• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Riau
  • Inhu

Warga Desa Punti Kayu Kesal dan Tuding Kapolsek Peranap Berpihak ke PT PIR

Iptu Gia Ginting: Saya Netral, Saya Berada Ditengah, Tidak Memihak

PantauNews

Kamis, 16 Februari 2023 18:18:33 WIB
Cetak

INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Beredar kabar ditengah-tengah masyarakat di Kecamatan Batang Peranap, bahwa Kapolsek Peranap akan menangkap warga Desa Punti Kayu yang menggelar aksi massa, demo damai didepan kantor PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) pada Rabu (15/2) siang kemarin.

Warga yang berjumlah puluhan orang itu dalam aksi demo damai bersitegang dengan Kapolsek Peranap hingga adu mulut itu tidak berlangsung lama. 

Namun warga sangat menyayangkan dan juga kesal atas sikap Kapolsek Peranap yang ditengarai memihak kepada perusahaan.

Pertemuan dengan perwakilan PT PIR, PT EDCO dan PT Datama ditepi jalan itu atau tepatnya disekitar areal tambang batubara, turut disaksikan oleh Upika Batang Peranap dan Peranap itu berakhir kekecewaan bagi warga.

Adalah M, salah satu pendemo ketika dikonfirmasi media ini via telepon seluler mengatakan jika mereka kesal campur jengkel atas sikap Kapolsek Peranap yang menurut warga tidak profesional menjalankan tugasnya saat massa pendemo menyampaikan tuntutannya ke perusahaan.

"Setiap pertanyaan (tuntutan) yang kami sampaikan kepada pihak perusahaan yang menjawab Kapolsek. Sudahlah kami kesal dengan perusahaan ditambah pula lagi oleh Kapolsek. Siapa yang tidak jengkel. Kekesalan kami sudah lebih dua tahun dipendam akibat jalan rusak parah. Kami tidak bisa menjual hasil kebun ke PKS di Peranap," kata M, gusar.

Jadi wajar jika warga menuntut perusahaan itu memperbaiki jalan milik kabupaten yang rusak itu. Keruskan jalan disebabkan mobilisasi ratusan truck tronton dan colt diesel milik kontraktor tambang yang setiap hari melintas.

"Kami diancam mau ditangkap sama Kapolsek Peranap. Sebagai aparat seharusnya menjadi penengah bukan memihak ke perusahaan," ujar M menambahkan.

Tugas polisi itu mengamankan situasi dan jadi penengah bukan malah memihak ke perusahaan. Apalagi mengancam akan menangkap warga yang berdemo.

"Jadilah polisi teladan bagi masyarakat dan mengayomi serta melindungi masyarakat. Jangan menakut-nakuti masyarakat, mengancam mau menangkap yang berdemo," kata M kesal.

Sementara itu, Kapolsek Peranap Iptu Bahagia Ginting ketika dihubungi melalui telepon seluler membantah telah mengancam warga yang berdemo.
Kata dia, tuntutan pendemo agak pelik karena warga menuntut pelebaran jalan dan perbaikan jalan yang rusak.

"Jalan itu milik kabupaten dan perbaikannya juga belum maksimal. Perundingan tidak putus hari itu dan kemungkinan ada tenggat waktu untuk musyawarah lagi. Persoalan perbaikan jalan dan masalah ganti ruginya dari mana. Ya mungkin didudukan dulu. Jika di kecamatan tidak putus ya ke kabupaten," terang Kapolsek.

Dikatakannya lagi, walau aksi massa hanya sebentar, sekira jam 12.30 WIB sudah bubar tapi tuntutan warga cukup pelik, sehingga musyawarah tidak putus sehari.

Menyoal nada ancaman, lanjut Ginting, ada salah seorang warga saat pertemuan itu menyebutkan kemungkinan pihak perusahaan membawa Kapolda kesini (kantor perjsahaan) untuk "mengamankan" masyarakat.

"Sampai dua kali diucapkan, membawa-bawa Kapolda. Maksud warga mungkin anggota Kapolda datang untuk mengamankan masyarakat disini supaya warga diam. Ya mungkin begitu maksudnya. Tapi setelah itu, ya mungkin agak sedikit keras tapi berakhir dengan saling memaafkan," jelas Ginting.

Meski ucapan itu ditujukan kepada perusahaan tapi kalau sudah  diseret-seret Bapaknya (Kapolda-red) membuatnya tersinggung dan marah. Itulah yang membuat suasana jadi tegang.

"Tapi tidak ada masalah, tidak ada ketegangan maupun keributan lagi. Kami sudah salam-salaman dan maaf-maafan, bahkan kami foto bersama. Saya kan netral, ada ditengah," ujarnya.

Disinggung soal akan ada aksi massa damai lanjutan walau belum tahu pastinya kapan, sebagaimana kabar yang diterima media ini, Ginting menuturkan, waktu perundingan dijadwalkan dua hari. 

Sebagai penengah dipertemuan itu, lanjutnya, setiap pertanyaan warga dan sebaliknya apa jawaban perusahaan, dirinya yang meneruskan kekedua belah pihak.

"Saya bilang kalau ini tidak bisa putus hari ini. Jika harus ke kabupaten (Pemkab) ya kan harus ditengahi oleh Forkopimcam kan gitu. Karena setahu saya jika pembebasan lahan di Pemda ini tentu Pemda dilibatkan. Karena ini jalan Pemda Inhu," terang Ginting.

Jika pendemo tidak puas masih ada waktu untuk pertemuan selanjutnya dan nomor telepon Kades Punti Kayu dan perusahaan sudah disimpan kedua belah pihak.

"Jika dalam perundingan itu sudah tidak ada lagi yang mau berbicara meski saya kasih kesempatan lagi kedua belah pihak untuk bicara menyampaikan apa yang diinginkan tapi karena sudah tidak ada akhirnya pertemuan itu diakhiri. Mudah-mudahan kedepan ada keputusan, kan begitu," tandasnya.

Kembali menyoal adanya nada ancaman ke warga mau ditangkap, Ginting mengaku tidak ada. Dia hanya tersingung dan marah ada menyebut-nyebut nama Kapolda.

"Ya saya tadi emosi. Pimpinan saya seakan-akan memerintahkan kami kesini mengamankan masyarakat, yang seolah-olah kami memihak ke perusahaan. Saya juga menegaskan ke perusahaan untuk jangan seperti itu. Bantulah masyarakat biar enak sama enak. Kita juga tahu bagaimna perusahaan ini apakah ada kontrubusi ke masyarakat atau tidak. Rekan-rekan media kan tahu juga," pungkasnya. 

Dirinya juga sudah meminta maaf dan berharap kedepannya sudah tidak ada lagi, sudah clear semua. Dirinya juga tidak ada mengancam akan menangkap warga.

"Tidak ada saya mengancam-ngancam. Itu bukan type saya. Ada saya bilang, kalau viral nanti sama-sama kena. Jika sempat viral saya ditangkap juga kan gitu. Bisa saja ya kan. Tapi gak usahlah kan kita niat baik. Niat baik saja kita bawa," ujarnya. (stone)


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Siaran MNCTV Hilang, Warga Dumai Keluhan Tak Bisa Tonton Penampilan Havis KDI

Pintu Dikunci Jalan Masuk Ditutup, Tidak Ditemukan Aktivtas Dilokasi Penampungan BBM

Operasi Patuh Lancang Kuning 2022 Digelar Mulai Hari Ini, Kapolda Riau Pimpin Apel Gabungan

Kegiatan Jumat Berkah, Tim GJB Pemuda Sintong Kembali Bagikan Sembako Kepada 20 Warga Kurang Mampu

Rikky Andesma: Semoga Banyak Iven Sepakbola di Kota Dumai

Feri Sibarani: Dewan Pers Diharapkan Mendukung Kemajuan Masyarakat Pers Tanpa Penyalahgunaan Wewenang

Goro Bersama Rutin Kelurahan Bagan Barat Kali Ini Diwilayah Lingkungan RT 013 dan RT 11

Breaking News: SPBU Kuala Cenaku Inhu Terbakar

Rasa Kebersamaan dan Kepedulian Kepada Kaum Duafa, Ibu Asuh Polwan Ny. Fikih Isa dan Polwan Polres Rohil Berbagi Sembako

Mahasiswa Kukerta Unri Adakan Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring

Bupati Bersama Wabup Rohul Apresiasi Atas Kunjungan Komandan Korem 031/Wirabima

Data BPS, Nilai Tukar Petani Riau Turun 3,38 Persen

Terkini +INDEKS

Sari Dumai Oleo Tingkatkan Akses Jalan bagi Masyarakat Lubuk Gaung

27 Juli 2026
Merasa Bahagia dan Bangga diIkut Sertakan Tarian Zapin Bagan, Pengawas Dlh Rohil Berikan Klarifikasi
24 Juli 2026
STAI Ar Ridho Bagansiapiapi Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Gandeng Guru Besar UIN Suska Riau
24 Juli 2026
Melebihi Standar, Kabupaten Rohil Berhasil Pecahkan Rekor MURI Melalui Tari Sapin Bagan
24 Juli 2026
Jawaban Bupati Rohil Atas Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Terhadap Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Pandangan Umum Fraksi -Fraksi DPRD Rohil Atas Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025
21 Juli 2026
Rapat Paripurna DPRD Rohil Dengan Agenda Penyampaian Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 Oleh Bupati
21 Juli 2026
Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi
20 Juli 2026
STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Gelar Pembekalan Dosen dan Mahasiswa KKN-PPL Angkatan XIV
20 Juli 2026
Persatuan Wanita Patra Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dan DPPA Kota Dumai Tanamkan Budaya Anti-Bullying di SD IT Brilliant
20 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 309 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 306 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 240 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 354 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 389 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved