• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Opini
  • Pelalawan

IQRA'

PantauNews

Kamis, 02 Juli 2020 10:45:04 WIB
Cetak

Pelalawan, PantauNews.co.id - Maraknya keberadaan pondok takhfiz di negeri ini begitu menjamur, ada dimana-mana, baik di kota maupun di desa bahkan sampai ke pelosok pelosok kampung. Fenomena ini menjadi tren baru ber-agama akhir-akhir ini. Para hafidz/hafidzoh mendapat tempat yang begitu istimewa dihati masyarakat. 

Para orang tua begitu berambisi mempunyai anak-anak yang biasa hafal Al-qur’an agar meraih mahkota surga yang di idam-idamkan. Padahal untuk meraih pahala, banyak cara/amalan yang bisa dilakukan. Diantaranya, mengamalkan/membaca surat al ikhlas saja dengan rutin 1x, 3x, 11x atau bahkan 50x diwaktu-waktu tertentu, tidak hanya mahkota yang didapatkan, malah surga itu sendiri bisa diraih. Karena menurut Anas bin Malik ra, sangat banyaklah faedah / pahala yang bisa didapatkan  dengan mengamalkan surat al ikhlas tersebut. Bahkan menurut hadist,  membaca satu surat al ikhlas, sama dengan kita sudah membaca sepertiga isi al qur’an.

Pemerintah pun dalam hal ini pemda, gubernur, bupati, camat sampai kepala desa, ikut berlomba-lomba dalam mengangkat harkat dan derajat para penghafal qur’an dengan memberi perhatian yang cukup besar, dengan memberi kemudahan-kemudahan dalam perijinan, mengutamakan mereka dalam program-program bantuan social, tanpa harus melihat kontribusi mereka pada Negara. Apakah mereka cinta NKRI, ikut partisipasi dalam bela Negara,pro dengan ke-bhineka-an, tidak begitu penting, yang penting mereka hafidz…

TERKAIT
  • Peluncuran Program Guru Penggerak Jadi Fasilitator dan Pendamping dalam Dunia Pendidikan
  • DPR Temukan Anggaran Diklat Rp33 M buat 4 Orang di Kemenag
  • Peluncuran Streaming Dumai LITE, Jelita dan Kelas Kominfo

Para pengusaha juga tak mau ketinggalan. Mereka memberi discount atau potongan harga pada hafidz pembeli produk-produknya. Bahkan ada pengusaha warung makan dan minuman yang memberi gratis pada pembeli makanan atau minuman bagi yang hafal beberapa jus ayat al-qur’an. Semua diberikan tanpa harus melihat apakah yang bersangkutan cinta produk dalam negeri, punya jiwa entrepreneurship, setidaknya mereka punya andil  dalam menggalakkan perekonomian umat, sepertinya tidak masalah…

Bahkan ada beberapa rektor perguruan tinggi Negri menerima para mahasiswa/i tanpa melalui tes seleksi masuk PTN (umum) dengan syarat hafal minimal 5 jus ayat al-quran. Mungkin pertimbangan mereka, anak-anak yang mampu hafal Al-quran tersebut memiliki kecerdasan diatas rata-rata dibandingkan dengan anak-anak lain. Padahal untuk bisa menghafal sesuatu, ada instrument utama yang disebut otak. Otak apabila di latih dengan metode-metode dan pola-pola atau rumusan-rumusan tertentu akan bisa mengoptimalkan fungsi memori di dalamnya. Dan ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa harus melihat suku atau ras nya, kondisi sosialnya bahkan agamanya sekalipun. Belakangan tidak sedikit kita dengar mahasiswa/i yang gagal atau kesulitan dalam menyelesaikan kuliahnya.
Jadi rasanya kurang relevan mengukur kecerdasan seseorang dilihat dari kemampuannya dalam  menghafal al-qur’an. Akan menjadi relevan apabila fakultas / jurusan yang diambil adalah jurusan agama islam.

Begitulah istimewa dan luar biasanya penghargaan yang diberikan kepada para penghafal al-qur’an. Sementara yang terpenting bukanlah sekedar hafal, tapi lebih dari itu adalah faham dan mengerti makna yang terkandung dalam quran itu sendiri. Dengan cara mengkaji, mentadabburi qur’an tersebut sehingga berbuah pada akhlak/ sikap terpuji, tindakan yang baik, dan bertingkah laku menyenangkan bagi semua orang bahkan bagi alam semesta.

Sementara itu agama pun tidak memeritahkan kita untuk menghafal. Yang ada adalah perintah untuk membaca. Walaupun banyak kita dengar para ulama-ulama salaf terdahulu banyak yang hafal al-qur’an. Bahkan dijuluki seorang hafidz terkenal. Tapi yang mereka lakukan adalah membaca.  Dengan seringnya membaca quran tersebut jadinya bisa hafal. Bukan seperti dewasa ini, sengaja untuk menghafal, bahkan niat awalnya untuk menjadi seorang hafidz/hafidzoh. 
Salah satu metode yang diterapkan pembimbing di pondok-pondok tahfidz tersebut agar santri bisa cepat dan kuat hafalannya, yakni dengan terus mengulang-ulang hafalannya dengan tidak memakai mushaf al quran,  minimal 8 jam per hari agar hafalannya tidak hilang. Begitu banyak waktu yang dihabiskan… pertanyaannya .. kapan lagi waktu untuk mentaddaburi dan mengkaji kandungan al quran tersebut. Sedangkan membca al quran dengan memakai mushaf dibandingkan dengan tanpa mushaf, menurut imam Nawawi lebih utama membaca dengan memakai mushaf. Karena akan terjaga dari adab-adab yang baik dalam membaca al qur’an,  seperti selalu dalam keadaan suci, menutup aurat, menghadap kiblat dan yang terpenting, terhindar dari kesalahan baca. Sementara membaca dengan tidak memakai mushaf, adab-adab dalam membaca quran tersebut sering tidak diperhatikan bahkan terabaikan.

Untuk itu marilah kita mencintai Al-qur’an dengan sering membacanya dan selalu mangkaji dan mendalami makna yang terkandung dalam ayat-ayat al quran tersebut. Sehingga al quran itu benar-benar bisa menjadi obat, menjadi petunjuk dalam kehidupan sehari-hari dan berbuah pada tingkah laku yang qur’ani, aamiin…

By: Helm’s

Aktifis NU 
Pelalawan, Juni 2020


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Minyak Menjerit Di Lumbung Sawit, Perlukah Teliti dan Revisi?

Berorganisasi: Antara Harapan dan Kenyataan

"Pasar dalam Kehidupan Masyarakat"

Muara Polemik PPDB Online Dikembalikan Kepada Pihak Sekolah

Kenapa Lebih Senang Melaksanakan Rapat Malam hingga Dini Hari?

Pertaruhan Independensi Wartawan Dibalik Mafia Tambang di Babel

Pileg 2024 Mendatang, Ajang Kontestasi Politik Paling Berat Rebut Hati Rakyat

Penyegaran Ahli Pers Dewan Pers

Praktik Ilegal Pengisian BBM Solar di Jambi, Bukti Kebijakan Belum Tegas

Pemimpin Inspiratif: Calon Wali Kota Dumai Nomor Urut 3

REKRUTMEN || KOMUNIKASI POLITIK

PENGELOLAAN ANGGARAN

Terkini +INDEKS

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati

11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 225 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1886 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 500 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved