Dikabarkan Dit Reskrimsus Polda Riau Sudah Lakukan Penyelidikan Terkait Mobdin,
Berbagai Spekulasi Bermunculan, Apakah Bupati Rohil dan Wakilnya akan Terseret dalam Kasus Ini?
PEKANBARU, PANTAUNEWS.CO.ID - Bergulirnya kasus dugaan skandal Tindak Pidana Korupsi, pada penggunaan aset daerah di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil), terus menjadi atensi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau.
Beberapa bulan yang lalu di tahun 2021, Subdit Tipikor Dit Reskrimsus Polda Riau telah lakukan proses penyelidikan, hingga turun ke Bagansiapiapi. Hasilnya terkait kasus mobil dinas (Mobdin) yang dilaporkan Aktivis PP GAMARI telah keluar, yakni Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).
Informasi dari surat tersebut, para Penyidik Tipikor Dit Reskrimsus Polda Riau telah lakukan pemeriksaan bertahap kepada Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Rohil dan pejabat OPD terkait.
"Sebelumnya kami haturkan terimakasih kepada Abangda Dir, yang telah bekerja dengan penuh profesional, sesuai semangat Presisi Bapak Kapolri, Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si. Semoga ikhtiar ini benar-benar terwujud, masyarakat sangat berharap agar skandal dugaan tindak pidana korupsi pada kasus mobil dinas tersebut segera menemui titik terang" tutur Aktivis Larshen Yunus, Ketua GAMARI, Senin kemarin (10/1/2022).
Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga menegaskan bahwa pihaknya tegak lurus dalam mengusut kasus tersebut.
"Tolong kami Pak Kapolda Riau dan bantu kami Dir Reskrimsus. Yakinkan kami, bahwa Polri saat ini benar-benar Presisi. Kendati kasus tersebut menyentuh ranah pemerintahan daerah, GAMARI tetap optimis bahwa Polisi di Polda Riau benar-benar Istiqomah melawan para koruptor," harap Aktivis Larshen Yunus.
Terakhir, Aktivis Jebolan Sospol Universitas Riau itu juga mengatakan, bahwa GAMARI tak akan gentar melawan para 'badut - badut' yang disuruh oleh para terlapor. Sepanjang itu menyentuh ranah negoisasi, GAMARI dengan tegas akan menolak.
"Dari awal kami sampaikan, bahwa perjuangan GAMARI adalah menghadirkan keadilan, Ikhtiar memperbaiki negeri. Sampai langit runtuh sekalipun, koruptor tak akan bisa tidur nyenyak dan bangkit melawan atau mati tertindas," teriak Aktivis Larshen Yunus.
Sampai berita ini dimuat, berbagai macam spekulasi bermunculan. Apakah Bupati Afrizal Sintong terseret dalam kasus ini.
Apakah benar Pemkab Rohil lalai dalam menjaga Aset Daerahnya atau mungkin ayah kandung Wakil Bupati Rohil yang bernama Azhar Syakban alias Wak Atan yang justru menjadi 'penguasa bayangan' di Negeri Seribu Kubah tersebut. Ibaratnya, tanyalah pada rumput yang bergoyang. (*)


Berita Lainnya
Lemahnya Pengawasan, Bagian Kursi Ditaman DIC Disikat Maling, Diduga dijual sebagai Besi Tua
Amankan dari Tersangka, Satres Narkoba Polresta Pekanbaru Tangkap Sabu Seberat 4,5 Kilogram
Polres Dumai Ungkap kasus Tindakan Pencurian Yang Melibatkan Keluarga
Biadab! Ketua RT di Tangerang Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 11 Minggu
Polisi Tembak Mati Pengedar Narkoba Lintas Sumbar - Riau, Inilah Penjelasan Kapolres Limapuluh Kota
Rurianto Dilapor ke Polda Riau Terkait Dugaan Kebijakan Semena-Mena Terhadap 8 Karyawan
Dua Tersangka Pengedar Sabu Dibekuk Satres Narkoba Polres Dumai
Tertangkap Tangan Bawa Kulit Harimau, Seorang Warga Kuansing Diamankan Polisi
Kasus Dugaan Penipuan Buruh Mandek, Fap Tekal Geruduk Mapolres Dumai
Erwin Sitompul Dukung Langkah Pemerintah Kota Dumai dalam Pengadaan Lahan Bantaran Sungai 2025
Praktisi Hukum Ini Pertanyakan Izin PKS PT SJML
Peningkatan Jalan Berkat KM 8 sampai 16 Pujud Terealisasi Bupati Rohil H Bistamam Sampaikan Terima Kasih kepada Kementerian PUPR