Bagi Seorang Wartawan, Menaati Kode Etik adalah "Harga Mati"
PANTAUNEWS.CO.ID, KALIMANTAN TIMUR - Direktur Utama, Lembaga Pendidikan Wartawan, Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., meminta segenap wartawan di tanah air untuk tetap menaati Kode Etik Jurnalistik Indonesia (KEJI).
"Dalam situasi apapun, menaati KEJI bagi seorang wartawan, adalah: harga mati!" tegas Wahyudi dalam ceramahnya pada acara: Pelatihan Jurnalis Apkasindo se-Wilayah Kalimantan, yang dipusatkan di Hotel Royal Suite, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pekan silam (12 - 13 Oktober 2021).
Menurut Wahyudi KEJI mengamanahi agar Wartawan menempuh cara-cara profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Amanah itu, menurut Wahyudi mengharuskan wartawan memiliki skill dan pengetahuan jurnalisme yang memadai dalam menggunakan kewenangannya sebagai pemburu imformasi.
"Pengetahun jurnalisme yang kurang, sering menjadi sumber konflik antara wartawan dan narasumber di lapangan," kata Wahyudi yang juga Hakim Ethik Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) itu.
Minimnya skill jurnalisme, demikian Wahyudi, juga menjadi salah satu pendorong penyalahgunaan profesi wartawan dengan memanfaatkan dugaan kesalahan narasumber untuk kepentingan pribadi oknum wartawan.
Ada banyak media yang mempekerjakan oknum-oknum yang semata-mata menjadikan kartu identitas sebagai sarana berburu uang.
"Jika pemegang legalitas tidak memiliki skil jurnalistik, bisa berbahaya. Ibarat pemburu dengan senjata di genggaman dia akan sesukanya menembakkan senjatanya," katanya.
Di era pertumbuhan institusi pers lepas kendali saat ini, jelasnya jumlah oknum yang dengan mudah mendapatkan kartu identitas mengalami eskalasi.
"Tetapi, jika mereka para pemegang kartu identitas wartawan itu tidak dilengkapi pengetahuan jurnalistik, mereka malah menjadi penambah beban masyarakat," tegas Wahyudi.
Untuk itu, saran Wahyudi kepada pemilik.media sebaiknya tidak terlalu mudah memberikan kartu pers bagi siapa saja yang belum.memiliki ilmu jurnalistik.
"Bagi yang belum menguasai ilmu jurnalistik, yah...: belajarlah! Berlatih lagi. Selalu ada kesempatan untuk berbenah," kata Penulis buku-buku tentang kewartawanan itu.
Dengan skill jurnalistik yang dimilikinya, katanya sudah bisa dijadikan bekal untuk.melamar menjadi wartawan ke media besar yang mampu memberi gaji yang layak bagi wartawannya.
Sebab, lanjutnya wartawan profesional.adalah wartawan yang menerima gaji dan honorarium dari institusi pers tempatnya bekerja.
"Honorarium berupa uang adalah penghargaan yang diterima seorang wartawan sebagai imbal jasa atas dedikasinya terhadap profesinya," katanya.


Berita Lainnya
Lantik 75 Kepsek SMA/SMK dan SLB, Ini Pesan Gubernur Syamsuar
Paparkan Sejumlah Program Prioritas di Tahun 2026, Bupati Rohil H Bistamam Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat 4 Kecamatan di Bagan Batu
Prestasi Membanggakan, Rohil Raih Juara II Lomba Menghias Tumpeng Tingkat Provinsi Riau
Merajut Silaturahmi Alumni SMPN 3 Pekanbaru melaksanakan Halal Bi Halal
Rombongan SMKN 5 Belajar Proses Pengolahan Minyak Bumi ke KPI RU Dumai
RW dan Karang Taruna Cimone Jaya Apresiasi KKN Mahasiswa UMT
Kembali, Tim GJB Pemuda Sintong Bagikan Sembako ke 15 Warga Kurang Mampu
Pelindo Dumai Siap Buka Data, Tepis Tuduhan Bongkar Muat Bungkil Cemari Lingkungan
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Peringkat Pertama Kontributor Terbesar PAD Dumai 2026
LPP Kota Tangerang Dorong Kualitas Pendidikan Informal
Dalam Meningkatkan Kegemaran Membaca, Apical Grup melalui PT SDS Berpartisipasi Dalam Expo Literasi
SDN Pinang 7 Kota Tangerang Siap Raih Predikat Adiwiyata Nasional