Anton Medan Meninggal karena Penyakit Diabetes
BOGOR, PANTAUNEWS.CO.ID - Ramdhan Effendi atau Anton Medan meninggal dunia hari ini, Senin (15/3/2021) pukul 14:50 WIB, di kediamannya di Kampung Bulak Rata, RT 02/08, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Anton meninggal karena penyakit diabetes yang ia derita sejak lama.
"Ayah meninggal pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 14:50 WIB dikarenakan sakit diabetes," ungkap Delly Viki Ramdani anak keenam almarhum Anton Medan saat ditemui di rumah duka, Bogor, Senin (15/3/2021) malam.
Sebelumnya, Anton Medan juga sempat dirawat di RS EMC Sentul selama seminggu karena diabetes, pada Desember 2020.
Rencananya, almarhum akan dimakamkan di sebelah masjid Jami Tam Kok Liong, kawasan pesantren At Taibin, Bogor. Diketahui, Anton Medan meninggalkan seorang istri, Risa Hapsari, tujuh orang anak, dan sebelas orang cucu.
"Insyaallah jika tidak ada halangan, besok pagi jenazah ayah saya akan dikuburkan di lingkungan pesantren At Taibin," ujar Delly.
Menurut Delly, saat ini jenazah almarhum masih berada di rumah untuk menunggu seluruh anaknya datang.
"Kami minta doanya semoga almarhum diterima di sisi Allah," tuturnya singkat.
Anton Medan lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, 10 Oktober 1957. Ia menjadi mualaf sejak 1992. Anton Medan memiliki nama Islam Ramdhan Effendi.
Ia mendirikan Masjid Jami' Tan Hok Liang, di areal Pondok Pesantren At-Ta'ibin, Pondok Rajeg, Cibinong. (*)


Berita Lainnya
Kedeputian V KSP Desak Pemerintah Data Ulang Kelompok Rentan Penyandang Disabilitas
Kapolri Minta Pers Bantu Tangkal Hoaks yang Memecah Belah Bangsa
PJS Labuhanbatu Berbagi Kasih: Menguatkan Solidaritas Antar Jurnalis
Jenazah COVID-19 Diambil dari RSI Sumenep Pakai Tempat Tidur Pasien hingga 1 Km
Benarkah Luhut di Balik Bisnis PCR? Jubir Buka Suara
MK Tolak Gugatan Penanam Ganja di Rumah, Ini Alasannya
MPW PP Sumsel Sukses Gelar Rapat Pleno, Ini Hasil Rekomendasinya
Pembelian e-Materai CASN 2023, Lebih Mudah di Kantor Pos dan Pospay
Bahaya Judi Online Terhadap Generasi Muda, Menkominfo Meutya Hafid Bentuk Tim Khusus untuk Penanganan
Kapolri Tekankan Pentingnya Perlindungan dan Pencegahan Penyelundupan PMI
Ada Keberpihakan dalam Penanganan Kasus Hasto Kristiyanto?
Mahmud Marhaba Ahli Pers Dewan Pers Bongkar Dugaan Kesalahan Prosedural Polda Babel dalam Kasus Wartawan