• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Opini

Mewabahnya Virus Covid-19 Diseluruh Negara, Dampaknya Pada Sektor Perekonomian

PantauNews

Jumat, 22 April 2022 21:50:56 WIB
Cetak

Oleh: Yasyifa Salsabila Mahasiswi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

BANDA ACEH, PANTAUNEWS.CO.ID - Peristiwa yang bisa dikatakan cukup rumit, saat mewabahnya virus covid-19 sepertinya menyeluruh hingga ke pelosok negara. Dari sudut pandang ekonomi, virus covid-19 gencar menyerang negara berkembang maupun yang telah maju.

Pada fase awal mewabahnya virus covid-19, banyak negara berorientasi pada kepentingan ekonomi domestik (inward looking). Namun, permasalahan ekonomi yang merupakan dampak dari pandemi tidak dapat diselesaikan sendiri.

Lanju perkembangan ekonomi domestik suatu negara tidak akan stabil jika banyak negara belum mampu pulih. Pandemi mendesak seluruh negara untuk memulihkan ekonomi secara bersama-sama. Kebutuhan saling dukung antarnegara lantas mendudukkan diplomasi sebagai instrumen kebijakan dalam pemulihan ekonomi.

Sistem ekologi dunia yang tertib adalah syarat sah atas kemajuan ekonomi bangsa. Prioritas skala nasional memang menjadi syarat utama, tetapi permasalahan ekonomi skala harus tetap diberi perhatian khusus. Upaya diplomasi yang tertata tidak cukup dimainkan hanya untuk menggarap pertumbuhan domestik tetapi juga demi memastikan terwujudnya tatanan global yang mendukung ekonomi berkelanjutan.

Bagi Indonesia, diplomasi ekonomi merupakan amanat pembukaan UUD 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia, yang dalam aspek kehidupan sosial mencakup pula pilar perekonomian. Diplomasi ekonomi harus diwujudkan secara terstuktur dan sistematis. Tantangan bukan halangan bagi inovasi demi kemajuan.

Jika dicermati, Indonesia terus menginisiasi penguatan diplomasi ekonomi meskipun pandemi belum berhenti. Bank Indonesia semakin aktif mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (local currency settlement) bersama negara mitra yaitu Jepang, Thailand, Malaysia, dan China.

Selain itu, kerangka kerja sama keuangan internasional melalui penyediaan fasilitas darurat (backstop) terbukti semakin kokoh selama masa penanganan dampak pandemi.
Indonesia memperoleh kehormatan untuk mengemban presidensi Group of 20 (G20), forum kerja sama multilateral 19 negara dan Uni Eropa.

Penyerahan presidensi G20 kepada Indonesia secara resmi diselenggarakan dalam KTT di Roma, Italia pada akhir Oktober lalu. Kesempatan ini patut dipandang sebagai prestasi bangsa dalam keanggotaan G20 yang sangat eksklusif, sekaligus menjadi panggung strategis dalam pentas konstelasi ekonomi dunia.

Presiden Joko Widodo mengusung presidensi G20 Indonesia dengan tema recover together, recover stronger. Tema ini mengandung dimensi gotong royong sebagai nilai fundamental bangsa yang diusung ke skala internasional.

Dimensi lainnya adalah optimisme membangun basis ekonomi dan keuangan pascapandemi yang semakin kuat. Keduanya relevan dalam membakar semangat solidaritas global guna menghadapi tantangan dan berbenah menuju kemajuan bersama.

Berkaca dari pengalaman, kesulitan bersama memicu negara-negara berpadu dalam mencari solusi. Sebut saja, krisis finansial global 2008 yang lantas melahirkan urgensi tinjauan sistemik keuangan melalui pendekatan makroprudensial.

Sejak itu, pasar keuangan global menjadi semakin kuat menghadapi dinamika makro. Kepemimpinan internasional tidaklah mudah. Pasalnya, rasionalitas individu negara secara alamiah mendorong konflik kepentingan dalam taraf global.

Menelisik sejarah, dunia pernah menyaksikan upaya bersama membangun kembali setelah Perang Dunia II melalui perjanjian Bretton Woods pada 1944. Sayangnya, kerangka tersebut gagal dan terhenti pada 1971 karena peran dominan AS dalam suplai emas sebagai tautan moneter global (gold standard).

Kegagalan Bretton Woods membawa pelajaran pentingnya semangat kolektif melalui pengelolaan rasionalitas masing-masing individu negara. Kolektivitas global seharusnya dipandang sebagai nilai hakiki kepemimpinan internasional. John Maynard Keynes, ekonom Inggris kala itu sesungguhnya mengusulkan arsitektur keuangan global yang dapat meminimalkan dominasi negara tertentu.

Sayangnya, gagasan Keynes yang mengandung semangat kolektif ditolak dan dunia justru harus menelan kegagalan Bretton Woods.

Pandemi saat ini adalah momentum tepat untuk berbenah, sekaligus mengingatkan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam konstelasi ekonomi global. Agenda strategis seperti respons perubahan iklim, kesinambungan utang negara, dan penguatan arsitektur finansial berkelanjutan patut digarap bersama.

Indonesia sebagai pemegang presidensi G20 tahun 2022 harus mampu menggagas dobrakan dan meyakinkan para negara anggota untuk bergerak secara komunal. Tak hanya terbatas bagi negara anggota, inisiatif kebijakan G20 harus semakin berdampak luas bagi seluruh negara.

Indonesia harus proaktif membangun persepsi positif internasional atas kekuatan dan potensi ekonomi negara, serta kesadaran bersama demi menciptakan kekebalan komunal ekonomi global.

"Saatnya Indonesia fokus tidak hanya pada apa yang dapat diberikan dunia kepada negara tetapi bagaimana Indonesia bisa mewujudkan kontribusi nyata terhadap perekonomian global," tegas Yasyifa Salsabila, Jumat, (22/04/22). (Juliadi)


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Lantik DPW dan DPD PAN se-Riau, Zulhas Minta Pengurus Fokus Bantu Rakyat

Semakin Di Benturkan, Semakin Bergerak Maju Ke Depan

Buang Badan

Ransom Ware, Siapa Berani Lawan?

Kontroversi Belanja Media di e-Katalog* Oleh: Lutfah (Pemimpin Perusahaan media siber dan media jetak Java News)

Pancasila dan Pembumian Sikap Toleransi Beragama

Konsep Perspektif Ekonomi Politik Terhadap Dampak Kenaikan Harga Pertamax

SDM || KARIR

Muara Polemik PPDB Online Dikembalikan Kepada Pihak Sekolah

Pastikan Kita Punya Urgensi dan Alasan Kuat Mengubah Sistem Pemilu

Rapid Test

Upaya Peningkatan Produktivitas Perekonomian Dalam Negara, Infrastruktur Pembangunan Sangat Dibutuhkan

Terkini +INDEKS

Ketahanan Pangan Dimulai dari Halaman Rumah, Polisi dan Petani Bersatu Tingkatkan Produksi Sayur

24 Juni 2026
AIPTU Mardazana dan Petani Kompak Rawat Pisang Kepok, Ketahanan Pangan Nasional Makin Kuat
24 Juni 2026
PWP Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Rayakan HUT ke-26 dengan Tebar Kepedulian bagi Anak-anak Kurang Mampu dan Lansia Dhuafa
23 Juni 2026
Apical Perkuat Komitmen Pengembangan Masyarakat Melalui Berbagai Program Berkelanjutan
23 Juni 2026
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
23 Juni 2026
Polsek Dumai Timur Polres Dumai Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat
23 Juni 2026
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT ITA dan Pemkab Siak Perkuat Pendidikan Konservasi Mangrove
22 Juni 2026
Dugaan Pelanggaran Berlapis di Wisma Cemara, Dari Upah Murah hingga PHK Sepihak
22 Juni 2026
Ketahanan Pangan dari Akar Rumput, Bhabinkamtibmas Bagan Keladi Kawal Produktivitas Petani
22 Juni 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Kepedulian Melalui Program Pertamina Berkah
22 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Wali Kota Dumai Tegaskan Komitmen Jaga Investasi dan Dorong Penyelesaian Polemik TKBM Secara Kondusif

Dibaca : 487 Kali
Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang
Dibaca : 259 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 313 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 2011 Kali
Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan
Dibaca : 221 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved