Siswa Miskin Tetap Diberikan Sekolah Gratis Pada Sekolah Swasta Melalui BOSDA
Pekanbaru, PantauNews.co.id - Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Ahyu Suhendra, mengimbau kepada masyarakat Riau, terutama siswa yang mendaftar jalur afirmasi dan tidak diterima di sekolah Negeri, akan tetap bisa bersekolah sesuai dengan program pemerintah wajib belajar 12 tahun.
Ahyu menjelaskan, bahwa siswa miskin tetap akan diberikan sekolah gratis pada sekolah swasta. Dimana Pemerintah juga telah memberikan solusi dengan memberikan dan Bosda, kepada sekolah swasta sebesar Rp400 ribu persiswa. Sesuai dengan arahan Gubernur, dengan cara pemberian Bosda bagi swasta.
“Jadi terkait dengan pemberitaan yang anak yatim yang terancam putus sekolah, kami telah memberikan solusi. Dari awal sudah disampaikan tidak ada anak-anak Riau yang putus sekolah. Sekarang kan ada Bosda yang Rp400 ribu persiswa bagi sekolah swasta,” jelas Ahyu, Senin (13/7/2020).
“Jadi siswa miskin apalagi anak yatim akan kami usahakan sekolahnya tetap gratis di swasta, melalui dana Bosda untuk swasta yang ada di Riau. Bisa saja kami masukkan ke sekolah swasta yang sudah punya nama. Tapi sekarang ini saya juga belum mendapatkan berapa banyak siswa kita yah tidak diterima di sekolah negeri setelah PPDB ini,” kata Ahyu.
Dijelaskam Ahyu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan seluruh sekolah swasta, untuk membicarakan sekolah gratis bagi siswa tidak mampu, termasuk biaya uang pembangunan dan biaya lainnya dari sekolah swasta, melalui anggaran Bosda yang telah tersedia.
“Segera kita kumpulkan sekolah swasta yang ada di Riau, berapa mereka sanggup menerima siswa miskin, yang biaya sekolahnya gratis lewat Bosda. Misalnya mereka sanggup menampung 15 persen, yah kita masukkan, dan berapa biaya sekolah siswa miskin yang miskin ini,” jelas Ahyu.
“Untuk sekolah Negeri, kita juga masih mendata, sekolah mana saja yang masih bisa menampung siswa dan kuotanya masih kurang. Memang saat ini kuota sekolah negeri banyak yang sudah full. Nah nantikan ada solusi lain, seperti sekolah SMA atau SMK kuotanya bisa ditambah, tapi kekurangan meubelernya. Nah kekurangan meubelernya bisa saja kita tambah, jadi dicarikan solusinya,” kata Ahyu lagi.
Sebelumnya diberitakan, mulai hari ini, seluruh siswa sudah memulai pelajaran tahun ajaran baru, dengan sistem daring di masa pandemi Covid-19. Tapi bagi Riyan, anak yatim yang tinggal di Rumbai ini terancam putus sekolah, karena hingga saat ini belum juga ada negeri yang mau menerimanya untuk masuk di jalur afirmasi atau siswa miskin.
Riyan hanya menerima pasrah dengan kondisi ibunya yang hanya tukang ojek, dan menghidupi 3 adik-adiknya yang duduk dibangku SD dan SMP, tak akan mampu menyekolahkannya di sekolah swasta. Kini Riyan hanya berharap bantuan dari Gubernur Riau, agar ia bisa sekolah di sekolah SMK negeri yang ditujunya.
“Saya sangat ingin sekali melanjutkan sekolah, tapi apa daya ibu saya hanya tukang ojek, ayah saya sudah meninggal dunia. Saya sudah mendaftar di SMK 7 Pekanbaru dengan jalur afirmasi saat PPDB lalu, tapi hanya waktu dua hari nama saya hilang,” kata Riyan.
“Saya mencoba lagi mendaftar ke SMK 5, sama lewat jalur afirmasi, tapi di akhir-akhir pendaftaran nama saya kembali hilang. Padahal pada saat pendaftaran terakhir dan penutupan pendaftaran nama saya masih ada. Mau masuk sekolah swasta ibu saya bilang tidak ada biaya, kini saya berharap kepada pak Gubernur mau memasukkan satu nama saya di sekolah Negeri,” harap Riyan.
Dikatakan Riyan, ia banyak membaca berita bahwa Pemerintah Provinsi Riau akan menggratiskan sekolah bagi siswa tidak mampu. Namun kenyatannya yang diterimanya tidak seperti yang dikatakan pemerintah Provinsi Riau. Ternyata siswa miskin seperti dirinya yang juga anak yatim tidak bisa sekolah di sekolah negeri yang katanya tidak berbayar.
“Mewah, mewah yang dikatakan Gubernur ternyata memang hanya untuk yang mewah saja. Bukan bagi kami siswa miskin dan yatim ini. Saya hanya mengandalkan surat miskin dari RT, RW dan Lurah, ternyata tak diterima,” cerita Riyan
Sumber: Cakaplah


Berita Lainnya
Persatuan Baraya Sunda Tampilkan Tarian Memukau di Penutupan Dufest Idaman 2025
Pengamat Pendidikan Riau Nilai Pembangunan Gedung SMKN 2 Pinggir Sesuai Perencanaan
Syaiful Anwar dan Sukma Alfalah Terpilih Sebagai Presiden dan Wakil Presiden HIPEMAROHI
Aktivis Pendidikan Riau Minta KPK Periksa Kabid SMK Disdik Riau
Desak Reformasi Pendidikan, Aktivis Erwin Sitompul Minta Pj Gubri Copot Pejabat Diduga Terlibat Nepotisme dan Korupsi di Disdik Riau
Pemkot Apresiasi Program Bazma PT KPI RU Dumai Dalam Menjaga Kehalalan Pangan
BPKAD Rohil: Awal November Segera dibayar, Anggaran Gaji Honorer dan PPPK Sudah Diakomodir Hingga Desember 2025
Suksesi Kepemimpinan OSIM MAN 1 Padang 2022, Penyampaian Visi dan Misi Paslon
DPR Temukan Anggaran Diklat Rp33 M buat 4 Orang di Kemenag
Ketua DPD PWRI Riau Nilai Rusli Ahmad Sosok Tepat Pimpin Ketua FKUB RIAU
Pakaian Seragam Sekolah Jadi Primadona Bagi Oknum Sebagai Lumbung Bisnis
Pemuda Pancasila Dumai Timur Jalin Silaturahmi dan Sinergi dengan Bea Cukai Dumai