• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Nasional

JK Ungkap 11 Pejabat Kemenkeu Ancam Mundur Jika Rizal Ramli Jadi Menkeu

PantauNews

Rabu, 11 November 2020 00:00:46 WIB
Cetak

JAKARTA, PANTAUNEWS.CO.ID - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan alasan sosok Rizal Ramli tidak berhasil menjadi menteri keuangan pada periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Pada saat itu, Rizal Ramli diisukan akan menjadi menteri keuangan. Namun, Rizal menilai sering dijegal oleh JK.

JK mengatakan, salah satu alasan Rizal Ramli tidak menjabat sebagai menteri keuangan pada era SBY adalah ada ancaman dari para pejabat eselon I Kementerian Keuangan. Dia menceritakan sekitar 11 pejabat eselon I Kementerian Keuangan termasuk Darmin Nasution mendatangi dirinya.

"Kenapa tidak selangkah menjadi menteri keuangan, dia bikin isu kalau akan menjadi menteri keuangan atau BUMN. Datang 11 orang eselon I Kementerian Keuangan yang pimpin oleh Darmin Nasution di sini, di ruangan ini pada bulan Oktober tahun 2004, mengatakan bahwa seluruh Dirjen Kementerian Keuangan akan mundur kalau menteri keuangannya Rizal Ramli," kata JK dikutip dari Youtube Karni Ilyas Club, Rabu (11/11/2020).

TERKAIT
  • PDI Perjuangan Kota Dumai melaksanakan Bakti Sosial Dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila
  • DPW PKS Provinsi Riau dan Partai Demokrat Dumai Bangun Komunikasi
  • Arif Fadhilah Mundur dari ASN dan Siap Hadapi Petahana

Menerima langsung permintaan itu, JK pun langsung memberitahu SBY yang saat itu menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Jadi saya bilang sama SBY, eh ini mau menolak semua orang, saya bilang kenapa menolak Rizal Ramli. Oh ya dia itu tidak mengerti persoalan, pekerjaan," katanya.

JK pun mendengar kan semua alasan penolakan yang diutarakan 11 pejabat eselon I Kementerian Keuangan ini. Selain menganggap Rizal Ramli tidak mengerti persoalan, juga sering menganggap pejabat eselon I Kementerian Keuangan sebagai kebun binatang.

Rizal Ramli di era Gus Dur pernah menjabat sebagai menteri koordinator bidang perekonomian selama 10 bulan dan menteri keuangan selama 2 bulan.

"Saya bilang kenapa menolak Rizal Ramli. Oh ya dia itu tidak mengerti persoalan, pekerjaan. Kedua, dia anggap kita ini kebun binatang, kalau marah-marah sebut-sebut kucing lah, anjing lah semua orang. Jadi diboikot, tidak diterima. Jadi mau gimana jadi menteri, menteri BUMN lagi sama juga," ujarnya.

Menurut JK, sosok Rizal Ramli di era kepemimpinan SBY pun tidak masuk daftar calon kuat menteri keuangan. Hanya saja, dikatakan JK, Rizal Ramli justru membuat isu bahwa dirinya akan diangkat sebagai menteri keuangan dan BUMN.

"Waktu itu seperti diketahui, calon menteri itu di interview dulu oleh Pak SBY, dipanggil, dia tidak pernah dipanggil, dia tidak benar saya larang, memang tidak pernah diperhitungkan oleh Pak SBY, kalau diperhitungkan dia dipanggil. Nah justru pada saat terakhir di kabinet, mau susun kabinet, Pak SBY mengatakan eh ada nggak kursi, masih ada yang kosong? masih perindustrian, bagaimana kalau Rizal Ramli, boleh saya bilang. Saya telepon dia, dia sudah menunggu tapi dia tidak pernah dipanggil, dulu kan orang antre di Cikeas, dia tidak pernah dipanggil," ujarnya.

"Saya bilang eh Rizal, kan teman, kita putuskan anda menteri perindustrian, wah anda ini teman tapi tidak adil, saya kan maunya menteri keuangan atau BUMN, ya maunya, tapi inikan yang menentukan presiden," tambahnya.

Tidak hanya itu, JK juga membeberkan alasan Rizal Ramli terkena perombakan atau reshuffle saat menjabat sebagai menteri koordinator bidang kemaritiman di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi). Alasannya adalah Rizal Ramli tidak bisa berkoordinasi atau bekerjasama dengan para menteri di bawahnya.

"Zaman Jokowi pertama hanya 10 bulan, tidak bisa pimpin orang, ngomong banyak tapi tidak bisa pimpin orang. Jadi orang semua melawan, waktu zamannya," ungkapnya. ***


Sumber : Detik.com /  Editor : Redaksi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Menko LBP dan Gub Jabar Setuju KNPI Harus Satu, Larshen Yunus: Gedung Merdeka Bandung Saksinya!!

Rakornas PB Tahun 2021 Tetap Patuhi Prokes

Dilantik Jokowi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Resmi Gantikan Idham Aziz

Presiden Joko Widodo Tegaskan Undang-udang Cipta Kerja Tetap Berlaku

Hasil Evaluasi KPU, Hanya 4 Persen Kampanye Pilkada Dilakukan Secara Daring

Ternyata Ayah Atta Halilintar Poligami, Cerai Lalu Dipolisikan

Billy Marcelino Maniagasi: Siap Jalankan Amanah dan Besarkan SKPPHI

Kadiv Humas Terima Kunjungan Taruna Akpol Angkatan 56

Polri Pastikan Tetap Awasi Protokol Kesehatan Usai Maklumat Kapolri Dicabut

Ketua Dewan Pembina CMMI Apresiasi Pengamanan KTT G20 oleh TNI dan Polri

Rakyat Menang, MA Menangkan Poktan TDB atas PT KPC Perihal Lahan 152,3 Hektar

Kunker ke Palembang, Kapolri Resmikan Kampung Tangguh dan Aplikasi Polisi Dulur Kito

Terkini +INDEKS

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Dumai

29 April 2026
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadhli Pimpin PWI Rohil Periode 2026-2029
29 April 2026
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
29 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan
28 April 2026
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat

Dibaca : 1106 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1030 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 381 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1216 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 738 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved