Panitia Pilkades Ranca Kalapa: Tak Terdaftar di DPT Tak Bisa Memilih
TANGERANG, PANTAUNEWS.CO.ID - Persiapan Pilkades di desa Ranca Kalapa, kecamatan Panongan, kabupaten Tangerang, yang akan diselenggarakan pada Ahad (4/7/2021) yang saat ini dalam tahapan perbaikan DPS, terus dikerjakan oleh Panitia.
Menurut Ketua Panitia Pilkades Ranca Kalapa, Karyo, " tahapan perbaikan DPS saat ini terus kami lakukan, agar tidak ada warga yang mempunyai hak pilih, tapi belum terdata, karena apabila ada warga yang tidak terdaftar di DPT, maka warga tersebut tidak bisa mencoblos, hal ini saya sampaikan, agar warga yang belum terdata, dapat segera didaftarkan, jadi pada saat hari pemilihan, semua warga yang mempunyai hak pilih, sudah terdata semua, hal ini perlu juga saya sampaikan, untuk meralat berita sebelumnya, bahwa, kami mengacu kepada peraturan bupati, jadi, jika ada warga yang tidak terdaftar di DPT, maka warga tersebut tidak bisa memilih walaupun membawa KTP dan KK, karena proses pendataan yang kami lakukan, sudah cukup lama waktunya dan basis pendataan kita sampai ke tingkat RT, jadi tidak ada warga yang tidak terdaftar di DPT ", tutur Karyo. (*)
Penulis: soleh


Berita Lainnya
KPAI Minta Polisi Periksa Kejiwaan Ibu yang Masukkan Bayinya ke Mesin Cuci
Muhammad Adis: Walau Kecewa, Tetap Semangat di Pilkades Sukanegara
Pasca Diguyur Hujan Deras dan Disertai Angin Kencang Selama Dua Hari, Kabut Asap di Kota Dumai Nyaris Hilang
Yose Saputra akan Tempuh Jalur Hukum
Kerabat Jadi Pejabat, Pengamat: Seperti Rezim Orde Baru
PT BBS Group Serahkan Bantuan Al Qur'an Untuk Anak Yatim Kepada PJID Kabupaten Tangerang
Alami Peningkatan, Positif Covid-19 di Bireuen Capai 26 Orang
Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi Terima Penghargaan Bintang Bhayangkara Pratama dari Presiden
Selain Kunkerta di Kantor Buluh Kasap, 5 Mahasiswa Unri Abadikan Temuan Alat Tempat Hand Sanitizer
4 hektar lahan Hangus saat kebakaran di Dumai Motor ,Tanjung Palas
Para Kepala Suku di Penggunungan Tengah Papua Dukung Otsus Diperpanjang
Wilmar Alokasikan US$1 Juta atau Rp16 Miliar untuk Menghadapi Ancaman Virus Corona