Piola Juningsing, Seorang Balita di Inhu Lahir Tanpa Lubang Anus Butuh Bantuan Dermawan
INDRAGIRI HULU, PANTAUNEWS.CO.ID - Seorang Balita berusia 8 bulan lahir tanpa memiliki lubang anus. Adalah Piola Juningsing, Balita tersebut anak kedua dari pasangan Dedi Hernifal alias Paino dan Sitina, warga Desa Sialang Dua Dahan, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau.
Sejak lahir, Piola, Balita berjenis kelamin peremphan itu terpaksa setiap buang air besar harus melalui saluran alat kelaminnya.
Ironisnya, kedua orangtua dari Balita malang itu tergolong dari keluarga tidak mampu, sehingga tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi permasalahan anaknya.
Kepada awak media, Paino menuturkan, sejak lahir anaknya tidak memiliki lubang anus. Hal itu yang membuat dia bingung harus berbuat apa.
"Segala upaya telah kami lakukan, baik itu konsultasi ke dokter maupun berobat ke rumah sakit. Akan tetapi semua dokter yang telah kami temui menyarankan kalau anak saya harus di operasi di rumah sakit di Pekanbaru," sebut Paino, Ahad (14/3/2021).
Mendengar operasi, kata Paino, tentu memerlukan biaya tidak sedikit. Jangankan untuk biaya operasi, untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari saja dia tidak punya.
"Biaya untuk makan sehari-hari saja kami susah," kata dia.
Perjuangan Paino terus dia lakukan hingga membuat BPJS Kesehatan tapi upaya itu tidak membuahkan hasil. Sebab, KTP Paino dan istrinya serta NIK Piola Juningsing yang tertera di Kartu Keluarga (KK) tidak online berdasarkan data BPJS Kesehatan.
Hal itu yang membuat Paino dan istrinya Sitina kehabisan akal dan tidak tahu harus berbuat apalagi hingga anaknya berumur 8 bulan.
“Kami sudah berusaha membawa anak ke dokter, baik di rumah sakit umum maupun rumah sakit swasta. Dokter menyarankan untuk oprasi di Pekanbaru melalui BPJS Kesehatan. Ketika saya urus BPJS Kesehatan, banyak persyaratan yang harus di penuhi," ujarnya.
Paino dan istrinya sedih dan semakin bingung harus berbuat apa. Bahkan, kata Paino, dirinya sempat berpikir harus mengakhiri hidupnya saat melihat kondisi anaknya seperti itu.
“Saya sempat stres dan harus berbuat apa melihat anak saya seperti ini. Tidak ada satupun orang membantu. Sejak umur 20 hari kami selalu berusaha mencari jalan dan solusinya tapi tidak ada yang peduli. Terkadang kalau mau buang air besar, Piola selalu menangis menahan rasa sakit untuk mengluarkan BAB dari lubang kemaluannya. Itu yang membuat saya sedih,” kata Sitina, menimpali.
Kedua orangtua Piola Juninsing sangat berharap ada dermawan yang mau membantu persoalan yang di hadapinya.
“Tidak banyak kata yang bisa saya keluarkan, selain berdo'a agar ada orang yang bisa membantu kami kesusahan kami," harapnya. (*)
Penulis: Yuswanto


Berita Lainnya
Kadis DLH Rohil Turun Langsung Menata Serta Membersihkan TMP Kusuma Bahkti
Dukung Khidmat Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Dumai Luncurkan OPLET SIPAI
Diikuti Puluhan Masyarakat, Kapolres Rohul Lepas Program Balik Gratis
Kabareskrim Apresiasi Kinerja Polda Riau dalam Penanganan Karhutla, Minta Tindak Tegas Pelaku Pembakaran
Kapolsek Pujud Polres Rohil Gelar FGD, Mengajak Peran Serta Cegah Karhutla
Pemkab Bersama Kodim 0302/Inhu Gelar Rakor Persiapan Kunker Danrem 031/WB
LMPP Pusat Undang Markas Daerah Riau, Yulia Putra: Siap Menjalankan Amanah Organisasi Memajukan Riau
Beredar Surat Diduga Berisikan Instruksi Pengumpulan KTP dan KK Areal PT Torganda
Hari Kelima Operasi Zebra Lancang Kuning 2022, Kapolres Dumai Turun Langsung Ke Jalan Sapa Pengendara
Bupati H Sukiman Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat LK 2022, Simak Pesan Kapolres Rohul
Dumai Kian Modern, Pembangunan dan Kebersihan Jadi Fokus Utama di Bawah Kepemimpinan Wali Kota Paisal
Dugaan Pelanggaran Upah Lembur PT Banura, SPN Dumai: Ini Kejahatan terhadap Manusia