Kegiatan Sadakata Fair Telan Biaya Rp 80 juta, AMPeS Minta Inspektorat Segera Mengaudit
SUBULUSSALAM, PANTAUNEWS.CO.ID - Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Subulussalam (Ampes), Masran Bancin, meminta Inspektorat untuk mengaudit kegiatan mahassiswa Sadakata Fair yang baru-baru ini di gelar.
Disampaikan Masran Bancin. Seperti yang berkembang di masyarakat kota Subulussalam, bahwa kegiatan tersebut bersumber dari Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam, dan ditambah lagi dari kutipan setiap SKPK.
"Hal ini harus di tindak lanjuti agar tidak mencoreng nama mahasiswa banda aceh karna membawa nama organisasi HPP-SHaF," ujar Masran Bancin, yang saat ini menjabat sebagai Plt ketua organisasi Mahasiswa HPP-SHaF, Selasa, (23/08/22).
Ditambahkannya, pihaknya juga perlu menyampaikan bahwa kepengurusan organisasi HPP-SHaF tidak diketuai oleh Hadi Syahputra. Disinyalir ia menilai bahwa Hadi telah melebihi kewenangannya, karena dia bukan ketua HPP-SHaF yang sah.
"Kegiatan mahasiswa Sadakata Fair yang telah dilaksanakan kemaren, kami menganggap ilegal, dikarenakan tidak dilakukan musyawarah oleh himpunan-himpunan mahasiswa," tambahnya.
Disamping itu, pihaknya meminta Inspektorat agar mengaudit seluruh kegiatan yang menggunakan dana daerah tersebut. (Rls/Juliadi)


Berita Lainnya
Rapat Paripurna Di Gedung DPRK Subulussalam Terkait Penyampaian LKPJ Walikota TA 2021
Dua Rumah Warga Ludes Terbakar Di Perumahan PT Asdal
Satres Narkoba Polres Subulussalam Ringkus Seorang Tersangka Pengedar Sabu
Wahda Terpilih Sebagai Kepala Kampung Subulussalam Timur
Personel Kompi 2 Batalyon C Pelopor Ikuti Donor Darah di Kodim 0118/Subulussalam
Usai Sholat Tarawih, Wako Subulussalam Silaturahmi Bersama Sejumlah Awak Media dan LSM
Haji Uma Serahkan Bantuan ke Orang Tua Mahasiswi Asal Subulussalam yang Meninggal di Mesir
Kasus Tipikor, Hakim PT Banda Aceh Putus Bebas Mantan Ketua BUMK Lentong
Hj Asmidar Hadiri Kenduri Adat Laut, Disambut Tari Gelombang di Pulau Banyak Barat
Kota Dengan Tingkat Deflasi Terendah, Bukittinggi Jadi Catatan Nasional
Walikota Subulussalam: Rekaman Suara yang Beredar di Grup WhatsApp Itu Bohong
Didampingi Camat Lembah Gumanti, Bupati Solok Goro Bersama di Nagari Sungai Nanam