• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Berhasil Evakuasi 238 WNI, 4 Orang Menolak Pulang dari Wuhan

Redaksi

Senin, 03 Februari 2020 06:09:00 WIB
Cetak


Jakarta (PantauNews.co.id) - Tim Pemulangan Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mengevakuasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, termasuk lima tim advance dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. Mereka diangkut dengan pesawat Airbus A330-300 milik maskapai Batik Air, diterbangkan langsung dari Wuhan menuju Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (02/02/2020).

Seharusnya ada 245 orang yang masuk ke dalam data untuk dipulangkan ke Tanah Air. Namun, empat orang WNI ternyata memilih tetap tinggal di Wuhan. Sementara tiga WNI lainnya tidak dapat dipulangkan lantaran tidak memenuhi persyaratan untuk terbang.

”Pada proses menjelang kepulangan, terdapat empat WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Tiongkok dan tiga WNI tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang,” sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kemarin.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengatakan, empat WNI yang menolak dipulangkan itu lantaran mereka sudah merasa nyaman tinggal di Cina.

"Jadi 238 menurut data. Nanti saya akan cek ulang karena mestinya yang hadir di sini 245. Empat orang menyatakan tidak mau berangkat karena lebih nyaman di sana,” kata Terawan di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Minggu (02/02/2020).

”Dia lebih kerasan meskipun kita sudah tawarkan semua. Mereka sudah membuat surat pernyataan,” sambungnya.

Sementara tiga orang lainnya batal dievakuasi karena alasan kesehatan. Mereka tak lolos screening oleh Pemerintah Cina.

"Tiga orang tak lolos screening yang dilakukan Pemerintah Cina yang meliputi bertahap, tiga tahap mereka harus jalani. Dan itu membuat kita merasa nyaman, bahwa yang berangkat ini sudah dinyatakan oleh Pemerintah Cina bahwa itu orang-orang sehat," jelas Terawan.

Dari Bandara Hang Nadim Batam, 238 WNI itu kemudian langsung diterbangkan kembali ke Pulau Natuna dengan menumpang dua pesawat Boeing 737-400 dan satu pesawat Hercules C130 milik TNI AU. Menurut Terawan, kondisi seluruh WNI tersebut dalam keadaan sehat. Selain itu, lanjut Terawan, seluruh WNI yang sudah tiba di Tanah Air tidak menunjukkan gejala-gejala awal terjangkit virus Corona. Seluruh WNI sudah melewati pemeriksaan kesehatan.

"Dari tes awal, suhunya enggak ada yang naik, enggak ada yang batuk, pilek, sesek. Itu dulu yang penting, karena ini kan corona," lanjut Terawan. Meski demikian, sebut Terawan, pemerintah tetap mewajibkan seluruh WNI yang dievakuasi itu untuk menjalani observasi selama dua pekan. "Itu tidak cukup, kita harus pantau selama dua minggu, kita lihat kita amati. Tadi (kemarin-red), pemeriksaan awal semua sudah dilakukan," kata Terawan.

Menkes berharap seluruh WNI bisa tenang dan enjoy menghadapi masa observasi selama 14 hari ke depan. Sebab, inilah kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai antisipasi terjangkit virus corona setelah pulang dari Wuhan, Cina. Pemerintah juga berharap agar para WNI bisa menerima kondisi lokasi observasi yang disediakan pemerintah.

13 Mahasiswa Aceh

Dari 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, kemarin, 13 orang di antaranya merupakan mahasiswa Aceh yang selama terisolasi karena virus corona di ibu kota Provinsi Hubei, Cina, tersebut. Direktur Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Tiongkok, Mulia Mardi, mengatakan, saat ini mereka bersama WNI lainnya sudah berada di Natuna untuk dikarantina dan menjalani observasi selama 14 hari ke depan.

Menurut data dari Posko Siaga Dinas Sosial Aceh, ke-13 mahasiswa itu adalah Teuku Agusti Ramadhan (Sabang), Maisal Jannah (Aceh Besar), Jihadullah (Banda Aceh), Intan Maghfirah (Banda Aceh), Ory Safwar (Banda Aceh), Siti Mawaddah (Pidie), Alfi Rian Tamara (Aceh Utara), Fadil (Aceh Utara), Siti Sahara (Aceh Tenggara), Hayatul Hikmah (Aceh Utara), Sapriadi (Aceh Barat), Ita Kurniawati (Nagan Raya), dan Yuliannova Lestari (Aceh Tenggara).

Mulia menyebutkan, empat WNI tak mau dievakuasi karena mereka menilai perlakuan dan stigma di Indonesia terlalu berlebihan ketika mereka pulang. “Ada juga yang yakin bahwa daya tahan tubuhnya warga negara tropis seperti Indonesia lebih kuat dibanding warga Cina. Alasan lain, mereka ingin fokus dengan tesis,” pungkasnya.

Tetap menolak

Masyarakat Natuna tetap menolak wilayahnya menjadi lokasi isolasi WNI dari Wuhan. Kemarin, mereka sempat menggelar aksi penolakan yang berujung ricuh. Usai menggelar aksi, masyarakat Natuna kemudian menggelar rapat untuk merencanakan aksi lanjutan pada Senin (3/2/2020) hari ini.

"Kami tetap menolak evakuasi WNI dari Wuhan ke Natuna. Coba daerah lain, pasti sama dengan kami tidak setuju," ujar Wawan, warga yang ikut dalam rapat tersebut, kemarin.

Menurutnya, aksi direncanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di kantor DPRD Natuna dan kemudian bergerak ke bandara. Ia menegaskan, masyarakat sangat takut akan sebaran virus tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan pemerintah, kenapa daerah kami dijadikan tempat pengungsian," sebutnya.

Sebelumnya warga setempat terus melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan ratusan WNI itu. Hingga siang kemarin, glombang massa dikabarkan terus memuncak dan memadati pintu AURI Lanud Raden Sajad. Aksi makin memanass hingga warga membakar ban di lokasi tersebut.

"Ibu-ibu sembunyi dan ngumpet masuk rumah masing-masing, takut terkena virus," ujar seorang warga Natuna, Wifit saat dihubungi. Sementara di lokasi aksi, ratusan warga terlibat saling dorong dengan petugas.

Polda Kepri berharap, masyarakat dapat menerima WNI yang baru saja dipulangkan ke Tanah Air.

"Bagaimanapun mereka saudara kita, warga Indonesia juga, jadi sudah saatnya kita saling membantu dan memberikan dukungan," ungkap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt di Bandara Hang Nadim, Minggu (02/02/1010). Ia menegaskan, WNI yang dikarantina di Natuna dalam kondisi sehat. Sebab, sebelum dievakuasi ke Batam, mereka sudah diperiksa dan dinyatakan sehat.

Pemkab liburkan sekolah

Sehubungan dengan dijadikan Natuna sebagai tempat karantina bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Pemkab setempat langsung mengambi langkah cepat guna mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan meliburkan sekolah, mulai dari SD hingga SMAyang ada di sekitaran Pulau Bunguran.

Sekdakab Natuna, Wan Siswandi, melalui pesan singkat, kemarin, mengatakan, dikeluarkannya surat edaran mengenai libur sekolah ini agar anak-anak yang sangat rentan dengar penyebaran virus bisa terhindar dari virus Corona. Adapun libur sekolah, sebutnya dimulai besok (hari ini-red) hingga 17 Februari mendatang.

304 Orang Meninggal

Informasi lain, Filipina menjadi negara pertama di luar Cina yang memiliki korban meninggal karena virus Corona. Departemen Kesehatan Filipina, Minggu (2/2/2020), mengabarkan, seorang pria berusia 44 tahun asal Wuhan yang terinfeksi virus corona dilaporkan meninggal di negara itu. Sebelum meninggal, ia sempat dikarantina bersama pasangannya, setelah mereka tiba di Filipina pada 21 Januari lalu. Dengan kasus di Filipina, pasien meninggal akibat virus Corona menjadi 304 orang.

Sumber: Tribunnews.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Festival Lampu Colok se-Kota Dumai Tahun 2023, Dibuka Resmi Wali Kota H. Paisal

Istri Sah 'Diungsikan' Plt Bupati Kuansing, GAMARI Sebut Wallahu A'lam Bishawab

MCI Kota Tangerang Telusuri Cagar Budaya Perahu Peh Tjon

Sari Antoni Kembalikan Uang Rp345 Juta ke Bank Mandiri, Larshen Yunus: Ingat, Korban Anda Ada 6 Orang Pak Dewan!

NX Max Adventure Dumai Adakan Kegiatan Cinta Lingkungan

Gelombang Laut dan Cuaca Memburuk, KSOP Dumai Keluarkan Peringatan Keselamatan Berlayar

Tertangkapnya Ikan Langka Di Sungai Siak

Bupati Kendal MoU dengan Pihak Ketiga dan Penandatanganan Perbup

Sudah 41 Orang Tewas Akibat Wabah Virus Corona di China

Wako dan Wawako Subulussalam Dikabarkan Belum Lapor Harta Kekayaannya ke LHKPN Tahun 2022, Ada Apa?

Intruksi DPP SPN, DPC Dan PSP SPN Dumai Gelar Rapat Bahas Akan Lakukan Aksi

Berkah Ramadhan Motivasi Karang Taruna Jaya Mukti Dalam Berbagi Dengan Sesama

Terkini +INDEKS

Lurah Bagan Barat Siti Zuhra Bersama Staf dan Ketua RT Kembali Laksanakan Goro Bersama (Rutin)

30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Tegaskan Komitmen Pelaksanaan TA Sesuai Prosedur dan Beri Dampak Ekonomi
30 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Hadirkan Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Dumai
29 April 2026
Secara Musyawarah dan Mufakat, Zulfadhli Pimpin PWI Rohil Periode 2026-2029
29 April 2026
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
29 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Perkuat Daya Saing Pemuda Sekitar Area Operasi Melalui Sertifikasi K3 BNSP
28 April 2026
Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan
28 April 2026
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat

Dibaca : 1289 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1098 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 398 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1250 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 746 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved