• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Opini

Bahaya Penggunaan Pupuk Kimia Bagi Tanah

PantauNews

Selasa, 07 Juni 2022 10:53:50 WIB
Cetak

Oleh: Endrio Febrianda

Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dibidang pertanian sudah menjadi kebiasaan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai petani, bahkan sudah bisa dikatakan ketergantungan. 

Hal ini tentu mengancam kesuburan tanah itu sendiri, bagaimana tidak penggunaan pupuk kimia secara terus menerus sama saja meracuni dan mengurangi kesuburan tanah secara perlahan, ini tentu saja mengancam perekonomian masyarakat yang bergerak khususnya dibidang pertanian. 

Kita ambil contoh saja kepada salah satu produk pupuk kimia yaitu urea, didalam pupuk urea tersebut terkandung senyawa Nitrogen Sebanyak 48% dan 58% lainya adalah senyawa pengikat, yaitu amoniat. 
Dari semua unsur tersebut senyawa/zat yang dibutuhkan oleh tanaman hanyalah Nitrogen saja lalu senyawa lainya digunakan untuk apa?. Banyak yang tidak tau kegunaan bahan yang 52% ini untuk apa. 

Sebagaimana yang sama sama kita ketahui Senyawa Nitrogen ini adalah zat yang mudah menguap, sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk pertanian, sementara ini adalah zat  yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman, nah jadi untuk mengikat zat nitrogen ini maka dibutuhkan amoniat sebagai pengikatnya. Sementara Amoniat ini adalah racun, yang dapat merusak kesuburan tanah, jadi dapat disempukan penggunaan pupuk kimia urea ini secara terus menerus sama saja kita meracuni tanah itu sendiri. 
Untuk perlu kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena lama kelamaan penggunaan pupuk kimia yang digunakan secara terus menerus dapat menimbulkan kerugian sendiri bagi petani, bahkan dapat mematikan perekonomian mereka, yang bergerak dibidang pertanian. 

Dan juga perlu diketahui jika tanah sudah rusak akibat penggunaan kimia yang berlebihan maka dibutuhkan waktu yang bertahun tahun untuk bisa melepaskan tanah dari zat kimia ini, untuk mari kita kurangi penggunaan pupuk kimia dengan menggunakan pupuk organik, kandungan yang ada dalam pupuk organik ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman, selain itu biaya yang dikeluarkan juga lebih murah dibandingkan pupuk kimia, dan juga pupuk organik juga mudah mendapatkanya, seperti dari kotoran sapi, ayam dan hewan ternah lainya, dan juga dapat diperoleh melalu fermentasi sampah organik rumah tangga lainya. (Rls/Nofri)


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Siapa yang Bersalah Terkait Kelangkaan Minyak Goreng?

PESIAR || PANTAI SELAT BARU

Memaknai Kata Janji

Dukungan Sanksi Pemecatan Sari Antoni Semakin 'Mengganas', Thabrani Al-Indragiri: Pak Syamsuar, Anda Itu Ketua Golkar Riau

DPD Partai NasDem Dumai Berikan 'Bantahan', Istri Eks Walikota Zul As 'Beberkan' Fakta Sebenarnya

MAKNA || BERPIKIR POSITIF

Berorganisasi || Kebutuhan dan Kepentingan?

HUT || RRI

KADO || HUT RI KE 77

Pasar Tradisional Rakyat

DUA SISI PERCAYA DAN KEPERCAYAAN

Soroti Dunia Pendidikan, Jurnalis Kritisi Wakil Rakyat Tangerang Minin Respon

Terkini +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
24 April 2026
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026
Wakil Ketua DPRD Rohil Maston Gelar Reses di Desa Bagan Sinembah Barat
21 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

Dibaca : 827 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 362 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1192 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 722 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 933 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved