Kisah Pilu Nakes Puskesmas di Inhu, Takut Dipenjara dan Memilih Berhenti Bekerja
Ketika Uang Sagu Hati Dituding Hasil Curian
INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Beredar kabar tidak sedap akhir-akhir ini, hanya karena uang senilai Rp5 ribu membuat Tenaga Kesehatan (Nakes) memilih berhenti bekerja.
Jumlah Nakes sebanyak 10 orang yang bertugas disalah satu Puskesmas diwilayah Kabupaten Inhu, Riau memilih berhenti (resignt) dari pekerjaan.
Konon kabarnya, jumlah tenaga Nakes yang memilih resignt akan terus bertambah setelah mereka, diduga kuat, diperiksa oleh penyidik Kejari Inhu.
Kabar lebih mirisnya lagi, para Nakes yang berhenti itu bukan hanya tenaga honorer akan tetapi berstatus PNS juga memilih berhenti bekerja dengan alasan takut masuk penjara karena suatu sebab.
Kabar itu beredar para Nakes merasa tertekan, secara mental maupun psikologis, setelah dipanggil dan kemudian diperiksa pihak Kejari Inhu atas dugaan "potongan" dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan juga dana Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dari tahun anggaran 2021 - 2022.
Hingga berita ini dimuat, Kajari Inhu Romiyasi SH masih belum bisa diminta keterangan seputar isu tidak sedap tersebut. (stone)


Berita Lainnya
Larshen Yunus: Ini Sama Saja 'Melumuri Muka' 45 Anggota DPRD di Kota Pekanbaru
Meriahkan Kebersamaan, Keluarga Besar Daerah Rintis Gelar Silaturahmi di Miniatur Riau Pekanbaru
Polda Riau Serentak Adakan Penyemprotan Di 6 Kabupaten Kota Antisipasi Covid 19
Walikota Dumai Tinjau Lokasi Karhutla di Tanjung Palas
Kritikan Tajam atas Pola Diskriminasi Kerjasama RSUD Kota Dumai terhadap Media Lokal
Lagi-lagi, Kecelakaan Akibat Pohon Tumbang Tepi Jalan Raya, Pemko Dumai Kurang Tanggap
Wujudkan Ecowisata Serta Dukung Upaya Pengamanan Aset, PT KPI RU Dumai Resmikan SPT Patra Agro Lestari
Terkait Keluhan Rujukan RSUD di Pekanbaru, Mak Nita Ingin Wujudkan Rumah Singgah Bagi Masyarakat Kurang Mampu
Peringati Hari Juang TNI AD ke-77, Kodim 0302/Inhu Ziarah ke TMP
Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Rutan Dumai Lakukan Vaksinasi Booster Massal
Warga Batang Peranap Pertanyakan Jalan Pemda Digunakan Angkutan Batubara
Jelang Kongres Pemilihan Ketua IKA Unri, IKA IP FISIP Ingatkan Hal Ini