OTT KPK Bupati Meranti, Larshen Yunus 'Endus' Adanya Dugaan Unsur Politis
PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Kepulauan Meranti, H Muhammad Adil SH MM, menuai tanda tanya.
Pasalnya, dari Jum'at dini hari (7/4/2023) tadi OTT itu berlangsung, pihak KPK terkesan menutup diri dari semua pihak, termasuk dari kalangan wartawan.
Seperti biasanya, target OTT langsung dibawa ke Mapolda Riau ataupun ke Mako Brimob Pekanbaru. Namun, untuk Bupati Kepulauan Meranti tersebut, kabarnya langsung diterbangkan ke Jakarta.
Bagi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tingkat I Provinsi Riau, Larshen Yunus menyebutkan bahwa OTT tersebut sangat aneh dan wajib ditelusuri. Apakah murni penegakan hukum atau justru sarat akan unsur politis.
Bagi Larshen Yunus, OTT seperti itu benar-benar telah mengganggu kondusifitas, semua orang jadi bingung dengan dugaan gaya-gaya culas ala KPK.
"Kami heran saja, selama ini Bupati Meranti dikenal proaktif dan vokal dalam menjalankan tugasnya. Bupati yang sempat membuat heboh sejagad maya se-Indonesia, hanya karena terlihat tegas dalam penyampaian argumentasi dihadapan pihak Kementerian Keuangan," ujar Larshen Yunus, dengan nada tanda penuh tanya.
Ketua KNPI Riau juga menambahkan bahwa pihaknya justru mendengar ada hubungan dan komunikasi yang tidak baik antara Bupati HM Adil dengan Ibunya. Oleh karena itu, beberapa pihak menyangkutkan peristiwa tersebut sebagai hukum karma yang diterima sang Bupati Meranti.
Hal tersebut dianggap perlu dan KPK diharapkan mampu bekerja transparan. Jangan terkesan super power dengan sesuka hatinya melumpuhkan seseorang. Semuanya mesti berimbang dan keterbukaan dalam informasi publik.
"Jujur saja kami menyampaikan, bahwa tidak semua Keputusan dari KPK itu benar 100 persen. Jangan dianggap OTT sudah bisa dibenarkan, yang bersangkutan bersalah," beber Larshen Yunus.
"Buktinya pernah mereka (KPK, red) turun di kediaman pribadi seorang pengusaha di Pekanbaru, namun sampai saat ini berita terkait hal itu banyak yang dihapus. Apa kabar peristiwa OTT yang di Jalan Tanjung Datuk itu. Apakah terkait Proyek APBD Kabupaten Bengkalis yang menyeret nama salah seorang pengusaha inisial DH, kok KPK seperti 'macan ompong'," imbuhnya, seraya bertanya-tanya.
Sampai berita ini diterbitkan, Jum'at (7/4/2023) Ketua KNPI Provinsi Riau akan segera mengutus tim untuk bergegas berangkat ke Jakarta, guna memastikan supremasi hukum terhadap Bupati Kepulauan Meranti beserta rombongan yang diangkut ke Gedung KPK. (*)


Berita Lainnya
Polres Sambangi Serentak Markas Komando TNI se-Kota Dumai
Anggota DPRD Kota Tangerang Dedi Fitriadi Kunjungi Puskesmas Kecamatan Karawaci
Basthiar H Mubin Maju Di Pilkades Badak Anom
Sambut Ramadhan, PJID DPC Kabupaten Tangerang Santuni Anak Yatim Piatu
Diduga Pihak Disdikbud Dumai 'Plinplan', Sejumlah Guru, Staf TU beserta Wali Murid Lakukan Aksi Mogok Jilid II
Tokoh Papua Sebut KKB Yang Membantai Warga di Kabupaten Puncak, Melukai Adat
Manfaat Jahe Merah Bantu Hadapi Virus Corona
4 Pejabat Pemko Dumai dan 1 Kontraktor Dipanggil KPK Terkait Penyidikan Kasus Suap Wako Dumai
Buwas Minta Tolong KPK Tangkap Maling Beras BPNT
Ngabalin: Serangan Terhadap Wiranto Pertama Kali dalam Sejarah
Wabup Manggarai Barat Sidak ke Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan
Mobil Disopiri Bocah 13 Tahun Tabrak 6 Motor di Bantul, Satu Tewas