• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Riau
  • Inhu

Warga Desa Punti Kayu Kesal dan Tuding Kapolsek Peranap Berpihak ke PT PIR

Iptu Gia Ginting: Saya Netral, Saya Berada Ditengah, Tidak Memihak

PantauNews

Kamis, 16 Februari 2023 18:18:33 WIB
Cetak

INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Beredar kabar ditengah-tengah masyarakat di Kecamatan Batang Peranap, bahwa Kapolsek Peranap akan menangkap warga Desa Punti Kayu yang menggelar aksi massa, demo damai didepan kantor PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) pada Rabu (15/2) siang kemarin.

Warga yang berjumlah puluhan orang itu dalam aksi demo damai bersitegang dengan Kapolsek Peranap hingga adu mulut itu tidak berlangsung lama. 

Namun warga sangat menyayangkan dan juga kesal atas sikap Kapolsek Peranap yang ditengarai memihak kepada perusahaan.

Pertemuan dengan perwakilan PT PIR, PT EDCO dan PT Datama ditepi jalan itu atau tepatnya disekitar areal tambang batubara, turut disaksikan oleh Upika Batang Peranap dan Peranap itu berakhir kekecewaan bagi warga.

Adalah M, salah satu pendemo ketika dikonfirmasi media ini via telepon seluler mengatakan jika mereka kesal campur jengkel atas sikap Kapolsek Peranap yang menurut warga tidak profesional menjalankan tugasnya saat massa pendemo menyampaikan tuntutannya ke perusahaan.

"Setiap pertanyaan (tuntutan) yang kami sampaikan kepada pihak perusahaan yang menjawab Kapolsek. Sudahlah kami kesal dengan perusahaan ditambah pula lagi oleh Kapolsek. Siapa yang tidak jengkel. Kekesalan kami sudah lebih dua tahun dipendam akibat jalan rusak parah. Kami tidak bisa menjual hasil kebun ke PKS di Peranap," kata M, gusar.

Jadi wajar jika warga menuntut perusahaan itu memperbaiki jalan milik kabupaten yang rusak itu. Keruskan jalan disebabkan mobilisasi ratusan truck tronton dan colt diesel milik kontraktor tambang yang setiap hari melintas.

"Kami diancam mau ditangkap sama Kapolsek Peranap. Sebagai aparat seharusnya menjadi penengah bukan memihak ke perusahaan," ujar M menambahkan.

Tugas polisi itu mengamankan situasi dan jadi penengah bukan malah memihak ke perusahaan. Apalagi mengancam akan menangkap warga yang berdemo.

"Jadilah polisi teladan bagi masyarakat dan mengayomi serta melindungi masyarakat. Jangan menakut-nakuti masyarakat, mengancam mau menangkap yang berdemo," kata M kesal.

Sementara itu, Kapolsek Peranap Iptu Bahagia Ginting ketika dihubungi melalui telepon seluler membantah telah mengancam warga yang berdemo.
Kata dia, tuntutan pendemo agak pelik karena warga menuntut pelebaran jalan dan perbaikan jalan yang rusak.

"Jalan itu milik kabupaten dan perbaikannya juga belum maksimal. Perundingan tidak putus hari itu dan kemungkinan ada tenggat waktu untuk musyawarah lagi. Persoalan perbaikan jalan dan masalah ganti ruginya dari mana. Ya mungkin didudukan dulu. Jika di kecamatan tidak putus ya ke kabupaten," terang Kapolsek.

Dikatakannya lagi, walau aksi massa hanya sebentar, sekira jam 12.30 WIB sudah bubar tapi tuntutan warga cukup pelik, sehingga musyawarah tidak putus sehari.

Menyoal nada ancaman, lanjut Ginting, ada salah seorang warga saat pertemuan itu menyebutkan kemungkinan pihak perusahaan membawa Kapolda kesini (kantor perjsahaan) untuk "mengamankan" masyarakat.

"Sampai dua kali diucapkan, membawa-bawa Kapolda. Maksud warga mungkin anggota Kapolda datang untuk mengamankan masyarakat disini supaya warga diam. Ya mungkin begitu maksudnya. Tapi setelah itu, ya mungkin agak sedikit keras tapi berakhir dengan saling memaafkan," jelas Ginting.

Meski ucapan itu ditujukan kepada perusahaan tapi kalau sudah  diseret-seret Bapaknya (Kapolda-red) membuatnya tersinggung dan marah. Itulah yang membuat suasana jadi tegang.

"Tapi tidak ada masalah, tidak ada ketegangan maupun keributan lagi. Kami sudah salam-salaman dan maaf-maafan, bahkan kami foto bersama. Saya kan netral, ada ditengah," ujarnya.

Disinggung soal akan ada aksi massa damai lanjutan walau belum tahu pastinya kapan, sebagaimana kabar yang diterima media ini, Ginting menuturkan, waktu perundingan dijadwalkan dua hari. 

Sebagai penengah dipertemuan itu, lanjutnya, setiap pertanyaan warga dan sebaliknya apa jawaban perusahaan, dirinya yang meneruskan kekedua belah pihak.

"Saya bilang kalau ini tidak bisa putus hari ini. Jika harus ke kabupaten (Pemkab) ya kan harus ditengahi oleh Forkopimcam kan gitu. Karena setahu saya jika pembebasan lahan di Pemda ini tentu Pemda dilibatkan. Karena ini jalan Pemda Inhu," terang Ginting.

Jika pendemo tidak puas masih ada waktu untuk pertemuan selanjutnya dan nomor telepon Kades Punti Kayu dan perusahaan sudah disimpan kedua belah pihak.

"Jika dalam perundingan itu sudah tidak ada lagi yang mau berbicara meski saya kasih kesempatan lagi kedua belah pihak untuk bicara menyampaikan apa yang diinginkan tapi karena sudah tidak ada akhirnya pertemuan itu diakhiri. Mudah-mudahan kedepan ada keputusan, kan begitu," tandasnya.

Kembali menyoal adanya nada ancaman ke warga mau ditangkap, Ginting mengaku tidak ada. Dia hanya tersingung dan marah ada menyebut-nyebut nama Kapolda.

"Ya saya tadi emosi. Pimpinan saya seakan-akan memerintahkan kami kesini mengamankan masyarakat, yang seolah-olah kami memihak ke perusahaan. Saya juga menegaskan ke perusahaan untuk jangan seperti itu. Bantulah masyarakat biar enak sama enak. Kita juga tahu bagaimna perusahaan ini apakah ada kontrubusi ke masyarakat atau tidak. Rekan-rekan media kan tahu juga," pungkasnya. 

Dirinya juga sudah meminta maaf dan berharap kedepannya sudah tidak ada lagi, sudah clear semua. Dirinya juga tidak ada mengancam akan menangkap warga.

"Tidak ada saya mengancam-ngancam. Itu bukan type saya. Ada saya bilang, kalau viral nanti sama-sama kena. Jika sempat viral saya ditangkap juga kan gitu. Bisa saja ya kan. Tapi gak usahlah kan kita niat baik. Niat baik saja kita bawa," ujarnya. (stone)


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Abdul Wahid Mus Pimpin PW Muhammadiyah Riau

SPN Kota Dumai Bentuk Pimpinan Unit Kerja di Nerbit Kecil, Sungai Sembilan

Wakil Bupati Rohil Jhony Charles Tinjau Persiapan Lomba LKBB Duta Pancasila Sambut Hari Pahlawan 2025

Komisi III DPRD Inhu Kembali Agendakan RDP Dengan DLH Inhu

Pimpinan PT Sawit Asahan Indah Siap Bersinergi dengan Pemdes Sungai Kuning

Kapolresta Pekanbaru Beserta Forkopimda Memastikan Pelaksanaan Penyekatan Mudik di Perbatasan

7 Warga Negara Asing Bangladesh Diamankan Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri

Wujudkan Situasi Kamtibmas, Polsek Ujung Batu Laksanakan Giat Jumat Curhat

Didukung Peralatan Canggih, Satgas Pemburu Teking Covid-19 Jaring 4.414 Pelanggar Protokol Kesehatan

Diduga, Oknum Pengacara Ini Dibantu Preman Kampung Kuasai Lahan Kebun Kelapa Sawit Milik PT TPS

Jelang Ramadhan, Satlantas Polres Inhu Gelar Ops Cipkon Lantas Tertib

Polres Inhu Terima 3 Penghargaan Terbaik Pertama dari KPPN Rengat

Terkini +INDEKS

Mandek Dua Tahun, FAP-Tekal Bongkar Dugaan Penghambatan Hukum Kasus Tenaga Kerja

27 Januari 2026
Polres Dumai Dorong Ketahanan Pangan, Panen Raya Jagung Pipil Jadi Sarana Edukasi Masyarakat
27 Januari 2026
Polres Rohil Ungkap Jaringan Narkotika Internasional, Amankan 3,98 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Happy Five
26 Januari 2026
Perkuat Sinergi Polri dan Komunitas Pelari, Polres Rohil Gelar Green Policing Running Club,
25 Januari 2026
Polres Dumai Laksanakan Pengamanan Konser Kemanusiaan untuk Sumatera dan Palestina di Kota Dumai.
24 Januari 2026
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
21 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi Pers dan BUMN, Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pelindo Regional I
21 Januari 2026
Polres Rohil Gelar Sosialisasi dan Penandatanganan Fakta Integritas Pagu Anggaran 2026
21 Januari 2026
Polres Rohil Laksanakan Giat Analisa dan Evaluasi Bhabinkamtibmas Serta Arahan
20 Januari 2026
PWMOI Dumai Perkuat Sinergi dengan Imigrasi, Dorong Transparansi dan Pelayanan Publik Berkualitas
19 Januari 2026

Terpopuler +INDEKS

Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan

Dibaca : 1258 Kali
Polsek Bukit Kapur Bongkar Aksi Pencurian Kabel PJU di Akses Gerbang Tol Dumai, Sejumlah Pelaku Diburu
Dibaca : 266 Kali
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Dibaca : 394 Kali
Warga NU Pelalawan Dan Masyarakat Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Alam Sumatera
Dibaca : 316 Kali
PWMOI Dumai: DUFEST 2025 Bukan Sekadar Festival, Tapi Penggerak Ekonomi Rakyat
Dibaca : 265 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved