Ketua Apindo Inhu Minta Pemda Tegas dan Keberpihakan Mengelola Bandara Japura Rengat
INHU, PANTAUNEWS.CO.ID - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Inhu, Riau Asun alias Mastur menegaskan, bahwa dengan keberpihakan pemerintah didalam mendukung pengelolaan bidang Bandar Udara (Bandara) di Kabupaten Inhu harus tegas.
Sebab, jika tidak didukung sepenuhnya maka fungsional Bandara Japura Rengat yang berada di Kecamatan Lirik akan sia-sia. Padahal Bandara Japura Rengat yang dibangun oleh PT Stanvac itu telah berdiri sejak 70 tahun silam.
"Untuk itu, kita ingin agar Bandara Japura Rengat jangan dibiarkan hanya sebatas nama," tegas Aaun, Sabtu (28/1).
Sejatinya, lanjut Asun, kehadiran Bandara Japur Rengat akan menghadirkan konektivitas dan aksesibilitas suatu wilayah, sehingga pada akhirnya dapat mendorong pergerakan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat.
Akan tetapi impian itu hanya bisa digapai jika semua pihak mau mendukung sepenuhnya, khususnya dukungan dan ketegasan dari pemerintah daerah.
Wujud ketegasan itu dengan mendukung sepenuhnya efektivitas Bandara Japura Rengat dapat dianalogikan melalui komitmen bersama dari ratusan bidang usaha industri dan bidang perkebunan yang berada diwilayah Kabupaten Inhu, Riau ini.
“Coba bayangkan, jika setiap perusahaan mau mendukungnya, paling tidak 15 kursi setiap bulannya maka Maskapai Wings Air pasti bisa terbang sebanyak dua kali dalam sepekan. Karena untuk sekali terbang butuh 40 seat (kursi). Jika jumlah 40 sheat itu diuangkan maka akan memperoleh omset sebesar Rp40 juta dalam satu kali terbang dengan rute Bandara Japura Rengat ke Bandara Hang Nadim Batam,” terang Asun.
Akan tetapi, sebaliknya, jika perusahaan yang ada di Kabupaten Inhu tidak kooperatif mendukung operasional Bandara Japura Rengat akan dikenai sanksi.
“Maka dari itu, pemerintah daerah harus tegas. Jika pihak perusahaan yang saya sebutkan diatas tadi tidak mendukung maka disuruh hengkang saja dari Inhu ini,” tegas Asun bersuara lantang.
Asun menambahkan, sebagai contoh untuk dapat dijadikan referensi semua pihak yakni Bandara Pinang Kampai Dumai bisa berjalan normal karena didukung oleh perusahaan setempat dengan cara wajib beli kursi penumpang perbulan.
“Masa kita kalah dengan Dumai,” tegas Asun.
Sementara itu, Eksekutif General Manager (RGM) Bandara Japura Rengat, Alex Rudi Naenggolan membenarkan belum beroperasinya bandara yang dia pimpin.
Oleh karena Maskapai Wings Air ATR 72 milik perusahaan penerbangan Lion Air itu dengan rute Bandara Hang Nadim Batam harus membawa penumpang sedikitnya 40 penumpang (seat) dengan harga ticket Rp800 ribu hingga Rp1 juta.
"Pihak Wings Air menggunakan blok seat 40 dan sebanyak 35 seat dijual pihak maskapai,” terang Alex. (stone)


Berita Lainnya
Kapolda Riau Pimpin Gelar Apel Patroli Berskala Besar Di Polres Rohil
AKBP Pangucap Priyo Soegianto Jabat Kapolres Rokan Hulu
Masyarakat Dua Desa di Inhu Keluhkan Usulan Dana Replanting
Polda Riau Gandeng Organisasi Kemahasiswaan, Gelar Vaksinasi di Kampus UIN Suska
Dikunjungi Dewan Energi Nasional, PT KPI RU Dumai Paparkan Peranannya Terkait Cadangan Penyangga Energi
HUT ke-77 TNI, Dandim 0302/Inhu Dapat Kejutan dari Kapolres Inhu
Bekerjasama Dengan PMI dan Tenaga Medis, Polres Rohil Beserta Jajaran Gelar Donor Darah di HUT Bhayangkara Ke-79
Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Komis III DPRD Inhu Tinjau PKS PT MAS
Kadis DLH Rohil Suwandi: Petugas Kebersihan dan Taman Besok Gajian
Tanpa Didampingi Sang Wakil Walikota, Paisal Umumkan Sendiri 'Kabinet Unggulan Kota Idaman'
Terkat Dugaan Korupsi BUMDes Berkah Mandiri, Ini Tanggapan YLBHI Batas Indragiri
GRIB JAYA DPC Dumai Jalin Silaturahmi dengan LAMR Kota Dumai: Perkuat Sinergi Budaya dan Organisasi