Tradisi Turun Anak yang Sudah Turun Temurun Di Aceh Selatan
ACEH SELATAN, PANTAUNEWS.CO.ID - Tradisi turun anak yang sudah ada sejak jaman dahulu adalah salah satu tradisi yang hingga kini masih di lakukan oleh masyarakat di daerah Aceh Selatan khususnya di Kecamatan Trumon Tengah.
Tradisi turun temurun ini sangat penting untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada di desa kampong tengoh kecamatan trumon tengah khususnya.yang pelaksanaan nya di saat umur sekitar satu bulan penuh.
Adapun yang menjadi dasar bagi para masyarakat setempat kembali membentuk suatu sistem yang digunakan adalah salah satu nya melaksanakan kenduri selama satu hari semenjak dari pagi sampai sore.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat yaitu tergantung pada jenis kelamin bayi yang dilahirkan dari ibu nya.jika bayi yang dilahirkan tersebut laki laki adalah dengan cara melakukan budaya silat, sementara untuk bayi yang perempuan tidak,cuma sebatas berdoa dan barzanji di rumah bayi tersebut.
Dalam kesempatan tersebut semua masyarakat setempat diundang oleh tuan rumah untuk menghadiri acara turun anak tersebut,guna memeriahkan acara turun tanah yang sudah ada sejak jaman dahulu.
Setelah beberapa saat selesai acara barzanji pada pagi hari maka pada sore hari nya di lanjutkan dengan acara marhaban terkhusus bagi para wanita yang ada di desa tersebut.kemudian pada malam hari nya ada juga sebagian yang melaksanakan kegiatan dalail khairat dan itu tergantung pada tuan rumah.
Sementara untuk semua masyarakat setempat yang di undang pada paginya melakukan atau mempersiapkan apa yang telah di sediakan oleh tuan rumah,dan itu tergantung pada tuan rumah, sebagian ada yang menyiapkan seekor kambing untuk hakikah pada bayinya tersebut.
Para masyarakat setempat khusus pemuda yang ada dalam kesempatan tersebut, melakukan atau mengerjakan kambing yang di hakikah pada bayinya dan seterusnya mencincang dan membersihkannya dan memasak bersama yang dipimpin oleh orang terkhusus agar rasanya lebih nikmat.
Dan setelah itu para masyarakat setempat yang di undang pada paginya, terus memasaknya dan menikmati masakan khas tersebut dengan bersama.masakan khas tersebut adalah di kenali dengan nama kuah belangong atau(kari kambing).
Begitulah kira-kira tradisi turun temurun anak yang dilakukan oleh masyarakat setempat dari nenek moyang mereka dan sampai saat ini tradisi tersebut masih dilakukan dan dipertahankan. (M Yatim)


Berita Lainnya
Penerima Program Keluarga Harapan Di Bireuen Capai 25.751 Orang
Polemik Pemalangan Pintu Kabag Umum, Menjadi Sorotan Warga Setempat
405 Personil Gabungan TNI-Polri Amankan Aksi Damai Aliansi Masyarakat Lampung Utara Bergerak
BMI Kawal pendaftaran Bacaleg PDI-P di KIP Kota Subulussalam
Dua Organisasi Mahasiswa Minta Wako Subulussalam Gagalkan Rencana Pembelian Mobdin Tahun 2022
Murabbi MPTT-I Resmikan Gapura Tauhid Tasawuf Sufi Syekh Hamzah Fansury di Subulussalam
Apresiasi LSM Pendidikan, Sairun Istilahkan Kritik Sebagai ISIS
Terkait Pengesahan Omnibus Law Cipta Kerja, Kebijakan DPR Dinilai 'Konyol'
Lagi, Masyarakat Desa Sikelondang Beramai-ramai Datangi Kantor Camat Simpang Kiri
Empat Bulan Tenaga Kontrak RSUD Belum Gajian, Ketua DPD PSI Kota Subulussalam: Ini Sangat Miris Sekali
Kesbangpol Subulussalam Kunker ke Kantor LSM Pendidikan Noorwangsanegara
Sairun Berhentikan Azwir Kartono dari Kepala Sekolah SDN DAH