• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • News

Greenpeace: Banjir Bandang Sumatra Akibat Gagalnya Pemerintah Kelola Ekologi Hulu

PantauNews

Kamis, 04 Desember 2025 12:40:55 WIB
Cetak

PANTAUNEWS, SUMATRA — Deretan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam sejumlah daerah di Sumatra dalam beberapa hari terakhir kembali memantik kritik terhadap pemerintah. Aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, menilai kejadian ini bukan semata fenomena alam, melainkan buah dari kelalaian negara dalam menghadapi krisis iklim dan menjaga kelestarian kawasan hulu. 

Dikutip dari pikiranrakyat.com menyebutkan pada , Kamis (4/12/2025), Iqbal mengungkapkan bahwa Greenpeace sudah berulang kali menyampaikan peringatan mengenai kerentanan ekologis di Pulau Sumatra. Namun, ia menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap abai sehingga bencana yang kini menelan ribuan korban jiwa tak dapat terhindarkan. 

Iqbal turut menyinggung data Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) yang mencatat hilangnya sekitar 1,4 juta hektare tutupan hutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang 2016 hingga 2025. Laju deforestasi itu, menurutnya, berkaitan erat dengan aktivitas 631 perusahaan pemegang izin tambang, HGU perkebunan sawit, PBPH, proyek geotermal hingga pembangkit listrik tenaga air dan mikrohidro. 

Lebih jauh, Iqbal menegaskan bahwa sejumlah pejabat di kabinet Presiden Prabowo Subianto perlu bertanggung jawab atas kondisi ekologis yang memburuk tersebut—khususnya mereka yang berwenang dalam penerbitan perizinan, pengawasan, serta dokumen lingkungan. 

Ia menyebut nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai pihak yang harus ikut bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang kini dirasakan masyarakat di Sumatra. 

Menurut Iqbal, tanpa koreksi serius terhadap kebijakan tata kelola lingkungan, bencana serupa akan terus menghantui dan semakin memperburuk derita masyarakat di daerah rawan.


 Editor : Dedi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Kata-kata Terakhir Jenderal Ahmad Yani Usai Diberondong Cakrabirawa

Kasatpol PP Ancam Potong Semua Bando di Pekanbaru

Ales Saprijon: Jika ini Benar, Saya Minta APH Usut Tuntas!

Ketua KNPI Riau Minta Aparat Kepolisian Usut Tuntas dan Segera Tangkap Pelaku

Personil Polres Dumai Laksanakan Latihan Dalmas

Didukung Masyarakat, Maman Siap Maju Pilkades Ciakar

Santer Heboh, Sejumlah Aparat Kepolisian Bersenjata Lengkap Angkut Beberapa Mesin Game

DPC MCI Kota Tangerang Datangi Kantor Komisi Informasi Banten

Masyarakat Kelurahan Teluk Makmur Apresiasi Peningkatan Jalan Datuk Hakim, Akses Masuk Pantai Koneng

Total 313 Unit, 123 Halte di Pekanbaru Rusak Berat

Busyett..!! Siswi SMA ini Seperti 'Piala Bergilir' 17 Temannya

Peduli Persoalan Buruh, DPC SPN Dumai Akan MoU Dengan Advokat HS & PARTNERS Law Firm

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1255 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 263 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 393 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 264 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved