Begini Isi Surat Wasiat Warga Kulonprogo yang Gantung diri karena Kalah Judi Online
Kulonprogo, PantauNews.co.id – Seorang warga Kedungsari, Pengasih Kulonprogo, Karwanto (36) ditemukan tewas tergantung di pohon sawo tidak jauh dari rumahnya pada Selasa (4/8/2020) petang. Polisi yang melakukan pemeriksaan menemukan selembar kertas yang menjadi surat wasiat di saku celananya.
Surat wasiat ini ditulis oleh korban pada selembar kertas yang ditujukan kepada istrinya. Surat ini menggunakan bahasa Jawa campur dengan Bahasa Indonesia.
“Kita temukan surat wasiat di saku celananya,” kata Kanit II Satreskrim Polres Kulonprogo Iptu Aditya Dwi Darmawan.
Pada surat wasiat itu, tertulis alasan mengapa korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Dia kalah berjudi online dan sudah menghabiskan uang ratusan juta. Uang itu diperoleh dengan menggadaikan kendaraan milik sejumlah orang dan habis untuk berjudi.
Berikut isi dari surat yang ditulis korban.
Aku Nek due Salah Tulung Dingapuro
Aku titip anak-anak tulung digedhekke
Aku durung Iso Gawe Senang Awakmu
Isanae Mung Gawe susah Terus
Dari pada aku mlebu Penjara aku mending mati
Aku kalah main judi online
Aku Gadeke Mobile Wiga 165.000.000
Pickup e kotep 10.000.000 – Bos Putu
Vario ne Korep 3.100.000 – Aris Penyu
Beat e ronal 4.000.000 – Aris penyu
Beat e Amrozi 2.500.000 – noc ableh
Beat e dewe 4.000.000 Pak Agus Siliran.
Aku wes ora kuat ndok. Aku Isane Mung Bebani Keluarga
Iki salahku tak tanggunge dewe.
Tulung Dingapuro
Aku Sayanag kowe
Mending pisah mati tinimbang pisah pegatan.
Jika diterjemahkan, “aku kalau punya salah tolong dimaafkan. Aku titip anak-anak tolong dibesarkan. Aku belum bisa membuat senang, hanya membuat susah terus. Daripada aku masuk penjara aku pilih mati. Aku kalah judi online. Aku gadaikan mobil dan motor kepada beberapa orang. Aku sudah tidak kuat, hanya bisa membebani keluarga. Ini salahku biar aku tanggung sendiri. Tolong aku dimaafkan. Aku sayang Kamu. Lebih pisah mati dari pada pisah bercerai”
Jasad korban ditemukan oleh tetangganya yang curiga mendapatkan korban di kebun dekat rumahnya. Awalnya saksi melintas pada siang hari dan menemukan korban seperti berdiri namun membelakangi. Pada sore harinya saksi kembali melintas dan mendapati korban dalam posisi yang sama.
Kejadian inipun disampaikan kepada keluarganya, sehingga warga mengecek keberadaan korban. Setelah diketahui korban meninggal, kejadian ini dilaporkan kepada polisi dan dilakukan evakuasi ke RSUD Wates.
Sumber: Inews.id


Berita Lainnya
Rapat Tertutup dengan Guru PPPK, Ini Penjelasan Kadisdikbud Subulussalam
H Mukhlis: Meski Dana Minim, Pengcab Harus Persiapkan Atlet Secara Maksimal
Pemkab dan Masyarakat Apresiasi Pengungkapan Sabu 41,4 Kg Oleh Polres Bukittinggi
Anggota DPRK Subulussalam Kembali Ingatkan Walikota Agar Jangan Lalai
Desa Madukoro Gelar Musdes Guna Memutus Mata Rantai Covid-19
Peringati Nuzul Quran, Polda Sumbar Santuni Anak Yatim
Kepala Kampong Panji Bantah Gandakan Cap Stempel BPK
HMI Komisariat STIT Hafas Isi Bazar Ramadhan Fair dengan Islamiah
Terkait Demo Ampes di Kantor Walikota dan DPRK Subulussalam, Setwan: Akan Diagendakan RDP
Sambut HUT BRIMOB Ke 76, Batalyon C Jalin Kerja Sama dengan PMI Subulussalam
Asisten I Pemko Subulussalam Instruksikan BPN, Pengamat: Sairun Offside
Gelar Operasional Bulanan di Sawahlunto, Kapolda Sumbar Resmikan 5 Prasasti