• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025
Polres Dumai Tutup Tahun 2024 dengan Deretan Prestasi dan Komitmen untuk Keamanan Kota
31 Desember 2024

  • Home
  • Kesehatan
  • Dumai

Sabu: Narkotika Berbahaya dengan Sejarah Panjang dan Dampak Menghancurkan

PantauNews

Selasa, 11 Maret 2025 15:01:00 WIB
Cetak
Ilustrasi: Pengguna Kelam narkotika jenis sabu

PANTAUNEWS, DUMAI – Sabu atau methamphetamine telah menjadi salah satu narkotika paling berbahaya di dunia. Dengan efek stimulan yang kuat, sabu dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat dan menciptakan euforia berkepanjangan bagi penggunanya. Namun, di balik daya tariknya, sabu membawa dampak kesehatan dan sosial yang menghancurkan. 

Jejak Sejarah: Dari Obat Medis ke Narkotika Ilegal 

Methamphetamine pertama kali dikembangkan dari zat amfetamin yang ditemukan pada tahun 1887 oleh ilmuwan Rumania, Laz?r Edeleanu. Kemudian, pada 1893, ahli kimia Jepang Nagayoshi Nagai berhasil mensintesis methamphetamine untuk pertama kalinya. Perkembangan lebih lanjut dilakukan oleh Akira Ogata pada tahun 1919, yang menciptakan bentuk kristal methamphetamine yang lebih stabil—cikal bakal sabu yang dikenal saat ini. 

Pada Perang Dunia II, methamphetamine digunakan secara luas oleh tentara Jerman, Jepang, dan Sekutu untuk meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah. Nazi Jerman memproduksi tablet methamphetamine dengan nama dagang Pervitin, yang diberikan kepada tentaranya. Jepang juga membekali pilot kamikaze dengan zat ini sebelum misi bunuh diri. 

Setelah perang, methamphetamine mulai dipasarkan sebagai obat resep untuk menurunkan berat badan dan mengatasi depresi. Namun, pada 1970-an, banyak negara melarang penggunaannya karena efek sampingnya yang berbahaya dan potensi kecanduan yang tinggi. 

Mengapa Sabu Begitu Populer? 

Methamphetamine menjadi narkotika ilegal yang sangat diminati karena beberapa faktor utama: 

• Mudah Diproduksi – Tidak seperti kokain atau heroin yang membutuhkan tanaman tertentu, methamphetamine bisa dibuat dari bahan kimia industri dan farmasi. Pembuatan sabu bisa dilakukan di laboratorium sederhana, membuatnya mudah diproduksi secara ilegal. 

• Efek yang Lama dan Kuat – Sabu memberikan euforia yang intens dan bisa bertahan hingga 12 jam, jauh lebih lama dibandingkan kokain. Pengguna merasa penuh energi, percaya diri, dan tidak mengantuk. 

• Permintaan Tinggi di Kalangan Pekerja dan Pencandu – Banyak pekerja industri, sopir truk jarak jauh, dan pekerja malam menggunakan sabu untuk tetap terjaga. Efek adiktifnya membuat pengguna sulit berhenti, sehingga permintaannya tetap tinggi. 

• Jaringan Kartel dan Kejahatan Terorganisir – Peredaran sabu dikendalikan oleh sindikat narkotika internasional, seperti kartel Meksiko dan mafia Asia Tenggara. Di Asia, sabu banyak diproduksi di "Golden Triangle" (Segitiga Emas), yaitu perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos. 

Dampak Menghancurkan bagi Pengguna 

Penggunaan sabu tidak hanya menyebabkan euforia sesaat, tetapi juga membawa dampak buruk yang mengerikan, baik secara fisik maupun mental. 

• Efek Jangka Pendek: 

• Peningkatan detak jantung dan tekanan darah. 

• Hilangnya nafsu makan dan gangguan tidur. 

• Perubahan perilaku menjadi lebih agresif. 

• Efek Jangka Panjang: 

• Kerusakan otak yang menyebabkan gangguan memori dan kesulitan berpikir. 

• Gangguan mental, seperti paranoid, halusinasi, dan perilaku agresif. 

• Kerusakan fisik, seperti gigi rusak (meth mouth) dan luka di kulit akibat halusinasi serangga. 

• Dampak Sosial: 

• Meningkatnya angka kriminalitas akibat kecanduan sabu. 

• Hancurnya hubungan keluarga dan hilangnya pekerjaan. 

Bahan Kimia Berbahaya yang Digunakan 

Banyak bahan yang digunakan untuk membuat sabu awalnya bisa ditemukan di apotek atau toko bahan kimia. Namun, kini banyak negara telah mengawasi dan membatasi peredarannya. Beberapa di antaranya adalah: 

• Pseudoefedrin atau Efedrin – Dahulu banyak ditemukan dalam obat flu, tetapi kini penggunaannya diawasi ketat. 

• Aseton – Sering digunakan dalam pembersih kuku. 

• Hidrogen Peroksida (H?O?) – Ditemukan dalam antiseptik luka. 

• Asam Sulfat – Biasa digunakan dalam pembersih saluran air, tetapi sangat korosif. 

• Red Fosfor – Bisa ditemukan dalam kepala korek api, meski jumlahnya kecil. 

• Litium – Terdapat dalam beberapa jenis baterai. 

• Soda Api (NaOH) – Biasa digunakan untuk membersihkan saluran air. 

Upaya Pencegahan dan Hukum 

Pemerintah di berbagai negara terus memperketat pengawasan terhadap bahan-bahan kimia ini untuk mencegah produksi ilegal sabu. Di Indonesia, kepemilikan atau peredaran methamphetamine termasuk dalam kategori narkotika golongan I, dengan ancaman hukuman yang berat bagi pelaku. 

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum juga terus melakukan operasi untuk membongkar jaringan narkotika, termasuk penyelundupan dari luar negeri. 

Kesimpulan 

Sabu bukan sekadar narkotika biasa. Dengan sejarah panjang dari obat medis hingga menjadi narkotika paling berbahaya, sabu telah menghancurkan banyak nyawa dan keluarga. Dampaknya yang mengerikan bagi kesehatan dan sosial menjadikannya ancaman serius yang harus diperangi bersama. 

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba, demi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari jerat kecanduan.


Sumber : Pantaunews /  Editor : Redaksi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Polres Rohil Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning Tahun 2025, Polres Rohil Beri Lat Pra ke Personel

Puskesmas Bukit Kayu Kapur Resmi Beroperasi

Langkah Maju Pelayanan Kesehatan, RSUD Dumai Antar Obat Gratis hingga ke Pintu Rumah

Obat Herbal Efektif Membantu Pengelolaan Penyakit Darah Tinggi

Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19, Uji Klinis Kuartal I/2021

Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning Tahun 2025, Polres Rohil Beri Lat Pra ke Personel

Lurah Sukajadi Dumai Larang Keras Pembakaran Lahan demi Kesehatan Warga

Aksi Nyata Pemerintah Daerah Melalui DLH Rohil 50 Ton Sampah di Angkat diPalika

Angka Kelahiran Tinggi, Bisnis Newborn Photography Semakin Banyak Diminati

Laksanakan PCR dan Rapid Test di Pasar Sukaramai dalam antisipasi Corona

Walikota dan Kadinkes Dumai Apreasiasi Khitanan Massal Sempenan Peringatan HKGB ke-71 Tahun

Terkini +INDEKS

Dugaan Kelalaian Serius PT Ivo Mas Tunggal Resmi dilaporkan, Sikap Tegas Dinantikan

28 April 2026
Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
27 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Dukung Sinergi Pengendalian Karhutla di Kota Dumai
26 April 2026
Langkah Besar STAI Ar Ridho: SK Inpassing Dibagikan, Dosen Didorong Lebih Produktif
26 April 2026
Perkuat Kesadaran Ekologis Pesisir, Dosen Jurusan Sosiologi Gelar Pengabdian di SDN 3 Rupat Utara, Bengkalis
25 April 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
24 April 2026
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
23 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Optimalkan Sistem Flaring, Bukti Nyata Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi
22 April 2026
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Pastikan Perempuan Mampu Ambil Peran Strategis di Seluruh Proses Produksi Kilang
22 April 2026

Terpopuler +INDEKS

Guru Bantu di Riau Belum Terima Gaji, Aktivis Pendidikan Riau Minta Presiden Prabowo Subianto Dan KPK Segera Turun Tangan

Dibaca : 926 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Komisi Pemberantasan Korupsi Pantau Pengumuman Kelulusan SMA Negeri Plus
Dibaca : 365 Kali
FAP Tekal Ultimatum Kejari Dumai, Minta Laporan Dugaan Korupsi Pertamina Segera Diproses
Dibaca : 1192 Kali
Erwin Sitompul Minta Gubernur Riau Segera Evaluasi Kadisdik Riau Menguat, Aktivis Soroti Pernyataan Provokator
Dibaca : 722 Kali
Erwin Sitompul Disambut Hangat PLT Gubernur Riau dalam Open House Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Dibaca : 938 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved