PILIHAN
Diduga Pihak Disdikbud Dumai 'Plinplan', Sejumlah Guru, Staf TU beserta Wali Murid Lakukan Aksi Mogok Jilid II
Dumai (PantauNews.co.id) – Aksi mogok mengajar yang dilakukan sejumlah tenaga pengajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 15 ) Dumai, sangat memprihatinkan didalam dunia pendidikan, Selasa pagi (09/10/2019).
Biasaya mahasiswa atau pelajar yang melakukan aksi atau demonstrasi, namun kali ini, malahan tenaga pendidik yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya dalam sebuah contoh menyampaikan aspirasi yang baik dan benar.
Pantauan awak media, aksi mogok Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) ini ternyata ketidakpuasan hasil mediasi yang dilakukan awal sebelumnya oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai. Kepala SMPN 15 Elly Sukeralawati Simanggunsong (ESS), yang awalnya sempat dirumahkan (tidak dinon aktifkan sementara) oleh Disdikbud Kota Dumai, ternyata kembali bertugas.
Informasi yang berhasil dirangkum Pantau News Grup, ada intervensi dari pihak Disdikbud Kota Dumai agar ESS kembali bertugas. Ada dugaan, pihak Disdikbud Kota Dumai seakan akan menganggap sepele permasalahan yang ada di SMPN 15 Dumai.
Akibat aksi mogok KBM ini, terlihat sejumlah peserta didik (siswa) berhamburan diluar karena tidak ada proses belajar mengajar. Pantauan dilapangan, terlihat juga sejumlah para Wali Siswa atau orang tua yang sempat mendengar adanya aksi mogok KBM ini, langsung datang ke sekolah.
Saat dikonfirmasi salah satu Wali Murid mengatakan, sangat menyanyangkan pihak dinas yang tidak menanggapi cepat persoalan yang ada disekolah ini. “Persoalan ini yang akan menjadi korban itu anak anak kita dengan aksi yang terjadi hari ini. Mendengar ada kejadian, langsung tancap kesini,†ungkap Wali Siswa, Selasa pagi (09/10/2019).
Tidak mendapat keputusan dari Disdikbud Kota Dumai terkait aksi yang pernah sebelumnya , salah satu peserta aksi yang tergabung antara tenaga pendidik dan komite, langsung menghubungi Anggota DPRD Kota Dumai agar dapat menjadi mediasi untuk persoalan ini cepat ditanggapi oleh Pemerintah Kota Dumai.
Terlihat Anggota DPRD Kota Dumai yang hadir, Johannes MP Tetelepta dan Roni Ganda Bakara yang ikut meredam aksi tersebut. Informasinya, peserta aksi mencoba menghubungi sembilan Wakil Rakyat yang ada di Dapil 4, namun hanya 2 saja Wakil Rakyat yang hadir.
Dua Wakil Rakyat yang hadir juga terlihat Kapolsek Dumai Barat, Tokoh Masyarakat, Ketua RT 08, Ketua RT 07 dan Komite Sekolah duduk bersama disalah satu ruangan sambil menunggu kedatangan Kepala SMPN 15 yang sempat menghilang dan pihak Disdikbud Kota Dumai.
Dihadapan dua Anggota DPRD Dumai, Tokoh Masyarakat Sudidyo, mengharapkan segera kepada Disdikbud Kota Dumai agar persolan ini cepat diselesaikan denga tuntas dengan melihat aspek dan akibat dengan adanya aksi ini.
Selanjutnya, Ketua Komite SMPN 15 Dumai Zulherman, terlihat tidak hadir dan hanya diwakili oleh Arlen Sitindaon selaku Sekretaris Komite yang juga merangkap menjadi mediator aksi tersebut.
Penulis : Edriwan



Berita Lainnya
Jupiter MX VS Fuso Bersimbah Darah, Tiga Anak Tak Sadarkan Diri
Pengobatan Kanker Hati Bakal Ditemukan
Mencetak Jurnalis Yang Profesional Dan Berdaya Saing.
Gadis Cantik 20 Tahun Ini Lelang Keperawanannya Rp 890 Juta untuk Bayar Biaya Medis Saat Kecelakaan
Lahan Parkir Puskesmas Karawaci Baru Pindah Di Lahan Kosong
Selain Turun ke Jalan, LPPNRI Dumai juga Salurkan Bantuan 'Peduli Corona' 11 Panti Asuhan
Vaksinasi untuk Usia 6-11 di Sekolah Dasar Negeri Kota Tangerang
Faisal Arif Hadir Sebagai Narasumber Di MTsN 1 Dumai Dalam Kegiatan Pelatihan Dasar Jurnalistik
Flyover di Pekanbaru ini Ancam Nyawa Manusia, Ketua KNPI Riau Desak KPK Turun Tangan
Zahirman Zabir Di Dukung Penuh Pemuda Kota Dumai
Jokowi: AS Punya New York-Washington DC, RI Punya Jakarta-Ibu Kota Baru
PT KPI Unit Dumai dan Sei Pakning Raih Penghargaan Communitas Awards 2023 dari Amerika Serikat