• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Berhasil Evakuasi 238 WNI, 4 Orang Menolak Pulang dari Wuhan

Redaksi

Senin, 03 Februari 2020 06:09:00 WIB
Cetak


Jakarta (PantauNews.co.id) - Tim Pemulangan Pemerintah Indonesia akhirnya berhasil mengevakuasi 238 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, termasuk lima tim advance dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing. Mereka diangkut dengan pesawat Airbus A330-300 milik maskapai Batik Air, diterbangkan langsung dari Wuhan menuju Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (02/02/2020).

Seharusnya ada 245 orang yang masuk ke dalam data untuk dipulangkan ke Tanah Air. Namun, empat orang WNI ternyata memilih tetap tinggal di Wuhan. Sementara tiga WNI lainnya tidak dapat dipulangkan lantaran tidak memenuhi persyaratan untuk terbang.

”Pada proses menjelang kepulangan, terdapat empat WNI yang memilih untuk tetap tinggal di Tiongkok dan tiga WNI tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang,” sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), kemarin.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengatakan, empat WNI yang menolak dipulangkan itu lantaran mereka sudah merasa nyaman tinggal di Cina.

"Jadi 238 menurut data. Nanti saya akan cek ulang karena mestinya yang hadir di sini 245. Empat orang menyatakan tidak mau berangkat karena lebih nyaman di sana,” kata Terawan di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Minggu (02/02/2020).

”Dia lebih kerasan meskipun kita sudah tawarkan semua. Mereka sudah membuat surat pernyataan,” sambungnya.

Sementara tiga orang lainnya batal dievakuasi karena alasan kesehatan. Mereka tak lolos screening oleh Pemerintah Cina.

"Tiga orang tak lolos screening yang dilakukan Pemerintah Cina yang meliputi bertahap, tiga tahap mereka harus jalani. Dan itu membuat kita merasa nyaman, bahwa yang berangkat ini sudah dinyatakan oleh Pemerintah Cina bahwa itu orang-orang sehat," jelas Terawan.

Dari Bandara Hang Nadim Batam, 238 WNI itu kemudian langsung diterbangkan kembali ke Pulau Natuna dengan menumpang dua pesawat Boeing 737-400 dan satu pesawat Hercules C130 milik TNI AU. Menurut Terawan, kondisi seluruh WNI tersebut dalam keadaan sehat. Selain itu, lanjut Terawan, seluruh WNI yang sudah tiba di Tanah Air tidak menunjukkan gejala-gejala awal terjangkit virus Corona. Seluruh WNI sudah melewati pemeriksaan kesehatan.

"Dari tes awal, suhunya enggak ada yang naik, enggak ada yang batuk, pilek, sesek. Itu dulu yang penting, karena ini kan corona," lanjut Terawan. Meski demikian, sebut Terawan, pemerintah tetap mewajibkan seluruh WNI yang dievakuasi itu untuk menjalani observasi selama dua pekan. "Itu tidak cukup, kita harus pantau selama dua minggu, kita lihat kita amati. Tadi (kemarin-red), pemeriksaan awal semua sudah dilakukan," kata Terawan.

Menkes berharap seluruh WNI bisa tenang dan enjoy menghadapi masa observasi selama 14 hari ke depan. Sebab, inilah kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai antisipasi terjangkit virus corona setelah pulang dari Wuhan, Cina. Pemerintah juga berharap agar para WNI bisa menerima kondisi lokasi observasi yang disediakan pemerintah.

13 Mahasiswa Aceh

Dari 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, kemarin, 13 orang di antaranya merupakan mahasiswa Aceh yang selama terisolasi karena virus corona di ibu kota Provinsi Hubei, Cina, tersebut. Direktur Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) se-Tiongkok, Mulia Mardi, mengatakan, saat ini mereka bersama WNI lainnya sudah berada di Natuna untuk dikarantina dan menjalani observasi selama 14 hari ke depan.

Menurut data dari Posko Siaga Dinas Sosial Aceh, ke-13 mahasiswa itu adalah Teuku Agusti Ramadhan (Sabang), Maisal Jannah (Aceh Besar), Jihadullah (Banda Aceh), Intan Maghfirah (Banda Aceh), Ory Safwar (Banda Aceh), Siti Mawaddah (Pidie), Alfi Rian Tamara (Aceh Utara), Fadil (Aceh Utara), Siti Sahara (Aceh Tenggara), Hayatul Hikmah (Aceh Utara), Sapriadi (Aceh Barat), Ita Kurniawati (Nagan Raya), dan Yuliannova Lestari (Aceh Tenggara).

Mulia menyebutkan, empat WNI tak mau dievakuasi karena mereka menilai perlakuan dan stigma di Indonesia terlalu berlebihan ketika mereka pulang. “Ada juga yang yakin bahwa daya tahan tubuhnya warga negara tropis seperti Indonesia lebih kuat dibanding warga Cina. Alasan lain, mereka ingin fokus dengan tesis,” pungkasnya.

Tetap menolak

Masyarakat Natuna tetap menolak wilayahnya menjadi lokasi isolasi WNI dari Wuhan. Kemarin, mereka sempat menggelar aksi penolakan yang berujung ricuh. Usai menggelar aksi, masyarakat Natuna kemudian menggelar rapat untuk merencanakan aksi lanjutan pada Senin (3/2/2020) hari ini.

"Kami tetap menolak evakuasi WNI dari Wuhan ke Natuna. Coba daerah lain, pasti sama dengan kami tidak setuju," ujar Wawan, warga yang ikut dalam rapat tersebut, kemarin.

Menurutnya, aksi direncanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di kantor DPRD Natuna dan kemudian bergerak ke bandara. Ia menegaskan, masyarakat sangat takut akan sebaran virus tersebut.

"Kami sangat kecewa dengan pemerintah, kenapa daerah kami dijadikan tempat pengungsian," sebutnya.

Sebelumnya warga setempat terus melakukan aksi demonstrasi menolak kedatangan ratusan WNI itu. Hingga siang kemarin, glombang massa dikabarkan terus memuncak dan memadati pintu AURI Lanud Raden Sajad. Aksi makin memanass hingga warga membakar ban di lokasi tersebut.

"Ibu-ibu sembunyi dan ngumpet masuk rumah masing-masing, takut terkena virus," ujar seorang warga Natuna, Wifit saat dihubungi. Sementara di lokasi aksi, ratusan warga terlibat saling dorong dengan petugas.

Polda Kepri berharap, masyarakat dapat menerima WNI yang baru saja dipulangkan ke Tanah Air.

"Bagaimanapun mereka saudara kita, warga Indonesia juga, jadi sudah saatnya kita saling membantu dan memberikan dukungan," ungkap Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt di Bandara Hang Nadim, Minggu (02/02/1010). Ia menegaskan, WNI yang dikarantina di Natuna dalam kondisi sehat. Sebab, sebelum dievakuasi ke Batam, mereka sudah diperiksa dan dinyatakan sehat.

Pemkab liburkan sekolah

Sehubungan dengan dijadikan Natuna sebagai tempat karantina bagi WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Pemkab setempat langsung mengambi langkah cepat guna mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dengan meliburkan sekolah, mulai dari SD hingga SMAyang ada di sekitaran Pulau Bunguran.

Sekdakab Natuna, Wan Siswandi, melalui pesan singkat, kemarin, mengatakan, dikeluarkannya surat edaran mengenai libur sekolah ini agar anak-anak yang sangat rentan dengar penyebaran virus bisa terhindar dari virus Corona. Adapun libur sekolah, sebutnya dimulai besok (hari ini-red) hingga 17 Februari mendatang.

304 Orang Meninggal

Informasi lain, Filipina menjadi negara pertama di luar Cina yang memiliki korban meninggal karena virus Corona. Departemen Kesehatan Filipina, Minggu (2/2/2020), mengabarkan, seorang pria berusia 44 tahun asal Wuhan yang terinfeksi virus corona dilaporkan meninggal di negara itu. Sebelum meninggal, ia sempat dikarantina bersama pasangannya, setelah mereka tiba di Filipina pada 21 Januari lalu. Dengan kasus di Filipina, pasien meninggal akibat virus Corona menjadi 304 orang.

Sumber: Tribunnews.com


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Wilayah RT 01 Kelurahan Bumi Ayu Disemprot Disinfektan Untuk Cegah Covid-19

Berkhidmat di Dunia Pendidikan Jurnalistik, PJC Dumai Gelar Wisuda Akbar Angkatan Pertama

Menag: Banyak Mudaratnya, Sistem Khilafah Musuh Semua Negara

Kasum TNI: Mengatasi Terorisme Juga Merupakan Tugas Pokok TNI Selain Perang

Dua Personel Polda Bali Berprestasi Terima Penghargaan Dari Kapolri

Setda: Hasil Pemeriksaan BPK Belum Tuntas Bagaimana Bisa jadi Temuan

Suratman Terima Mandat Kepemimpinan PAC GRIB Jaya Dumai Timur, Siap Besarkan Organisasi di Dumai

Bank Indonesia Mengundang Investor Jepang - Keuntungan Lebih Baik Dengan Resiko Terkendali

Dukung Pemerintah Percepat Target Rehabilitasi Hutan Mangrove, Apical Tanam 2.000 Mangrove di Dumai

Diduga Black Campign Sajadah VS Karpet Merah di Medsos, Oknum Dinkes Dumai Minta Maaf

Gelar Customer Gathering HUT PT Pelindo ke-28, Jonedi Ramli: Dapat Tingkatkan Sinergi dengan Pengguna Jasa

Menkumham Bantah Ringankan Hukuman Koruptor di RKUHP

Terkini +INDEKS

Sari Dumai Oleo Tingkatkan Akses Jalan bagi Masyarakat Lubuk Gaung

27 Juli 2026
Merasa Bahagia dan Bangga diIkut Sertakan Tarian Zapin Bagan, Pengawas Dlh Rohil Berikan Klarifikasi
24 Juli 2026
STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Gandeng Guru Besar UIN Suska Riau
24 Juli 2026
Melebihi Standar, Kabupaten Rohil Berhasil Pecahkan Rekor MURI Melalui Tari Sapin Bagan
24 Juli 2026
Jawaban Bupati Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Pandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Rohil Atas Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Rapat Paripurna DPRD Rohil Dengan Agenda Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Oleh Bupati
21 Juli 2026
Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi
20 Juli 2026
STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Pembekalan Dosen dan Mahasiswa KKN-PPL Angkatan XIV
20 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 309 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 306 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 240 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 354 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 389 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved