Erwin Sitompul Bongkar Dugaan Jalur Belakang PPDB Riau: Minta KPK Turun Tangan
PANTAUNEWS, PEKANBARU – Dunia pendidikan di Provinsi Riau kembali diterpa isu tak sedap. Kali ini, dugaan praktik titipan dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di salah satu sekolah unggulan, SMA Negeri Plus Provinsi Riau, mencuat ke permukaan. Dugaan itu menyeret nama seorang pejabat penting di Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang baru saja dilantik menjadi Sekretaris Dinas.
Menurut informasi yang diterima redaksi dari sumber masyarakat pendidikan, terdapat indikasi kuat bahwa sejumlah siswa yang diterima di SMA N Plus Riau diduga merupakan titipan yang disalurkan melalui oknum Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Riau. Ironisnya, meski isu ini belum terungkap secara tuntas, oknum tersebut justru mendapatkan promosi jabatan dan kini menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
"Ini benar-benar memprihatinkan. Bagaimana mungkin seseorang yang diduga terlibat dalam praktik tidak sehat diangkat menjadi pejabat tinggi di dunia pendidikan Riau? Mau dibawa ke mana pendidikan anak-anak kami?" ujar Erwin Sitompul, S.Pd., pemerhati pendidikan Riau, kepada wartawan, Kamis (16/5).
Erwin mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pelantikan tersebut. Ia menyebut bahwa mantan Kabid SMK yang baru dilantik dulunya hanya guru biasa di salah satu SMK negeri di Pekanbaru, namun kariernya melesat drastis sejak era Gubernur Riau sebelumnya.
Tak hanya itu, Erwin juga meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan dan segera melakukan penyitaan terhadap alat komunikasi para pejabat yang diduga terlibat dalam praktik titipan ini.
"Untuk membuktikan dugaan banyak titipan yang masuk melalui oknum Kabid SMK, silakan KPK menyita HP oknum Kabid SMK yang semalam dilantik jadi Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau," tegas Erwin.
Ia juga meminta KPK agar menyita HP Plt Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, yang menurutnya juga diduga turut membuka jalur titipan masuk ke SMA N Plus Riau.
"Diminta juga HP Plt Kadisdik Riau agar disita oleh KPK, untuk membuktikan dugaan banyak titipan masuk melalui PLT Kadisdik Riau Erisman Yahya," tambahnya.
Erwin menyoroti bahwa perubahan pucuk pimpinan di Dinas Pendidikan Riau yang terjadi belakangan ini justru memperkeruh suasana dan membuat masyarakat semakin kehilangan kepercayaan terhadap integritas lembaga pendidikan.
"Sudah cukup kami dibingungkan dengan kebijakan yang tidak berpihak pada mutu pendidikan. Sekarang, struktur internal pun dipenuhi dengan promosi yang menimbulkan tanda tanya besar," ujarnya lagi.
Ia berharap Gubernur Riau yang baru terpilih dapat membuka mata terhadap persoalan ini. Menurutnya, hanya keadilan yang bisa menyelamatkan masa depan pendidikan di Bumi Lancang Kuning.
"Hanya Allah Yang Maha Tahu dan Maha Adil. Semoga Allah membuka tabir kebenaran ini dengan terang benderang," tutupnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau maupun pihak terkait lainnya mengenai dugaan titipan dalam penerimaan siswa SMA N Plus Riau serta pelantikan pejabat dimaksud.


Berita Lainnya
Heboh!! 3 Hari Menghilang, Pria Berkelainan Mental Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong
Pelaksanaan HUT RI Ke 75 Di Bireuen Berpedoman Pada Surat Mensesneg
Nikita Mirzani Ngaku Telan Berbagai Rasa Sperma, Dikumur Terlebih Dulu
Yakinkan Masyarakat, Pangdam XVII/Cenderawasih Terima Vaksin Covid-19 Tahap Ke-2
Perpusnas Dukung Upaya Peningkatan Kesejahteraan di Nagekeo Melalui Literasi
Peluang Petani Cabe Daerah Menjual Cabe
PAC Pemuda Pancasila Tambun Selatan Gelar Bhakti Sosial
DPRD DKI Desak PDIP dan Demokrat Setor Nama Pimpinan Sebelum 4 Oktober
Markas OPM Satu Persatu Berhasil Dikuasai TNI-Polri, Egianus Kogoya Makin Terdesak
BJK dan BKM bekerjasama dalam memfasilitasi tenaga Kerja Konstruksi dalam Memiliki Sertifikat Keahlian
Pentolan Teroris OPM Papua Alex Hamberi Dkk Menyerahkan Diri
Bapenda Riau Kembali Hapuskan Denda Pajak Kendaraan, Ini Jadwalnya