat bicara.

Bertempat di Lobby Hotel Grand Elite Pekanbaru, Ketua Presidium Pusat (PP) Gabungan Aksi Mahasiswa Alumni Riau (GAMARI) itu tegas mengatakan bahwa kebun kelapa sawit di Riau kehadirannya bak seperti ibu tiri.

"Dari dulu saya coba berdiam diri, melihat, mendengar dan mengamati. Walaupun saya sendiri punya kebun kelapa sawit ala kadarnya, namun sikap tegas ini mesti disampaikan dihadapan publik bahwa sudah sangat terlanjur kelewatan, pujian dari kelompok para ‘badut badut’ tentang sawit di Riau, “ tukas Larshen Yunus.

TERKAIT
  • Keterbukaan Informasi Penerima Bantuan Terkait Pandemi COVID-19 di Negeri ini Harus Diperlihatkan dengan Nyata
  • Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat, Dumai Rencana Bangunan Gedung Perpustakaan dan Kearsipan
  • Pembahasan Protokol Kesehatan Menuju Tatanan Hidup Baru di Kota Dumai

Ditambahkannya, seakan- akan kelapa sawit ini mayoritas punya peran penting bagi masyarakat di 12 kabupaten/ kota se-Provinsi Riau. Menurutnya, nyatanya ini omong kosong belaka dan fisiknya ada di Riau, namun nyawanya di negeri orang lain.

Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga mengatakan bahwa mayoritas kepemilikan kebun kelap sawit di Riau ini justru berasal orang-orang dari luar Riau, baik sifatnya pribadi maupun perusahaan.

Bagi Aktivis Anti Korupsi itu, selama ini sawit di Riau hanya isapan jempol belaka. Naik atau turunnya TBS, sama sekali tidak mempengaruhi fluktuatif nilai perekonomian di Provinsi Riau. 

"Sikap memuji kelapa sawit di Riau terkesan norak. Bagi kami, hanya pihak-pihak yang punya kepentingan mafia yang akan selalu memuji kehadiran sawit di Riau ini. Kesannya mewah, ternyata selama ini aliran uang atas panennya kelapa sawit itu hanya numpang lewat saja. Para pemiliknya mayoritas tinggal di luar Provinsi Riau. Hasil giat investigasi kami bahwa diketahui pemilik kebun kelapa sawit di Riau kebanyakan tinggal di wilayah Provinsi tetangga, yakni di Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat, pokoknya di Riau hanya fisiknya saja," tutur Aktivis yang juga jebolan kampus Universitas Riau itu.

Terakhir, Aktivis Larshen Yunus lagi-lagi menegaskan, bahwa kelompok para badut yang selalu memuji dan membanggakan kehadiran sawit di Riau untuk mengurangi sikap norak seperti itu. Karena faktanya, kehadiran kebun kelapa sawit di Riau tersebut tak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ber-KTP Riau.

"Pokoknya wallahuallam dan jangan kita termakan isu murahan. Kesannya wah, ternyata justru tak berguna. Sawit di Riau hanya sebatas mata memandang saja dan fisiknya kelihatan luas ternyata seperti ibu tiri. Lebih mempergunakan uang hasil sawit itu diluar sana ketimbang beredar di wilayah Provinsi Riau. Itu fakta, kalau masih tak mengerti, ayo kita lakukan dialog terbuka. Kami siap ladeni para ‘badut badut’ yang selama ini selalu memuji sawit dan seakan sawit menjadi primadona di Riau ini, padahal ibarat tong kosong nyaring bunyinya," akhir Larshen Yunus, seraya bergegas menuju mobilnya. (*)
 


Sumber : PP GAMARI /  Editor : Edriwan

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Gagal Bipartit, Serikat Pekerja Nasional Adukan 2 Perusahaan Sekaligus Ke Dinas Tenaga Kerja

Usai dilantik, Suwandi Langsung Tancap Gas Bersihkan Sampah di Kecamatan Sinaboi

Pekanbaru Alokasi Rp2 Miliar Percepat Pemulihan Ekonomi Pangan

Pantas Ekonomi RI Mentok di 5,02%, Inikah Penyebebnya ?

Begini Perspektif Exchange & Komunitas Menghadapi HALVING DAY Dan ALTCOIN SEASON

Grand Opening Kajay Cafe & Resto, Lengkapi Citarasa Pencinta Kuliner di Kota Dumai

Wilmar Peduli Covid-19 GM: Membantu Perekonomian Terdampak Pandemi

Ekspansi Signifikan Apical Group Melalui Investasi Senilai 1 miliar USD di Kota Dumai

Shopee Luncurkan Program Dukungan Pemulihan Ekonomi Nasional

Di Hari Ke 2 Tim Penilai Adipura Kementerian LHK Kunjungi Pasar Hingga Komplek Guru

PT. Pembangunan Dumai Buka Lelang Pengadaan Material untuk Batching Plant Bukit Timah

Corona Bikin Ekonomi Nyungsep, Bagaimana Nasib THR Lebaran?

Terkini +INDEKS

21 Mahasiswa STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

12 Maret 2026
Dirut Agrinas Absen Rapat DPR, Polemik Program Koperasi Desa Merah Putih Menguat
12 Maret 2026
Sah..Usai Terima SK DPC Pekanbaru S Hondro Siap Berbenah
12 Maret 2026
Warga Israel Berebut Keluar Negeri, Bandara Ben Gurion Kacau Usai Rudal Iran Hujani Tel Aviv
11 Maret 2026
Guru Karawang Gugat Negara ke MK, Anggaran Pendidikan Diduga Tergerus Program Makan Bergizi Gratis
11 Maret 2026
252 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Dihentikan Sementara, BGN Temukan Pelanggaran
10 Maret 2026
Safari Ramadan di Dumai, PT Krakatau Bandar Samudra Santuni Yatim dan Pererat Kolaborasi Stakeholder Pelabuhan
06 Maret 2026
Bea Cukai Dumai Tegaskan Kooperatif dan Transparan, Serahkan Dokumen Lengkap kepada Kejagung dalam Penyidikan Kasus CPO
05 Maret 2026
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
05 Maret 2026
Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan
05 Maret 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Kerja di PT Ivo Mas Tunggal Dumai, FAP Tekal Soroti Pengawasan Keselamatan

Dibaca : 255 Kali
Kasus Laka Maut Bukit Datuk Dumai, Anak Korban Resmi Gandeng Pengacara, Proses Hukum Dikawal Ketat
Dibaca : 302 Kali
Aktivis dan Pengamat pendidikan Riau, Minta PLT Gubernur Riau Segera Copot Jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau
Dibaca : 1504 Kali
kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai: Insan Pers Terus Menjadi Mitra Dalam Menyebarluaskan Informasi
Dibaca : 223 Kali
Dua Bersaudara Harumkan Dumai di Kejuaraan Karate Piala Dandim 0320, Deretan Prestasi Nasional Ikut Mengiringi
Dibaca : 313 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved