Tarif Masuk Objek Wisata Pulau Dua Dinilai Beratkan Pengunjung
ACEH SELATAN, PANTAUNEWS.CO.ID - Tarif masuk ke objek wisata Pulau Dua di lepas Pantai Gampong Ujung Pulau Reyeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, dinilai 'mencekik leher' atau menguras kantong pengunjung. Pasalnya, harga tarif masuk ke destinasi wisata Pulau Dua sebesar Rp 50.000/pengunjung yang diduga dipatok oleh pengelola pihak ketiga tersebut terlalu tinggi jika dibandingkan tarif masuk di objek wisata lainnya.
"Pada hari Minggu (16/01/2022) lalu pengunjung di objek wisata Pulau Dua memang membludak. Tetapi harga tarif masuk dipatok Rp 20.000 dan ongkos boat Rp 30.000/pengunjung," ungkap sejumlah pengunjung.
Ia menyebutkan, sebelum menuju ke objek wisata Pulau Dua, terlebih dahulu membayar ongkos tarif boat dari pantai Ujung Pulau Rayeuk sebesar Rp 50.000/pengunjung. "Artinya, untuk sekali jalan ke objek wisata Pulau Dua tersebut, satu pengunjung harus mengeluarkan uang Rp 50.000," sebutnya.
Di sisi lain, ia mengakui fasilitas yang telah dibangun pemerintah di Pulau Dua sangat menarik untuk dikunjungi. "Namun, pantainya belum terkelola dengan baik, karena masih terlihat sampah - sampah berserakan," ucapnya.
Terkait dengan komplain sejumlah pengunjung tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Safril S Sos yang dikonfirmasi terpisah mengaku saat ini pengelolaan Pulau Dua untuk sementara waktu diserahkan ke Gampong setempat.
“Sementara saat ini dikelola oleh kampung. Saya sudah sampaikan juga kepada Keuchik dan Panglima Laot setempat kalau memang kita ingin pengunjung kembali lagi ngak perlu tarif semahal itu, rupanya menurut keterangan Keuchik dan ada keputusan desa untuk boat Rp 30.000 /orang untuk desa Rp 20.000/orang,” ungkap Safril.
Safril juga menjelaskan, pengelolaannya untuk sementara diserahkan ke Desa karena masih tahap uji coba, dan Dinas Pariwisata Aceh Selatan juga belum membuat kontrak untuk PAD. “Proyek tersebut juga masih dalam tahap pemeliharaan. Kenapa kita serahkan ke Desa untuk sementara waktu supaya mereka paham bagaimana cara pemasukan PAD,” jelasnya.
Mengenai tarif sebesar Rp 50.000/orang, Safril pun mengaku terlalu mahal dan harus dirasionalkan kembali supaya pengunjung tidak cuma sekali datang ke Pulau Dua, karena tujuan dibangunnya fasilitas di Pulau Dua ini sendiri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Makanya kita berharap pengunjung betah dan setiap waktu mau berkunjung ke Pulau Dua sehingga ekonomi masyarakat sekitar bisa tebantu dan PAD juga bisa ditingkatkan dari sektor pariwisata. Kalau ongkosnya dipatok mahal seperti itu jangankan pengunjung saya sendiri juga komplain karena terlalu mahal,” ungkapnya. (M. Yatim)


Berita Lainnya
Sejumlah Organisasi Mahasiswa Apresiasi Disdikbud Subulussalam
SBSI Kota Subulussalam Silaturahmi dengan Pihak PT BBC
Terkait Ucapan Asisten I Setdako, DPRK: Janganlah Melukai Hati Masyarakat Subulussalam
DPC MOI Lampura Rayakan HUT MOI Ke-2 Tahun Secara Virtual
Ka. Pusdalops Satgas Penanganan Covid-19 Bireun Tidak Membenarkan Jika Bupati Positif Akibat Pulang Dari Banda Aceh
IWO Terima Piagam Penghargaan Pemko Subulussalam
Ketua Fraksi Geranat Meminta Pemko Harus Membuka Formasi Penerimaan ASN-P3K Tahun 2023 di Subulussalam
Terkait Dugaan L Gunakan Ijazah Palsu, Kini Dalam Penyelidikan Satreskrim Polres Subulussalam
Peringati Hari Anak Internasional, IPSUS Adakan Berbagai Macam Lomba
ACT Subulussalam Bersama MRI Sosialisasikan Program Kemanusiaan
Polem Muda Serahkan SK Kepengurusan FKKPA Kota Subulussalam
405 Personil Gabungan TNI-Polri Amankan Aksi Damai Aliansi Masyarakat Lampung Utara Bergerak