Ditetapkan Tersangka,
Pelaku 'Pembobol Dana Umat' ini Resmi Ditahan, Berikut Ungkapan Kajari Dumai
PANTAUNEWS.CO.ID, DUMAI – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai, Dr. Agustinus Herimulyanto melalui Jaksa Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) menetapkan IS sebagai tersangka. Tersangka IS, terbukti melakukan tindakan pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Dumai Tahun Anggaran 2019 hingga 2021.
Dalam siaran Pers, Kajari menjelaskan bahwa Tersangka IS dilakukan penahanan di Rutan Dumai pada Jumat (4/8/2023). Penyidik telah memperoleh cukup bukti bahwa Tersangka IS diduga keras sebagai pelaku tindak pidana korupsi dengan modus operandi.
“Modusnya antara lain dengan melakukan pemotongan uang kegiatan, membuat dan mencairkan dana penerima bantuan fiktif. Akibatnya timbul kerugian keuangan negara sebesar Rp1.420.405.500,00 (satu milyar empat ratus dua puluh juta empat ratus lima ribu lima ratus rupiah),” kata Agustinus Herimulyanto.
Kajari juga menyebutkan, jumlah tersebut sebagaimana laporan hasil audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat Kota Dumai.
“IS disangka melakukan korupsi yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1), subsider Pasal 3, lebih subsider Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001,” lanjutnya.
Menurut pengakuan Tersangka, hasil korupsi telah digunakan untuk kepentingan pribadinya, antara lain membeli mobil untuk di rentalkan atau disewa.
“Sehubungan dengan akibat kerugian yang timbul, penyidik akan berusaha mengoptimalkan pengembalian aset (aset recovery) selama proses hukum berlangsung, melalui aset tracing (penelusuran aset) dan penyitaan-penyitaan,” ungkap Kajari Dumai menjelaskan.
Sebelum ditahan, Tersangka telah menjalani pemeriksaan oleh Jaksa selaku Penyidik selama sekitar 4 jam di ruang pemeriksaan Kejari Dumai. Penyidikan efektif berlangsung sejak akhir tahun 2022 lalu.
Selama pemeriksaan, Tersangka didampingi oleh Cassarolly Sinaga and Partner sebagai Penasihat Hukum yang ditunjuk berdasar Pasal 56 KUHAP.
Penyidik melakukan penahanan terhadap Tersangka IS selama 20 (dua puluh) hari kedepan dengan mempertimbangkan alasan-alasan objektif dan subjektif sebagaimana diatur di dalam KUHAP.
“Yakni diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih, dikhawatirkan tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau mengulangi tindak pidana,” pungkasnya mengakhiri. (*)


Berita Lainnya
Diduga Tersangka Pencabulan, Satreskrim Polres Subulussalam Tangkap Seorang Ayah Tiri
Pengacara Kondang Kamarudin Simanjuntak Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik
SF Hariyanto: Tak Ada yang Perlu Ditakuti, Penggeledahan KPK Bagian dari Penegakan Hukum
Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai Kembali Berhasil Membekuk Seorang Pengedar Shabu
Merasa Dirugikan, Yayasan Riadlut Tauhid Gugat Walikota Pekanbaru Senilai Rp.8 Miliar Lebih
Ratusan Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi HUT RI dan Dasawarsa
Tim Satreskrim Polres Dumai Berhasil Ungkap Pelaku Pembunuhan Pemilik Joy Salon
Satreskrim Polres Bengkalis Ungkap Penggelapan 22 Unit Sepeda Motor
Ketika Negara Ambil Alih Tanah Rakyat, Masyarakat Dumai Lakukan Aksi Turun Kejalan
Polres Inhu Ungkap Mafia Narkoba Rutan Rengat
Merasa Korban Laporan & Pemberitaan Hoax, Bupati Rohil akan Tempuh Jalur Hukum
Polres Bengkalis Berhasil Tangkap Pengedar Sabu dan Daun Ganja Di Desa Kesumbo Ampai