• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Di Maulid Nabi, HRS: Lon*e Hina Habib Dijaga Polisi, Kacau!

PantauNews

Ahad, 15 November 2020 04:10:54 WIB
Cetak

JAKARTA, PANTAUNEWS.CO.ID - Pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, mengomentari pihak-pihak yang membicarakan kepulangannya ke Indonesia. Salah satu yang dikomentarinya ialah polemik antara artis Nikita Mirzani dan pendukung Habib Rizieq.

Diketahui, Nikita terlibat perang cuitan (tweet war) dengan Ustaz Maaher At-Thuwailibi. Awalnya, Nikita membuat video di Instagram Stories dan mengeluhkan ramainya orang yang menjemput kepulangan Habib Rizieq. Ia pun mengatakan nama habib adalah tukang obat.

Pernyataan tersebut dianggap Maaher merendahkan Rizieq. Dia lalu mengatakan akan mendatangkan 800 orang ke rumah Nikita Mirzani dan menuntut permintaan maaf. Polisi kemudian melakukan penjagaan di rumah Nikita.

TERKAIT
  • Jubir Luhut: 500 TKA China Dibutuhkan untuk Mempercepat Pembangunan Smelter
  • Masyarakat bisa memperpanjang SIM hingga akhir Agustus 2020.
  • Peringatan Keras Presiden pada Kementerian yang Kinerjanya Tak Menujukkan Adanya Perasaan Krisis Dalam Penanganan Covid-19

Tweet war berlanjut hingga akhirnya Maaher menyebut Nikita dengan sebutan lo**e. Perang kata antara Nikita dan Maaher ini ikut dibicarakan Rizieq di atas panggung peringatan Maulid Nabi meski dia tidak secara spesifik menyebut nama Nikita Mirzani.

"Ada lo**e hina habib. Pusing, pusing. Sampai lo**e ikutan ngomong, iyee..," kata Rizieq di Jl KS Tubun, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (15/11/2020) dini hari.

Ucapan Rizieq disambut riuh hadirin. Dia mengaku tidak marah banyak orang berkerumun saat menjemputnya dikritik. Lalu Rizieq menyinggung soal polisi menjaga rumah Nikita.

"Saya nggak marah. Cuma ada umat yang marah, ngancem mau ngepung lo**e. Eh polisi kalang kabut jagain lo**e. Kacau, kacau," kata dia.

Baca juga:
Makin Malam, Massa Hadiri Maulid di Tempat Habib Rizieq Makin Ramai
Dia mengatakan semestinya penghina habib ditangkap. Namun dia tak ingin membicarakan hal ini lebih jauh.

"Lo**e hina habib dijaga polisi. Kacau tidak? Mestinya lo**e yang hina habib, hina ulama, tangkep. Bukan dijagain. Polisi jawab, tapi ada ancaman habib. Mangkanya lu tangkep," kata dia.

"Ditangkep nggak, dijagain. Iyee. Jangan-jangan minta jatah kali. Kacau, kacau. Saya ngeliat begini jadi baik. mudah-mudahan jangan sakit lagi deh. Udah-lah jangan diterusin dah ah. Udah biarin, lo**e sama lo**e aja yang ngomong," sambungnya.

Dalam acara peringatan Maulid Nabi ini, Rizieq juga berbicara tentang omnibus law UU Cipta Kerja. Dia menyinggung soal jumlah halaman dari draf omnibus law yang berubah-ubah hingga akhirnya disahkan menjadi undang-undang (UU).

"Saudara, Indonesia bikin undang-undang. Namanya omnibus law. Niatnya sih bagus. Katanya, untuk mempermudah dan memperlancar bidang usaha. Katanya, untuk meringkaskan 70 lebih UU dalam 1 UU saja, katanya. Lalu bagaimana sikap kita? Kalau untuk kebaikan sih nggak masalah," kata dia.

"Cuma yang jadi masalah, ini undang-undang prosesnya lucu, dari 800 halaman jadi 900-an. Dari 900 naik jadi 1.000-an. Dari 1.000 turun lagi jadi 812. Dari 812 naik lagi jadi 1.000-an. Ini lagi bikin UU atau lagi bikin kuitansi warung kopi?" imbuhnya.

Bagaimana duduk perkara antara Nikita dengan Rizieq? Simak di halaman selanjutnya.

Duduk Perkara Nikita vs Rizieq

Awalnya, Nikita Mirzani menyoroti soal ramainya orang yang menjemput kepulangan Rizieq. Ia pun mengatakan nama habib adalah tukang obat.

"Gara-gara Habib Rizieq pulang sekarang ke Jakarta, penjemputannya gila-gilaan. Nama habib itu adalah tukang obat. Screenshot! Nah, nanti banyak nih antek-anteknya mulai nih, nggak takut juga gue," kata Nikita di Instagram Stories kala itu.

Nikita dinilai telah menghina Habib Rizieq dan makna 'habib' atas pernyataan tersebut. Nikita diminta menyampaikan permintaan maaf. Bila tidak, pendukung Habib Rizieq, yakni Habib Alwi, akan melaporkan kasus Nikita Mirzani vs Habib Rizieq Syihab tersebut ke pihak berwajib.

"Apabila statement yang telah Anda sampaikan dalam waktu 1X24 jam Anda tidak mengklarifikasi dan tidak minta maaf, maka niscaya saya Alwi akan membuat LP (laporan polisi) untuk Anda dan umat muslim akan memberikan pelajaran terhadap Anda. Camkan ucapan saya baik-baik," kata Habib Alwi.

Respons atas pernyataan Nikita juga datang dari Maaher. Maaher mengaku akan mendatangkan 800 orang ke rumah Nikita Mirzani dan menuntut permintaan maaf. Dia menilai pernyataan Nikita merendahkan Rizieq.

"Kepadamu l**** oplosan, penjual s*********** saya imbau 1X24 jam kau tidak melakukan klarifikasi dan permintaan maaf di depan publik secara terbuka, saya Maaher At-Thuwailibi secara terbuka bersama 800 laskar pembela ulama akan mengepung rumahmu. Saya serius, saya tidak main-main, kita lihat apa yang terjadi. Darah kami kucurkan untuk membela kehormatan cucu Rasulullah SAW," kata Maaher.

Melihat adanya kasus Nikita Mirzani vs Habib Rizieq Syihab, pihak kepolisian langsung melakukan pencegahan dengan mengamankan lingkungan rumah Nikita Mirzani. Adapun pengamanan tersebut tidak diminta oleh Nikita, tetapi sebagai langkah antisipasi oleh polisi.

"Dari semalam anggota kami sudah patroli pengamanan di sekitar kediaman yang bersangkutan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Antonius Agus Rahmanto dalam keterangannya, Jumat (13/11/2020). ***


Sumber : Detik.com /  Editor : Redaksi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Anggota DPRD Banten, Sugianto: Pelayanan Publik Harus Memuaskan

Kendaraan Roda 4 di Matim Terperosok ke Jurang

Gugurkan Konsultan Yang Banting Harga,Janji Mentri PUPR

Satgas GPK Bersama Lembaga Jemad Tanam Mangggis dan Pinang Batara

Masyarakat Rohul Minta Dilibatkan, Formappi: Kita Akan Bongkar, Siapa itu Sari Antoni

Polri Keluarkan Aturan Optimalkan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas Melalui ETLE dan Tiadakan Razia

Kebakaran Kembali Hanguskan Pasar Pulau Payung, Disaat Pembangunan Pasar Mulai Digesa

PT.Pelindo 1 Cabang Dumai salurkan Dana Program Kemitraan

JIka yang Dilantik Tidak Berdasarkan Nilai dan Prestasi, Pemerhati: Assessment Hanya Buang-buang Anggaran Saja!

Hendri Sandra: Ada Sesuatu yang Luar Biasa dengan Potensi Kota Dumai, Jika Dikelola dengan Baik

Percepatan Vaksinasi, Tak Tanggung-tanggung Danramil 02/BK Turunkan 5 Babinsa

Kenda Guntara: Ini Bentuk Komitmen Kita Untuk Menyediakan Apa Yang Diperlukan Masyarakat.

Terkini +INDEKS

Sinergi Polisi dan Petani Perkuat Ketahanan Pangan, Pekarangan Bergizi di Bumi Ayu Tunjukkan Hasil Positif

12 Juni 2026
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Bukit Timah Pantau Peternakan Sapi Kelompok Tani Mekar Sejati
11 Juni 2026
Bhabinkamtibmas Dumai Barat Pantau Kebun Ubi Warga, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan
10 Juni 2026
Ketua Kelompok Tani Kenduduk Putih Bersama Puluhan Anggota Desak Segera Bentuk Tim Penyelesaian Lahan Balai Kayang
09 Juni 2026
Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun, Bhabinkamtibmas Cek Langsung Perkebunan Alpukat Warga
09 Juni 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 427 Koli Pakaian Bekas dari Malaysia, Lima Kru KM Bintang Mas 88 Jadi Tersangka
08 Juni 2026
DPRD Dumai Turun Langsung ke Batam, Jemput Kepulangan Jamaah Haji dari Tanah Suci
07 Juni 2026
PeHR dan Polres Dumai Bersatu, Mangrove Ditanam untuk Lawan Abrasi dan Perubahan Iklim
06 Juni 2026
Diikuti Puluhan Mahasiswa dari Berbagai Prodi, STAI Ar-Ridho Gelar Sempro dan Sidang Skripsi
06 Juni 2026
Kapolda Riau, Wako Dumai dan DPRD Turun Langsung Tanam Mangrove, Perkuat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim
05 Juni 2026

Terpopuler +INDEKS

Kecelakaan Maut di Jalan Sultan Hasanuddin Dumai! Pengemudi Fortuner Diduga Mabuk, Dua Nyawa Melayang

Dibaca : 226 Kali
Komitmen Tegas: Polisi dan LBH GP Ansor Bersatu Kawal Keadilan di Pelalawan
Dibaca : 273 Kali
Desakan Bongkar Laka Kerja PT Ivo Mas Tunggal, Dugaan Kelalaian Berat hingga Dugaan Unsur Kesengajaan Mencuat
Dibaca : 1886 Kali
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
Dibaca : 1356 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 501 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved