PILIHAN
Bak Jilat Ludah Sendiri, Trump Sebut Corona Lebih Ganas dari Flu Biasa
Washington (PantauNews.co.id) - Penilaian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap virus corona baru, COVID-19, seperti peribahasa menjilat ludah sendiri. Awalnya sang presiden meremehkan virus tersebut, namun kini dia mengakui penyakit itu jauh lebih ganas dari flu biasa.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih hari Rabu (01/04/2020), Trump mengatakan bahwa "banyak orang" sebelumnya menyarankan Amerika Serikat membiarkan virus corona mengambil jalannya, seperti flu musiman.
"Biarkan, jangan lakukan apa-apa, biarkan saja dan anggap itu sebagai flu," ucap Trump menirukan saran dari "banyak orang".
"Tapi itu bukan flu. Itu ganas," katanya yang kini mengubah penilaiannya tentang COVID-19, sebagaimana dikutip AFP.
Pernyataan Trump yang jelas kontras dengan banyak pernyataannya sebelumnya, di mana dia menilai pandemi COVID-19 sebanding dengan penyebaran flu saban tahun.
Trump kini sepaham dengan penilaian tentang bahayanya COVID-19 sambil mempertimbangkan solusi mengatasi masalah ekonomi AS melalui langkah-langkah social distancing dan larangan bepergian.
Pada 9 Maret, misalnya, Trump mencatat bahwa puluhan ribu orang Amerika meninggal akibat flu setiap tahun.
"Tidak ada yang ditutup, kehidupan dan ekonomi terus berjalan," tulis dia di Twitter kala itu."Saat ini ada 546 kasus yang dikonfirmasi dari virus corona, dengan 22 kematian. Pikirkan tentang itu!"
Baru seminggu yang lalu, Trump mengatakan kepada Fox News dalam sebuah wawancara bahwa meskipun kematian rata-rata sekitar 36.000 orang per tahun karena flu, "kami tidak pernah menutup negara untuk flu."
"Jadi, Anda berkata pada diri sendiri, 'Ada apa ini?'"
Proyeksi bahwa setidaknya 100.000 orang akan terbunuh oleh virus corona di Amerika Serikat, bahkan jika social distancing dilakukan, tampaknya telah mendorong perubahan besar dalam pandangan Trump.
Pada hari Selasa, dia mengatakan bahwa tanpa social distancing, proyeksi mencapai 2,2 juta kematian.
"Jika kita tidak melakukan apa-apa, jika kita melanjutkan hidup kita, Anda akan melihat orang-orang sekarat di pesawat terbang, Anda akan melihat orang-orang sekarat di lobi hotel. Anda akan melihat kematian di seluruh penjuru," ujarnya.
Amerika Serikat saat tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia, yakni 188.881 orang. Dari jumlah kasus itu, 4.066 di antaranya telah meninggal. Sejauh ini 7.251 pasien telah disembuhkan.
Sumber: Sindonews.com



Berita Lainnya
Polres Dumai Serentak Salurkan Bantuan Bertemakan Bantuan Kemanusiaan Untuk Negeri
PAC PP Dumai Kota dan PORBBI Kota Dumai Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Petak Panjang
Pendaftaran Online Peserta Didik Baru SMA/SMK di Riau Resmi Dimulai Hari Ini
7 Mahasiswa STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Jalani Seminar Proposal
Partisipasi Aktif Dalam Menjaga Lingkungan, Pertamina Raih Penghargaan Walikota Dumai
Terkait Aksi Mogok Kerja Sejumlah dokter, Aci: Itu Bentuk Aspirasi dalam Mengoptimalisasi Pelayanan RSUD Dumai
Bau Busuk Akibat Limbah Industri di Bukit Batrem Terkesan Pembiaran.
Istana Pastikan Ibunda Jokowi Tak Meninggal karena Corona
Refleksi Kinerja Tahun 2023, PT KPI Unit Dumai Gelar Townhall Meeting
GRIB Jaya Dumai Hadir di Debat Pertama Calon Walikota Dumai, Dorong Pemilu Damai dan Netralitas ASN
Kodim Puncak Jaya Gelar Operasi Yustisi Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan
4 Kali Beraksi, Komplotan Curas Di Bangko Dibekuk Polisi