• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Kesehatan
  • Dumai

Sabu: Narkotika Berbahaya dengan Sejarah Panjang dan Dampak Menghancurkan

PantauNews

Selasa, 11 Maret 2025 15:01:00 WIB
Cetak
Ilustrasi: Pengguna Kelam narkotika jenis sabu

PANTAUNEWS, DUMAI – Sabu atau methamphetamine telah menjadi salah satu narkotika paling berbahaya di dunia. Dengan efek stimulan yang kuat, sabu dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf pusat dan menciptakan euforia berkepanjangan bagi penggunanya. Namun, di balik daya tariknya, sabu membawa dampak kesehatan dan sosial yang menghancurkan. 

Jejak Sejarah: Dari Obat Medis ke Narkotika Ilegal 

Methamphetamine pertama kali dikembangkan dari zat amfetamin yang ditemukan pada tahun 1887 oleh ilmuwan Rumania, Laz?r Edeleanu. Kemudian, pada 1893, ahli kimia Jepang Nagayoshi Nagai berhasil mensintesis methamphetamine untuk pertama kalinya. Perkembangan lebih lanjut dilakukan oleh Akira Ogata pada tahun 1919, yang menciptakan bentuk kristal methamphetamine yang lebih stabil—cikal bakal sabu yang dikenal saat ini. 

Pada Perang Dunia II, methamphetamine digunakan secara luas oleh tentara Jerman, Jepang, dan Sekutu untuk meningkatkan stamina dan mengurangi rasa lelah. Nazi Jerman memproduksi tablet methamphetamine dengan nama dagang Pervitin, yang diberikan kepada tentaranya. Jepang juga membekali pilot kamikaze dengan zat ini sebelum misi bunuh diri. 

Setelah perang, methamphetamine mulai dipasarkan sebagai obat resep untuk menurunkan berat badan dan mengatasi depresi. Namun, pada 1970-an, banyak negara melarang penggunaannya karena efek sampingnya yang berbahaya dan potensi kecanduan yang tinggi. 

Mengapa Sabu Begitu Populer? 

Methamphetamine menjadi narkotika ilegal yang sangat diminati karena beberapa faktor utama: 

• Mudah Diproduksi – Tidak seperti kokain atau heroin yang membutuhkan tanaman tertentu, methamphetamine bisa dibuat dari bahan kimia industri dan farmasi. Pembuatan sabu bisa dilakukan di laboratorium sederhana, membuatnya mudah diproduksi secara ilegal. 

• Efek yang Lama dan Kuat – Sabu memberikan euforia yang intens dan bisa bertahan hingga 12 jam, jauh lebih lama dibandingkan kokain. Pengguna merasa penuh energi, percaya diri, dan tidak mengantuk. 

• Permintaan Tinggi di Kalangan Pekerja dan Pencandu – Banyak pekerja industri, sopir truk jarak jauh, dan pekerja malam menggunakan sabu untuk tetap terjaga. Efek adiktifnya membuat pengguna sulit berhenti, sehingga permintaannya tetap tinggi. 

• Jaringan Kartel dan Kejahatan Terorganisir – Peredaran sabu dikendalikan oleh sindikat narkotika internasional, seperti kartel Meksiko dan mafia Asia Tenggara. Di Asia, sabu banyak diproduksi di "Golden Triangle" (Segitiga Emas), yaitu perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos. 

Dampak Menghancurkan bagi Pengguna 

Penggunaan sabu tidak hanya menyebabkan euforia sesaat, tetapi juga membawa dampak buruk yang mengerikan, baik secara fisik maupun mental. 

• Efek Jangka Pendek: 

• Peningkatan detak jantung dan tekanan darah. 

• Hilangnya nafsu makan dan gangguan tidur. 

• Perubahan perilaku menjadi lebih agresif. 

• Efek Jangka Panjang: 

• Kerusakan otak yang menyebabkan gangguan memori dan kesulitan berpikir. 

• Gangguan mental, seperti paranoid, halusinasi, dan perilaku agresif. 

• Kerusakan fisik, seperti gigi rusak (meth mouth) dan luka di kulit akibat halusinasi serangga. 

• Dampak Sosial: 

• Meningkatnya angka kriminalitas akibat kecanduan sabu. 

• Hancurnya hubungan keluarga dan hilangnya pekerjaan. 

Bahan Kimia Berbahaya yang Digunakan 

Banyak bahan yang digunakan untuk membuat sabu awalnya bisa ditemukan di apotek atau toko bahan kimia. Namun, kini banyak negara telah mengawasi dan membatasi peredarannya. Beberapa di antaranya adalah: 

• Pseudoefedrin atau Efedrin – Dahulu banyak ditemukan dalam obat flu, tetapi kini penggunaannya diawasi ketat. 

• Aseton – Sering digunakan dalam pembersih kuku. 

• Hidrogen Peroksida (H?O?) – Ditemukan dalam antiseptik luka. 

• Asam Sulfat – Biasa digunakan dalam pembersih saluran air, tetapi sangat korosif. 

• Red Fosfor – Bisa ditemukan dalam kepala korek api, meski jumlahnya kecil. 

• Litium – Terdapat dalam beberapa jenis baterai. 

• Soda Api (NaOH) – Biasa digunakan untuk membersihkan saluran air. 

Upaya Pencegahan dan Hukum 

Pemerintah di berbagai negara terus memperketat pengawasan terhadap bahan-bahan kimia ini untuk mencegah produksi ilegal sabu. Di Indonesia, kepemilikan atau peredaran methamphetamine termasuk dalam kategori narkotika golongan I, dengan ancaman hukuman yang berat bagi pelaku. 

Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum juga terus melakukan operasi untuk membongkar jaringan narkotika, termasuk penyelundupan dari luar negeri. 

Kesimpulan 

Sabu bukan sekadar narkotika biasa. Dengan sejarah panjang dari obat medis hingga menjadi narkotika paling berbahaya, sabu telah menghancurkan banyak nyawa dan keluarga. Dampaknya yang mengerikan bagi kesehatan dan sosial menjadikannya ancaman serius yang harus diperangi bersama. 

Masyarakat diharapkan lebih waspada dan berperan aktif dalam memerangi peredaran narkoba, demi masa depan yang lebih sehat dan bebas dari jerat kecanduan.


Sumber : Pantaunews /  Editor : Redaksi

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Puskesmas Bukit Kayu Kapur Resmi Beroperasi

ALODOKTER Bersama ShopeePay Luncurkan Kampanye Puasa Sehat, Chat Dokter Hemat

Klarifikasi BKPSDM Pekanbaru Terkait Penunjukan Dedy Khairul Ray sebagai Plh Direktur RSD Madani

Keluhan Tokoh Masyarakat Terhadap Pelayanan RS Awal Bros Dumai: Pilih-Pilih Pasien BPJS?

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Salurkan Kepedulian Melalui Program Pertamina Berkah

PT KPI Unit Dumai Fokus Tangani Masyarakat Terdampak

Tingkatkan Kesehatan Pekerja, PT KPI RU II Dumai Bagikan Cold Pressed Juice

Kepedulian Tanpa Batas, Provost DPC GRIB JAYA Kota Dumai Salurkan Bantuan

Klarifikasi BKPSDM Pekanbaru Terkait Penunjukan Dedy Khairul Ray sebagai Plh Direktur RSD Madani

Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac, MUI: Hukumnya Suci dan Halal

KH Hamdani: Program GJB Pemuda Sintong Bermanfaat dan Membantu Meringankan Bagi Masyarakat Yang Kurang Mampu

Polres Rohil Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025

Terkini +INDEKS

FSPMI Dumai Laporkan Mitra RS Awal Bros ke Pengawas Ketenagakerjaan, Diduga Bayar Upah di Bawah UMK dan Langgar Aturan Lembur

29 Juli 2026
Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa
29 Juli 2026
Aparat Bongkar Dugaan Penimbunan Miras Berpita Cukai Palsu Senilai Rp12,55 Miliar di Bali
29 Juli 2026
Bipartit Gagal Dua Kali, FSPMI Dumai Bawa Sengketa PHK PT Tridaya Dimensi Indonesia ke Disnaker
29 Juli 2026
PT ITA dan Pemkab Siak Tanam 5.000 Mangrove, Perkuat Kolaborasi Jaga Pesisir
28 Juli 2026
Ketua Petani Plasma Rohil Zulfakar Tuntut Kejelasan Data, Transparansi
28 Juli 2026
DKPP Dumai Luncurkan LENTERA, Inovasi Edukasi Pertanian untuk Cetak Generasi Petani Muda
28 Juli 2026
Perkuat Pemahaman Personel Polres Dumai terhadap KUHP, KUHAP, dan Perubahan UU Kepolisian
28 Juli 2026
Rapat Lanjutan Banggar DPRD Rohil Bersama Inspektorat, Dlh, Disdik dan Camat Pasir Limau Kapas
28 Juli 2026
Banggar DPRD Rohil Laksanakan Rapat Lanjutan Bersama TAPD dan OPD
28 Juli 2026

Terpopuler +INDEKS

PT KIMI Berdarah Ketua PWRI Kabupaten Siak desak Seluruh Pihak yang Melanggar Hukum Dipidana Biar Ada Efek Jera

Dibaca : 328 Kali
Dituding Alihkan Pokir ke Luar Dapil, Anggota DPRD Dumai Muhammad Al Ichwan Hadi Beri Klarifikasi
Dibaca : 311 Kali
Tebar Kepedulian di Jumat Berkah, JMSI Kota Dumai Berbagi Rezeki untuk Masyarakat
Dibaca : 244 Kali
Erwin Sitompul Sebut Data Kemendagri Membuktikan Program MBG Tidak Menurunkan PAD Riau, Justru Menghemat APBD Rp45 Miliar
Dibaca : 359 Kali
Dua Perusahaan Galangan Kapal di Siak Riau Kebanggan Bupati Afni.z di Hentikan, Dugaan Memanfaatkan Ruang Laut Tanpa Izin
Dibaca : 396 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved