BNNK Dumai Gelar Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media
DUMAI, PANTAUNEWS.CO.ID - Kota Dumai yang merupakan daerah pesisir di Pulau Sumatera ini termasuk kawasan yang rentan dengan penyelundupan narkoba. Karena itu, perang terhadap narkoba ini harus terus digalakkan sehingga diharapkan dapat menekan peredaran dari narkoba tersebut. Insan pers memiliki andil yang besar dalam memerangi peredaran narkoba dengan melakukan kerjasama sosialisasi bahaya penggunaan narkoba.
Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Dumai melalui Unit Kerja P2M menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media untuk Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) pada hari Rabu (19/10/2022) pagi, di Grand Zuri Hotel Dumai.
Kegiatan yang dihadiri oleh dua puluh orang utusan dari media-media di Kota Dumai ini, dibuka secara resmi oleh Kepala BNN Dumai dalam hal ini diwakili oleh Kasubag Umum BNNK Dumai Juliandri Eka Prawira, SH.
Dalam sambutannya, Andri mengungkapkan, workshop ini dilakukan dalam rangka penanganan permasalahan narkoba di Kota Dumai yang semakin hari semakin meresahkan.
"Saat ini, persoalan narkotika masih menjadi momok utama di negara kita khususnya di Kota Dumai. Angkanya pun bukan semakin berkurang, namun semakin bertambah," ungkapnya.
"Kami berharap melalui workshop ini, terbentuk suatu kolaborasi dan partisipasi dalam pelaksanaan Inpres tersebut, pemerintah bersama seluruh lapisan masyarakat dalam hal ini Insan Media untuk dapat bersinergi agar Indonesia khususnya Kota Dumai terbebas dari narkoba," tutur Andri.
Workshop ini juga diperkuat dengan materi beberapa orang narasumber. Pertama, yaitu pemaparan bertajuk Sosial Media, Ancaman Narkoba, dan Hoax yang disampaikan oleh Kabid Informasi dan Komunikasi Diskominfotiksan Dumai, Muhammad Saddam, S.TTP, M.IP.
Dalam penjelasanya, selain berita hoax, peredaran narkoba juga merupakan ancaman serius bagi masyarakat khususnya generasi muda. Untuk mencegah persoalan tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya P4GN, salah satunya melalui pemanfaatan sosial media.
"Pesatnya perkembangan sosial media diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan hoax di masyarakat," kata Saddam.
Menurutnya, penggunaan media online menjadi salah satu langkah yang tepat dalam melakukan kampanye bahaya penyalahgunaan narkoba dan penyebaran hoax di zaman sekarang ini, karena sebagian besar masyarakat telah mengakses internet.
"Sebagai corong informasi publik, mari kita berperan aktif untuk memberikan informasi yang baik kepada masyarakat khususnya mengenai sosialisasi P4GN dan menangkal berita hoax," pungkasnya.
Dilanjutkan dengan paparan oleh Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan Ormas, Bambang Suriyanto, S.T dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Dumai dan penjelasan oleh dr. Herlina selaku Sub Koordinator Rehabilitasi BNNK Dumai. (Pepen)


Berita Lainnya
Wagubri Minta Masyarakat Tak Takut Divaksin, Ini Alasannya
Babinsa Basilam Baru Bagikan Masker Gratis dan Ajak Warga Sukseskan Vaksinasi
Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Riau Tinjau Swab Masal di Rokan Hulu
Protes dan Kecewa, Warga Pematang Jaya Tutup Akses Jalan Desa
Kejati Riau Terus Cari Keberadaan Dua Orang yang Belum Kembalikan Kasbon
Kapolres Rohul AKBP Budi Dampingi Bupati Pimpin Rakor Penanganan Karhutla Tahun 2023
Ketua Yayasan Bening Nusantara Pertanyakan Pencapaian Perumda RHJ
DPS Kabupaten Bengkalis 381.347 Pemilih
Walikota Dumai Tinjau Lokasi Karhutla di Tanjung Palas
Bupati Rohil Afrizal Sintong Resmikan Coffe Uyang Bagan
Didampingi Oleh Babinsa, Tim Dari Puskesmas Bagan Besar Tracing Contack Covid-19 Ke Rumah Warga
Forum Alumni 99 Unri Kritik Pelaksanaan Kongres IKA Unri