Bupati Halmahera Timur Meninggal Dunia Usai Daftar ke KPU
Ternate, PantauNews.co.id - Calon Bupati petahana Halmahera Timur, Muhdin Ma'bud, meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi beberapa jam setelah Muhdin mendaftarkan dirinya ke KPU Halmahera Timur.
Kabar meninggalnya Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma'bud dibenarkan Kepala Biro Protokoler Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Malut, Mulyadi Tutupoho.
"Iya, benar," kata Mulyadi saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/9/2020).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muhdin bersama pasangannya, Anjas Taher, pagi tadi mendaftarkan diri ke KPU Halmahera Timur. Keduanya dikawal para pendukung saat mendaftar.
Setelah itu, Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma'bud menyampaikan orasi politik di depan pendukung di kediamannya, Desa Sangaji Kecamatan Kota Maba, Halmahera Timur.
Muhdin terjatuh pingsan saat orasi di podium. Dia lalu dilarikan ke RSUD Kota Maba dan dinyatakan meninggal dunia.
Belum diketahui penyebab meninggalnya politikus Partai Golkar ini.
Diketahui, dalam Pilbup Halmahera 2020 pasangan Muhdin-Anjas didukung Golkar, Partai NasDem, Demokrat, Hanura dan PKPI. ***


Berita Lainnya
PT Timah Tbk Dukung Proses Revalidasi Belitong Unesco Global Geopark 2024
Sertifikasi PSEF Bukti Legitimasi Layanan Telefarmasi Alodokter
DPC PJS Dumai Dukung Penuh Terpilihnya Mahmud Marhaba Sebagai Ketua Umum PJS periode 2023-2027
Minta Rumah Sakit Jujur Data Kematian Pasien, Moeldoko: Jangan Semua Dikaitan dengan Covid-19
Kapolri: Terus Berjuang Buruh untuk Tingkatkan Kesejahteraan dan Wujudkan SDM Unggul
Bulatkan Tekad Lindungi Konsumen, DPW LPPKI DKI Jakarta Siap di SK-kan dan Dilantik
Besok, Kantor DPD PJS Babel Disambangi Tim Assintel Intel Kejati
NCW Nilai Langkah Pemberantasan KKN oleh KPK, Polri, dan Kejagung Terlihat Lambat dan Minim Respons
Pimpinan KPK: Jika Mertua Anda Menteri, Pemberian Bisa Dianggap Suap
Pernyataan Dirjen Kominfo Terkait Dugaan Kebocoran Data Pribadi DJP
Jadi Narsum di SMKN 1 Banjit, PJS Waykanan Ajak Siswa Tangkal Berita Hoax
Benny Wenda Minta Bantuan China, Anggota Komisi I DPR Pastikan Hoaks