Dua Kali Mangkir dari Bipartit, PT. Narasaka Utama Dilaporkan ke Disnaker Dumai
PANTAUNEWS, DUMAI – Konflik ketenagakerjaan kembali mencuat di Kota Dumai. PT. Narasaka Utama, perusahaan distributor kebutuhan harian yang dipercaya memasarkan produk Nestlé Indonesia, dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Dumai setelah dua kali mangkir dari undangan perundingan bipartit yang diajukan oleh Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Dumai.
Laporan tersebut diajukan SPN melalui surat resmi bernomor: 008/DPC-SPN/DMI/IV/2025 sebagai permohonan penyelesaian melalui jalur tripartit. Langkah ini diambil menyusul kegagalan mediasi bipartit antara pihak perusahaan dan pekerja yang mengadukan sejumlah pelanggaran hak normatif.
Ketua SPN Kota Dumai, Mhd Alfien Dicky Khasogi, mengungkapkan bahwa pengaduan dari pekerja agensi distribusi menjadi pola berulang dalam dinamika hubungan industrial di Dumai.
“Mayoritas pengaduan yang kami terima berasal dari pekerja di perusahaan agensi seperti PT. Narasaka Utama. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan pembiaran terhadap pelanggaran norma kerja,” tegas Alfien, Selasa (30/4/2025).
Alfien juga mengkritik tajam lemahnya peran pengawasan dari instansi terkait. Ia menegaskan bahwa investasi yang hadir di daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama pekerja.
“Kalau hanya menumpang usaha tanpa memberikan kontribusi berarti, lalu justru merugikan pekerja, untuk apa dibiarkan beroperasi? Pengawasan seharusnya tidak menunggu laporan, tetapi aktif mencegah,” ujarnya.
Salah satu pekerja PT. Narasaka Utama, Chandra, turut menyampaikan keluhannya. Ia mengaku diberhentikan secara sepihak tanpa kejelasan status kerja dan tanpa menerima salinan kontrak.
“Gaji saya di bawah UMK Dumai, saya harus urus BPJS Kesehatan sendiri, dan jam kerja saya sering melebihi batas normal karena saya bekerja sebagai sopir. Ini sangat tidak adil,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT. Narasaka Utama belum memberikan keterangan resmi. Disnaker Kota Dumai juga belum merespons permintaan konfirmasi terkait jadwal mediasi tripartit yang diajukan SPN.
Kasus ini menambah daftar panjang sengketa ketenagakerjaan di sektor distribusi Kota Dumai, yang dinilai banyak pihak masih luput dari pengawasan serius.


Berita Lainnya
Motif Pembunuhan Kakak oleh Adik Ipar di Inhu, Menolak Diajak Wikwik
Pemuda Pancasila PAC Dumai Timur Adakan Seminar dan diskusi Dalam Rangka HUT ke 64
Dedi Saputra Terpilih Sebagai Ketua DPC PWRI Dumai
Proses Penanggulangan Banjir Rob, Walikota Dumai Tinjau Langsung Kelapangan
Pemko Dumai Rencanakan Bangun Eco Wisata Taman Satwa
Ini Penjelasan Diskominfo Dumai. Terkait Anggaran Media
Marta Santoso: Selamat Atas Musda KNPI Kota Dumai
Polsek Rambah Samo Santuni Anak Yatim dan Doa Bersama Pada Pergantian Malam Tahun Baru
Bupati Inhu Galang Komitmen Penguatan Transisi PAUD dan SD
Teddy Ardian Jabat Waka Polres Inhu, Ini Orangnya
Demi Sukseskan MTQ Tingkat Kecamatan, Kelurahan Bukit Kapur Laksanakan STQ
Wako Paisal Serahkan 100 Unit Septic Tank Untuk Warga Teluk Binjai