Konsep Perspektif Ekonomi Politik Terhadap Dampak Kenaikan Harga Pertamax
Oleh: Saidi Marjaurrahman Pratama Mahasiswa Ilmu Politik, Fisip Universitas Syiah Kuala
BANDA ACEH, PANTAUNEWS.CO.ID - Politik ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari produksi, perdagangan, dan hubungannya dengan Hukum dan Pemerintah.
Menurut Saidi, Ilmu Politik adalah suatu studi tentang bagaimana teori ekonomi mempengaruhi sistem sosial, ekonomi yang berbeda seperti sosialisme dan komunisme, bersama dengan pembuatan dan implementasi kebijakan publik.
Pada Tahun 2022 ini, kata Saidi. Kabar yang sedang hangat dibicarakan dikalangan masyarakat Indonesia, ialah mengenai Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Hal ini menambah lunturnya kepercayaan masyarakat tentang Pemerintah yang seharusnya mensejahterakan rakyat. Namun kenyataannya, hal ini membuat rakyat hanya kebingungan atas keputusan yang terkesan mendadak ini," katanya, Selasa, (26/04/22).
Saidi juga menjelaskan, bahwa Pertamax memang merupakan bahan bakar non subsidi, sehingga konsumennya lebih banyak masyarakat menengah ke atas. Namun, kenaikan harga Pertamax menjadi selisihnya kian lebar, bahkan mencapai di atas dua kali lipat dari pertalite.
"Kenaikan harga bahan bakar minyak tentu menimbulkan banyak kontroversi dalam masyarakat . Kontroversi itu akhirnya membentuk tiga kelompok yaitu pihak yang mendukung (pro),pihak yang menerima saja kebijakan (abstain) dan pihak yang menolak dengan keras kebijakan yang ada (kontra)," jelasnya.
Menurut kesimpulannya, ekonomi politik menjadi sebuah kajian menarik yang membahas mengenai hubungan politik dan ekonomi dengan pendekatan pada peran kekuasaan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
"Bagaimana studi politik yang berfokus pada hubungan antar negara dan ekonomi saling berkaitan dan memiliki hubungan. Dimana ekonomi politik itu sendiri dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kondisi dimana produksi serta konsumsi dapat terselenggarakan di berbagai negara," bebernya
Pemerintah seharusnya dapat mempertimbangkan pasal-pasal yang dikatakannya tersebut, sebelum memutuskan membuat kebijakan penaikan harga BBM ini.
Konversi minyak bumi menjadi gas yang sedang dicanangkan sekarang bisa menjadi solusi lain untuk menekan impor yang ada serta perbaikan dan perluasan tenaga kerja bisa menjadi solusi lainnya.
Walaupun pada akhirnya nanti kenaikan itu akan terjadi, semoga apa yang menjadi kebijakan pemerintah ini dapat mensejahterakan masyakat dan bukan untuk membuat kesengsaraan yang berkesinambungan. (Juliadi)


Berita Lainnya
NIKMATNYA || SECANGKIR KOPI
Harga BBM Meningkat Berdampak Terhadap APBN dan Mendorong Terjadinya Inflasi
Saan Mustopa: Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Berpotensi Molor
Majunya Ismail Sarlata Sebagai Caleg DPRD Riau, Suryadi KS, SH: Mohon Doa dan Dukungan Suara dari Pers, Guru dan Masyarakat Rohil
Jangan Rubuhkan Surau Kami
Mengapa PJS Melarang Wartawan Rangkap LSM?
Pengaruh Mudik dengan Ekonomi Masyarakat Di Sekitar Lintasan
Tidak Ada Norma Hukum yang Mengatur Batasan Waktu Maksimal Pengisian Jabatan Wakil Kepala Daerah
SOSIAL MAPPING || PARTISIPASI MASYARAKAT
Rapid Test
HUMAS || CITRA ORGANISASI
11 Calon TKI Ilegal Diamankan Koramil 01/Dumai Dan BP2MI