• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • Edukasi
  • Pekanbaru

Siswa Miskin Tetap Diberikan Sekolah Gratis Pada Sekolah Swasta Melalui BOSDA

PantauNews

Kamis, 16 Juli 2020 09:12:30 WIB
Cetak

Pekanbaru, PantauNews.co.id - Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Ahyu Suhendra, mengimbau kepada masyarakat Riau, terutama siswa yang mendaftar jalur afirmasi dan tidak diterima di sekolah Negeri, akan tetap bisa bersekolah sesuai dengan program pemerintah wajib belajar 12 tahun.

Ahyu menjelaskan, bahwa siswa miskin tetap akan diberikan sekolah gratis pada sekolah swasta. Dimana Pemerintah juga telah memberikan solusi dengan memberikan dan Bosda, kepada sekolah swasta sebesar Rp400 ribu persiswa. Sesuai dengan arahan Gubernur, dengan cara pemberian Bosda bagi swasta.

“Jadi terkait dengan pemberitaan yang anak yatim yang terancam putus sekolah, kami telah memberikan solusi. Dari awal sudah disampaikan tidak ada anak-anak Riau yang putus sekolah. Sekarang kan ada Bosda yang Rp400 ribu persiswa bagi sekolah swasta,” jelas Ahyu, Senin (13/7/2020).

“Jadi siswa miskin apalagi anak yatim akan kami usahakan sekolahnya tetap gratis di swasta, melalui dana Bosda untuk swasta yang ada di Riau. Bisa saja kami masukkan ke sekolah swasta yang sudah punya nama. Tapi sekarang ini saya juga belum mendapatkan berapa banyak siswa kita yah tidak diterima di sekolah negeri setelah PPDB ini,” kata Ahyu.

Dijelaskam Ahyu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan seluruh sekolah swasta, untuk membicarakan sekolah gratis bagi siswa tidak mampu, termasuk biaya uang pembangunan dan biaya lainnya dari sekolah swasta, melalui anggaran Bosda yang telah tersedia.

“Segera kita kumpulkan sekolah swasta yang ada di Riau, berapa mereka sanggup menerima siswa miskin, yang biaya sekolahnya gratis lewat Bosda. Misalnya mereka sanggup menampung 15 persen, yah kita masukkan, dan berapa biaya sekolah siswa miskin yang miskin ini,” jelas Ahyu.

“Untuk sekolah Negeri, kita juga masih mendata, sekolah mana saja yang masih bisa menampung siswa dan kuotanya masih kurang. Memang saat ini kuota sekolah negeri banyak yang sudah full. Nah nantikan ada solusi lain, seperti sekolah SMA atau SMK kuotanya bisa ditambah, tapi kekurangan meubelernya. Nah kekurangan meubelernya bisa saja kita tambah, jadi dicarikan solusinya,” kata Ahyu lagi.

Sebelumnya diberitakan, mulai hari ini, seluruh siswa sudah memulai pelajaran tahun ajaran baru, dengan sistem daring di masa pandemi Covid-19. Tapi bagi Riyan, anak yatim yang tinggal di Rumbai ini terancam putus sekolah, karena hingga saat ini belum juga ada negeri yang mau menerimanya untuk masuk di jalur afirmasi atau siswa miskin.

Riyan hanya menerima pasrah dengan kondisi ibunya yang hanya tukang ojek, dan menghidupi 3 adik-adiknya yang duduk dibangku SD dan SMP, tak akan mampu menyekolahkannya di sekolah swasta. Kini Riyan hanya berharap bantuan dari Gubernur Riau, agar ia bisa sekolah di sekolah SMK negeri yang ditujunya.

“Saya sangat ingin sekali melanjutkan sekolah, tapi apa daya ibu saya hanya tukang ojek, ayah saya sudah meninggal dunia. Saya sudah mendaftar di SMK 7 Pekanbaru dengan jalur afirmasi saat PPDB lalu, tapi hanya waktu dua hari nama saya hilang,” kata Riyan.

“Saya mencoba lagi mendaftar ke SMK 5, sama lewat jalur afirmasi, tapi di akhir-akhir pendaftaran nama saya kembali hilang. Padahal pada saat pendaftaran terakhir dan penutupan pendaftaran nama saya masih ada. Mau masuk sekolah swasta ibu saya bilang tidak ada biaya, kini saya berharap kepada pak Gubernur mau memasukkan satu nama saya di sekolah Negeri,” harap Riyan.

Dikatakan Riyan, ia banyak membaca berita bahwa Pemerintah Provinsi Riau akan menggratiskan sekolah bagi siswa tidak mampu. Namun kenyatannya yang diterimanya tidak seperti yang dikatakan pemerintah Provinsi Riau. Ternyata siswa miskin seperti dirinya yang juga anak yatim tidak bisa sekolah di sekolah negeri yang katanya tidak berbayar.

“Mewah, mewah yang dikatakan Gubernur ternyata memang hanya untuk yang mewah saja. Bukan bagi kami siswa miskin dan yatim ini. Saya hanya mengandalkan surat miskin dari RT, RW dan Lurah, ternyata tak diterima,” cerita Riyan


Sumber: Cakaplah


 Editor : Dedi Saputra

[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pertamina Dorong Penerapan EBT Melalui Program Sekolah Energi Berdikari di SMKN 2 Dumai

SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah

Acara Pentas Seni Anak Melayu TK Islam Al Azhar Kota Dumai

Tunaikan Janji Politik, Program Seragam Sekolah Gratsi Bupati Bistamam dan Wabup Jhony Charles Segara Direalisasikan

Pasca Dikeluarkan dari Sekolah, AL Terpaksa Ikut Mencari Nafkah

SDN Pinang 7 Kota Tangerang Siap Raih Predikat Adiwiyata Nasional

Komitmen dan Upaya Dlh Dalam Mengantisipasi Banjir dan Penanggulangan KLB Malaria di Rohil

Kepala MAN 1 Mukomuko Bahas Komitmen Orang Tua dan Siswa

Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Maknai Kemerdekaan HUT Ke-81 RI dengan Inovasi dan Semangat Kebersamaan

Aisya Fhatih Az Zahra, Dara Berbakat Rohil 2026, Kunjungi STAI Ar Ridho Bagansiapiapi

PT KPI RU Dumai Bersama Madani Human Care Adakan Pelatihan Montir Kapal

Gelorakan Cinta Rasulullah, Maulid Nabi di Masjid Arafah Dumai Jadi Momentum Introspeksi Diri

Terkini +INDEKS

Club Bola Rajawali United Raih Juara 3 Turnamen Bhutas Cup III

13 September 2026
Erwin Sitompul Desak KPK Turun ke Dumai, Legalitas Tanah Urug Stadion Dipertanyakan
13 September 2026
Jadi Keynote Speaker Workshop UIR, Karmila Sari Bicara Masa Depan Riset di Era AI
12 September 2026
Rutan Dumai Bagikan Hadiah Lomba Hari Kemerdekaan kepada Warga Binaan dan Petugas
12 September 2026
Aktivis Pendidikan Riau Desak Plt Gubernur Segera Ambil Alih Unilak
12 September 2026
Siswa SMA N 2 Tanah Putih Gali Ilmu Budaya di Sekretariat Lembaga Tepak Sirih
11 September 2026
Lestarikan Budaya, Rahmat Pantun Terima Dukungan Penerbitan Buku Pantun dari PHR
11 September 2026
Dari Sungai Pakning ke Pune India: Pertamina Patra Perkenalkan Tata Kelola Ekosistem Gambut Berkelanjutan
11 September 2026
JMSI Dumai Resmi Dilantik, Ahmad Dahlan Tekankan Profesionalisme dan Integritas Media Siber
10 September 2026
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit
10 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Erwin Sitompul Desak KPK Turun ke Dumai, Legalitas Tanah Urug Stadion Dipertanyakan

Dibaca : 317 Kali
Aktivis Pendidikan Riau Desak Plt Gubernur Segera Ambil Alih Unilak
Dibaca : 213 Kali
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
Dibaca : 393 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 633 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 262 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved