• Home
  • Opini
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Olahraga
  • Nasional
  • Politik
  • Edukasi
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Sumatera
  • Hukrim
  • More
    • Kesehatan
    • Internasional
    • Video
    • News
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks
PILIHAN
WAKO H Paisal Apresiasi Aksi Penanaman Pohon Kapolda Riau Di Mundam Kota Dumai
05 Juni 2026
SMKN 2 Dumai Tegaskan Tidak Menolak Program MBG, Penyaluran Dilanjutkan Usai Libur Sekolah
07 Januari 2026
20 Warga Kurang Mampu Rutin Terima Sembako Dari Tim GJB Pemuda Sintong
03 Januari 2026
DPRD Dumai Matangkan Regulasi Kepariwisataan, Dorong Kontribusi Pariwisata untuk PAD
29 Juli 2025
MK Tolak Gugatan, Paisal-Sugiyarto Siap Dilantik Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai
04 Februari 2025

  • Home
  • News

Kenaikan Cukai,Pembatasan Merek dan Kemasan Polos akan Berdampak Langsung Kepada Industri Rokok

PantauNews

Rabu, 09 Oktober 2019 17:26:00 WIB
Cetak


Jakarta (PantauNews.co.id) - Kalangan pengusaha tengah, terutama rokok dihadapkan pada wacana baru berupa kebijakan pembatasan merek (brand restriction) dan kemasan polos (plain packaging) yang sedang menjadi tren global. Di sisi lain, industri rokok dihadapkan soal kenaikan cukai pada 2020.

Pembatasan merek dan kemasan polos akan berdampak langsung pada industri rokok. Ketentuan ini tercantum pada Permenkes 40/2013 tentang Pete Jalan Pengendalian Dampak Konsumsi Rokok Bagi Kesehatan.

Pada Bab III disebutkan, tahun 2020-2024 ditargetkan "Pengaturan peringatan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan (PHW) dievaluasi untuk ditingkatkan menjadi bungkus rokok polos (plain packaging)".

"Kalau mereka mau kurangi prevalensi rokok ini ajak bicara dulu. Jangan benci dulu dan anggap musuh padahal kita juga bagian dari yang berdampak," kata Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia, Budidoyo dalam diskusi bertajuk Dilema Pembatasan Merek dan Kemasan Polos di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (09/10/2019)

Wacana plain packaging dianggap meniru negara Australia yang terlebih dahulu sudah menerapkan kebijakan ini. Jika diterapkan di Indonesia, ada kekhawatiran akan mempengaruhi brand produk.

"70 persen industri ini yang menikmati pemerintah tetapi kita tidak pernah diberi ruang. Ini tragis sebagai penyumbang besar tetapi terus dimarjinalkan mulu, termasuk wacana ini, apa manfaatnya?" kata Budidoyo.

Tampilan kemasan berkontribusi besar dalam membangun brand yang membutuhkan waktu lama dan biaya tidak sedikit. Semisal saat di ritel, seseorang mempunyai sepersekian detik untuk memilih produk sehingga penampilan produk yang menarik akan mempengaruhi keputusan konsumen. Tampilan kosong dinilai dapat berpotensi pada pemalsuan.

Adanya pembatasan merek juga berpotensi menjadi slippery slope atau dapat meluas ke bidang usaha lain yang dianggap mengganggu kesehatan publik, semisal makanan dan minuman. Namun, wacana tersebut diragukan bakal diterapkan pada kemasan makanan dan minuman.

"Brand restriction sama kemasan polos ini agak aneh karena kemasan dan label di packaging mamin itu adalah informasi untuk konsumen. Ada tabel nutrisi, komposisi bahkan ada produk yang BPOM wajibkan service size jadi kayaknya untuk makanan dan minuman tidak mungkin diterapkan," kata Ketua Komite Kebijakan Publik dan Hubungan Antar Lembaga Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Doni Wibisono.

Doni menyadari bahwa wacana ini perlu disebarluaskan untuk menumbuhkan kesadaran publik dan pengusaha lain terkait regulasi-regulasi yang kemungkinan akan muncul ke depannya

Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Eddy Hussy mengatakan regulasi semacam ini memang terjadi di beberapa negara. Ia meminta pengusaha untuk tidak khawatir sebab pemerintah belum mengeluarkan aturan tersebut.

"Anggota kami ingin ada diskusi dengan kemungkinan-kemungkinan tersebut yang berpengaruh pada usaha tembakau. Di beberapa negara dimulai dari itu. Di Indonesia akan seperti apa? Ini masih menunggu, tidak perlu khawatir karena pemerintah belum mengeluarkan aturan," kata Eddy

Sumber: CNBC Indonesia


[Ikuti PantauNews.co.id Melalui Sosial Media]


PantauNews.co.id

Tulis Komentar


Berita Lainnya

Pemecatan Sepihak Oleh PT Surya Tata Mandri, Koordinator Daerah BEM Sekota Dumai Angkat Bicara

Langgar Jam Operasional PPKM di Tangerang, Sejumlah Cafe Ditertibkan

DPC PDIP Kota Tangerang Sembelih 15 Ekor Hewan Qurban

Cerita Petugas Medis di Wuhan, Pakai Popok karena Urus Pasien Corona

Pembangunan Drainase di Dumai Dipercepat, Warga Sambut Baik

Kejari Cilacap Tuntut 8 Tahun Penjara Terdakwa Andriyanto

Gubenur Banten: 20 Pegawai Dinkes Mundur, Lari dari Tugas Terancam Dipecat

Kapolri Minta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Terus Jaga Kondusifitas Papua

Kriminalisasi Wartawan di Gedung DPRD Riau dan Dituduh Maling, Aktivis Larshen Yunus 'Berang'

Mencuatnya Namanya Didetik-detik Terakhir, Hendri Sandra Sebut "Pertengahan Bulan"

Terlalu Lama Ditetapkan Sebagai Tersangka, Formasi Desak KPK Tahan Bupati Bengkalis dan Wako Dumai

Tim RRWP Mabesal Ungkap Aset TNI AL Lanal TBA Terkini dan Terlengkap

Terkini +INDEKS

JMSI Dumai Resmi Dilantik, Ahmad Dahlan Tekankan Profesionalisme dan Integritas Media Siber

10 September 2026
Apical Dukung Produktivitas Peternak Binaan di Dumai melalui Pemanfaatan Bungkil Inti Sawit
10 September 2026
Siap Melahirkan Generasi Akademis Baru. Ketua STAI Ar Ridho Resmi Tutup Sidang Skripsi
09 September 2026
Usbu Ta aruf STAI Ar Ridho Ditutup, Dr. Budi Setiawan Titip Pesan untuk 38 Mahasiswa Baru
09 September 2026
37 Mahasiswa Baru Siap Menapaki Dunia Kampus, STAI Ar Ridho Gelar Usbu Ta aruf 2026
09 September 2026
Ketua Tim Penggerak PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam Lantik Bd Marini Winawan Sebagai Ketua TP KK dan Bunda Paud Pekaitan
08 September 2026
Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026 melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp
08 September 2026
DPRD Rohil Gunakan Hak Inisiatif Ajukan Rokan Hilir Hijau
07 September 2026
Karmila Sari Minta Kepala Sekolah Siapkan Data untuk Program Revitalisasi
06 September 2026
Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu
06 September 2026

Terpopuler +INDEKS

Disaksikan Ribuan Masyarakat Bupati Rohil H Bistamam Resmi Buka Perdana Car Free Day di Bagan Batu

Dibaca : 369 Kali
Pertamina Jelaskan Suara Letupan di Kilang Dumai, Pastikan Kondisi Kilang Aman
Dibaca : 605 Kali
Dorong Kembangkan Wisata Daerah, HIPEMAROHI Pekanbaru Laksanakan Upgrading dan Penghijauan Di Kawasan Wisata Pulau Tilan
Dibaca : 258 Kali
Aktivis Minta Pers Kawal Pengusutan Dugaan Korupsi Dana CSR BI
Dibaca : 599 Kali
Atlet Taekwondo Kota Dumai Siap menunjukkan Kemampuan Terbaiknya Dalam Riau Challenge 2026
Dibaca : 233 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
PantauNews.co.id ©2020 | All Right Reserved