PILIHAN
Guru di INHU tidak terima tunjangan dari APBN
Rengat ( PantauNews ) - Puluhan guru Di desa yang dianggap terpencil tak menerima tunjangan khusus dari APBN melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indragiri Hulu (Inhu) . Hal ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara data dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) dengan kondisi lapangan.
Sekretaris Disdikbud Inhu, Isnidar didampingi Bendahara Disdikbud Inhu, Irwan Sartika mengungkapkan bahwa pada Bulan Mei 2018 lalu pihaknya melakukan pertemuan dengan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan juga pihak Direktorat Jenderal PK Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
Pertemuan yang dilakukan di Batam tersebut membahas tentang rekonsiliasi dan verifikasi penyampaian kelengkapan laporan penyampaian dana tunjangan guru melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik pada tahun 2017. Namun Pemkab Inhu menyatakan menolak SK Tunjangan Khusus Guru yang ditetapkan untuk Kabupaten Inhu. Hal ini kata Isnidar karena data tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi di lapangan.
"Pada SK yang kita terima ada sekira 31 desa yang termasuk daerah terpencil, namun data itu itu tidak sesuai dengan yang di lapangan. Karena sejumlah daerah yang disebut terpencil kondisinya tidak terpencil, sebaliknya sejumlah daerah yang harusnya termasuk kategori terpencil namun tidak dimasukan dalam SK tersebut," katanya, Kamis(13/9/2018) saat di jumpai media di kantornya.
Alasan itu mereka menolak SK tersebut. Namun Disdikbud Inhu tetap berupaya agar para guru dan tenaga pendidikan yang bertugas di daerah terpencil bisa mendapatkan haknya. Seperti yang disampaikannya, nilai anggaran yang bakal diterima Inhu sebesar Rp 10 Miliar. Maka dengan dana sebesar itu, setiap guru bisa mendapatkan tunjangan penghasilan khusus sebesar Rp 1,5 juta per bulan.
sumber Media center riau
Sekretaris Disdikbud Inhu, Isnidar didampingi Bendahara Disdikbud Inhu, Irwan Sartika mengungkapkan bahwa pada Bulan Mei 2018 lalu pihaknya melakukan pertemuan dengan Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan juga pihak Direktorat Jenderal PK Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
Pertemuan yang dilakukan di Batam tersebut membahas tentang rekonsiliasi dan verifikasi penyampaian kelengkapan laporan penyampaian dana tunjangan guru melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik pada tahun 2017. Namun Pemkab Inhu menyatakan menolak SK Tunjangan Khusus Guru yang ditetapkan untuk Kabupaten Inhu. Hal ini kata Isnidar karena data tersebut sudah tidak relevan dengan kondisi di lapangan.
"Pada SK yang kita terima ada sekira 31 desa yang termasuk daerah terpencil, namun data itu itu tidak sesuai dengan yang di lapangan. Karena sejumlah daerah yang disebut terpencil kondisinya tidak terpencil, sebaliknya sejumlah daerah yang harusnya termasuk kategori terpencil namun tidak dimasukan dalam SK tersebut," katanya, Kamis(13/9/2018) saat di jumpai media di kantornya.
Alasan itu mereka menolak SK tersebut. Namun Disdikbud Inhu tetap berupaya agar para guru dan tenaga pendidikan yang bertugas di daerah terpencil bisa mendapatkan haknya. Seperti yang disampaikannya, nilai anggaran yang bakal diterima Inhu sebesar Rp 10 Miliar. Maka dengan dana sebesar itu, setiap guru bisa mendapatkan tunjangan penghasilan khusus sebesar Rp 1,5 juta per bulan.
sumber Media center riau



Berita Lainnya
Seniman Pelukis Sejiwa Adakan Buka Puasa Bersama
Operasi Ketupat Jaya 2021, Penyekatan Arus Mudik di Pintu Tol Bekasi Barat
Didukung Walikota Semarang, FWLJ dan PWI Jateng Laksanakan Orientasi Kewartawanan
Sinergi untuk Kekuatan Buruh: Workshop Organizer IAGU Dukung Peran Serikat Pekerja Nasional
Korban Lakalantas di Bukit Kayu Kapur Ternyata Adik Beradik
Wako Paisal Serukan Yasinan dan Doa Bersama Selama Masa Tenang
PJS Sulut Sampaikan Aspirasi Wartawan ke Kesbangpol
Situasi di Manokwari Mulai Mencekam, Warga Pendatang Dihimbau Tidak Keluar Rumah
Pemuda Tani HKTI Jateng Nilai Kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo Sangat Tepat
Nikita Mirzani Makin Menjadi Soal Habib Rizieq
Berdampak Positif Bagi Lingkungan, Program Sedekah Jelantah PT KPI Unit Dumai Terima Penghargaan ISRA 2023
Sempena HUT HKN ke-55, Dinkes Dumai Selenggarakan Turnament Futsal