Kadis PUPR dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Enggan Beri Keterangan Kepada Awak Media
TANGERANG, PANTAUNEWS.CO.ID - Kondisi kali Cisarung yang terletak di belakang PT Sulindafin, RT 02, RT 03, RW 08, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang dianggap oleh masyarakat sekitar mempersempit kondisi kali Cisarung.
Asep yang keluarga besarnya penduduk asli warga setempat, menyampaikan bahwa puluhan tahun yang lalu warga setempat tidak pernah pemukimannya tergenang air. Namun setelah Kali Cisarung posisinya digeser dekat dengan pemukiman warga, setiap hujan deras dengan cepat air dari kali Cisarung meluap menggenangi pemukiman warga sekitar, terlebih saat ini turap yang dibangun untuk PT Sulindafin posisinya semakin mempersempit kali Cisarung.
"Turap tersebut dibangun permanen, dengan tujuan agar disaat hujan deras air kali Cisarung tidak masuk ke lahan pabrik PT Sulindafin. Namun sayangnya, turap yang dibangun permanen tersebut justru semakin mempersempit kali Cisarung yang kondisinya sudah dangkal sehingga di saat hujan deras air dengan cepat menggenangi pemukiman warga sekitar.
Ironisnya, turap yang dibangun untuk kepentingan lingkungan warga sekitar justru kondisinya cukup memprihatinkan, proses pembangunan turap tersebut terkesan asal-asalan. Buktinya turap tersebut sudah banyak yang roboh dan sampai sekarang belum juga diperbaiki," jelas Asep, tokoh masyarakat setempat yang juga aktif dibeberapa awak media online, Senin (20/6/2022).
Menyikapi hal tersebut Asep sebagai warga terdampak dan juga sebagai awak media mencoba meminta keterangan atau tanggapan dari Kepala Dinas PUPR dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang namun sampai sejauh ini belum ada tanggapan.
"Saya warga sekitar dan juga sebagai awak media, hanya sebatas ingin meminta tanggapan dan keterangan dari Kadis PUPR juga dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang.
Namun sayangnya mereka enggan menanggapi, ada apa gerangan? Kenapa mereka enggan menanggapi.
Apa susahnya sih, memberikan keterangan atau tanggapan, bukankah itu kapasitas mereka, kenapa mereka tidak mau memberikan keterangan atau tanggapan.
Sangat disayangkan kalau sebagai wakil rakyat bila ditanya tidak ada jawaban ini ada indikasi, pertama tidak paham dengan persoalan rakyat, kedua sungkan diduga karena sudah ada di dalam sistem yang aman yang memainkan proyek, kalau sudah begini buat apa kita memilih dewan seperti begini.
Terus, apa kapasitas saya mempertanyakan hal tersebut? Ya jelaslah, saya sebagai awak media berhak dan itu di lindungi oleh undang-undang. Selain itu juga, keluarga besar saya asli orang situ yang sudah sekian puluh tahun lamanya terdampak genangan air sampai masuk ke rumah dengan ketinggian mencapai 30 sampai 40 cm dampak dari dangkal dan sempitnya kali Cisarung," tutup Asep. (Heru Jundana)


Berita Lainnya
Tak Ada Demokrasi Tanpa Kebebasan Pers, Tak Ada Kebebasan Pers Tanpa Demokrasi
Acara Pemotongan Hewan Qurban IKPS Kota Dumai Berlangsung Meriah
Delapan Rumah di Entikong Amblas Akibat Longsor
Nahar Effendi 'Dipanggil Sang Khalik', Dumai Kehilangan Tokoh Pendidikan
Pemdes Karet Bersama Binamas Kejar Target Percepatan Vaksin
Kapolres Metro Kota dan Walikota Tangerang Bersama Rombongan Tinjau Kapasitas Remaind Of Inside Area
Banjir Makan Korban, Bocah Dua Tahun Tewas di Sawah Belakang Rumah
Tempuh Jalur Pra Peradilan, Eduard Manihuruk: Untuk Menguji 2 Alat Bukti atas Penetapan Tersangka Narso
Dumai Kembali Berduka
Bupati Tangerang Kembali Tunda Pilkades Serentak
Batalyon Infanteri 642/Kapuas Bagikan Sembako Kepada Warga Kurang Mampu
Pernyataan Larshen Yunus 'Coreng Muka' Orang Melayu Riau